Terbaru

DPRD Kab. Mesuji Merespon Terkait Karyawan PT GBP Terpapar Covid-19

Suyanto anggota DPRD Kabupaten Mesuji. Foto : Ist.

KopiPagi MESUJI : Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mesuji merespon cepat terkait adanya karyawan PT Garuda Bumi Perkasa (GBP), Desa Mulya Agung Kecamatan Simpang Pematang Kabupaten Mesuji Lampung yang terkonfirmasi positif Covid-19.

DPRD mesuji meminta team Kerja Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Mesuji bergerak cepat melakukan langkah-langkah pencegahan bukan hanya memberikan alasan jika yang terpapar tersebut bukan warga mesuji.

“Jagan lagi ada alasan (warga positif Covid-19) itu bukan warga Mesuji, tapi yang harus jadi perhatian adalah warga yang terpapar ada di Kabupaten Mesuji, bekerja di Kabupaten Mesuji, dan mungkin bergaul dengan warga Mesuji. Apa mungkin karena bukan warga Mesuji terus kita akan pulangkan ke NTB?,”ujar Suyanto, anggota DPRD Mesuji kepada wartawan, Minggu (02/08/22020).

Jadi lanjutnya, Dinas Kesehatan serta Gugus Tugas harus cepat melakukan langkah-langkah penanganan dan pencegahan agar virus tersebut tidak menyebar lebih luas di Kabupaten Mesuji.

“Harus cepat dilakukan penanganan pencegahan dan bukan lagi berdebat serta beralasan, misalnya dengan mengisolasi perusahaan, penyemprotan disinfektan, melakukan karantina terhadap karyawan perusahaan, atau langkah-langkah lain,” tambah politisi muda Demokrat ini.

Kabar mengejutkan datang dari tim Surveilance Kesehatan Rumah Sakit Umum Daerah Ragab Begawe Caram (RSUD RBC) kepada salah satu karyawan PT Garuda Bumi Perkasa atas nama Mh (35) Warga Lombok Timur Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Dari data yang didapat wartawan melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Mesuji, diketahui sebelumnya pasien 01 Covid-19 kabupaten Mesuji ini pada bulan Juni 2020 melakukan perjalanan pulang kampung ke NTB dan bulan Juli kembali ke Mesuji untuk bekerja di PT GBP.

Namun setelah dilakukan Rapid dan SWAB terkonfirmasi positif ketika sebelumnya melakukan karantina mandiri di mess milik perusahaan.

Dengan kedapatan pasien positif Covid-19 tersebut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mesuji Yanuar Fitrian kepada wartawan mengaku tidak akan melakukan rapid-test massal, dan hanya akan melakukan rapid-test kepada orang yang melakukan kontak langsung dengan pasien terkonfirmasi positif.

“Kita melakukan rapid bagi yang kontak erat dengan orang yang terkompirmasi positif saja, tidak kita lakukan massal,“ terang Yanuar melalui pesan singkatnya.

Selain itu dalam keteranganya Kepala Dinas Kesehatan Mesuji meyakinkan jika warga yang terkonfirmasi positif tersebut bukan warga Mesuji, karena ber Kartu Tanda Penduduk nya dari Provinsi NTB.

“Bukan warga Mesuji, tapi karyawan perusahaan swasta yang ada di wilayah Kabupaten Mesuji, “ kilahnya. Kop.

Pewarta :
Muslim.

Leave a comment