Terbaru

RAT RP Apresiasi Presiden Jokowi Atasi Ancaman Resesi di Tengah Pandemi

Pengurus RAT RP kunjungi petani ternak sapi perah di Pangalengan Kab. Bandung.

KopiPagi BANDUNG : Rumah Aspirasi Tani Rochim Pati (RAT RP) mengapresiasi kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam mengatasi pandemi corona virus disease (Covid-19) dan penyelamatan perekonomian nasional. Arahan yang tegas dalam menerapkan protokol kesehatan dan berbagai stimulus penyelamatan ekonomi menjadi panduan yang tepat untuk penyelamatan Indonesia menghadapi ancaman yang melanda masyarakat global tersebut.

Sekjen RAT, Budi Nur Haryanto.

‘’Kami mendukung Presiden Jokowi untuk mengatasi ancaman kesehatan dan resesi ekonomi global di depan mata ini,’’ kata Sekretaris Jenderal Pengurus Besar (Sekjen PB) RAT RP Nur Budi Hariyanto kepada media di Bandung, hari ini.

Dalam kunjungan kerjanya ke Bandung, Presiden Jokowi  kembali memberikan arahan untuk menangani ancaman Covid-19. Mantan gubernur Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta mengingatkan ancaman Covid- 19 yang tidak hanya berpengaruh pada kesehatan. Dampak pandemi global tersebut juga mempengaruhi berbagai aspek kehidupan manusia dan masyarakat, termasuk ekonomi masyarakat. Karena itu, kebijakan yang dilakukan pemerintah tidak hanya fokus kepada kesehatan tapi juga ekonomi.

Pengurus Rumah Aspirasi Tani (RAT) kunjungi lahan jagung di kawasan pertanian Pengalenhan.

Saat memberikan arahan di Posko Penanganan dan Penanggulangan Covid-19 di markas Kodam III Siliwangi, Jokowi mengingatka ancaman yang ada belum selesai hingga vaksin ditemukan. Lalu, seluruh rakyat Indonesia divaksinasi.

Sementara, pada aspek ekonomi, realokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) telah banyak dilakukan. Berbagai program pemulihan ekonomi nasional dan bantuan langsung kepada masyarakat telah dikucurkan. Di dalamnya, termasuk bantuan sosial produktif penyelamatan ekonomi, termasuk untuk sektor pertanian dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). ‘’Dengan demikian, perekonomian di masyarakat tetap berputar,’’ tambah Nur Budi.

Nur Budi panen jagung bersama Kepala Desa Tegal Gede Pakenjeng Kabupaten Garut.

Di samping program kredit usaha rakyat (KUR), lanjutnya, saat ini pemerintah juga menganggarkan penangan Cpvid-19 untuk UMKM sebesar Rp.123,46 triliun. Anggaran tersebut dialokasikan untuk subsidi bunga Rp.35,28 triliun, penempatan dana pemerintah untuk restrukturisasi Rp.78,78 triliun, dan belanja imbal jasa penjaminan Rp.5 triliun. Selain itu, ada tambahan bantuan sosial produktif hingga Rp.30 triliun. ‘’Bantuan sosial untuk 12 juta UMKM itu diperlukan untuk menahan laju perlambatan ekonomi,’’cetusnya.

Pengurus Rumah Aspirasi Tani (RAT) mengunjungi peternakan sapi perah di Pangalengan.

Nur Budi mengamini optimisme Presiden dalam perlambatan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Meski minus, angkanya masih lebih baik dibanding dengan menurunya  negara-negara maju dan negara lainya. ‘’Minus 5,32% itu masih lebih baik daripada penurunan di Amerika Serikat , Perancis dan sejumlah negara Asia,’’tegasnya.

Segenap pengurus Rumah Aspirasi Tani kunjungi pertanian di Pangalengan Kabupaten Bandung.

Ancaman resesi dunia, lanjutnya, bisa saja tak terelakan. Namun, pada situasi yang mengancam seluruh penduduk dunia tersebut, program dan strategi untuk menghadapinya perlu dilakukan oleh pemerintah. ‘’Pada antisipasi tersebut, arahan Jokowi saat ini tepat untuk menghadapi ancaman resesi,’’ tandas Nur Budi. * Kop.

Leave a comment