Terbaru

Parfi Kubu Soultan Saladin akan Gelar Kongres Parfi ke 16

Soultan Saladin dan kubunya akan menggelar konggres Parfi.

KopiPagi JAKARTA : Dalam rangka menjaring masukan kepada anggota yang masih setia dengan Parfi hasil kongres Lombok 2016 dibawah komando Soultan Saladin,menggelar diskusi dihadiri puluhan artis film dan beberapa awak media.

“Kalau tidak ada aral melintang dan kondisi wabah pandemi Covid 19 berakhir kami akan segera menggelar kongres Parfi ke 16. Tapi kalau situasi belum memungkinkan insya Allah tahun 2021,” jelas Soultan Saladin mantap ketika ditemui di lokasi diskusi Senin malam (27/07/2020)

Hadir dalam diskusi antaranya pengacara Edy Triyono Sumartadi yang diminta menjelaskan ihwal keabsahan Parfi. Menurut suami artis Yanti Yaseer itu, masih ada kesempatan bagi Parfi untuk kembali ke titik nol.

“Karena keputusan tertinggi ada di tangan anggota, maka mengadakan kongres itu sangat bisa diadakan lagi agar Parfi memulai dari nol,” kata Edy menjawab pertanyaan Soultan Saladin.

Hadir pula anggota Parfi Iwan Burnani, Eko Kalyanto, Yanti Yaseer Triyono, Zenny Nurjanah, Syamsul B. Adnan, Eddie Karsito, Mack Dum dan lain-lain.

Ketua Plt DPO versi DPP Parfi Gatot Brajamusti, Ronal Rinaldo menegaskan dirinya melihat ada surat mandat yang dibuat dan ditandatangani oleh AA Gatot. Namun, belakangan Aa Gatot yang dalam masa tahanan atas kasusnya membantah membuat surat mandat untuk Soultan Saladin Cs.

Rencananya percepatan kongres dilakukan tahun ini atau paling lambat 2021.

Di rumah Haji Diyen Hasanuddin yang bergaya joglo dengan ornamen khas Jawa ini, mereka saling memberi masukan untuk organisasi yang terpecah tiga (Parfi Alicia Djohar, Parfi ’56, dan Parfi Soultan Saladin).

Sementara Tebe, wartawan film senior berpendapat suka tidak suka Parfi sudah terbelah dan sulit untuk disatukan kembali seperti era tahun 70-80 an.

“Sepertinya organisasi Parfi dari Sononya sulit disatukan dalam satu wadah. Terbukti dari setiap kepengurusan dari era Ratno Timoer , Aa Gatot Brajamusti hingga Alicia Djohar tak lepas dari gontok-gontokan,” ujar Tebe.

Untuk bisa mengembalikan Marwah Parfi, menurut Tebe, Parfi harus dikembalikan ke kitah. Ke tujuan awal berdirinya Parfi untuk apa.

“Sudah saatnya bersaing sehat, artinya kalau memang sulit disatukan,ya, jalani Organisasi Parfi. Biarkan ada Parfi 56, Parfi Kuningan,Parfi Soultan Saladin, dan Parfi versi siapapun. Yang penting legalitas diurus, jangan seperti selama ini. Meski memiliki nama besar tapi legalitas negara tidak diurus. Jadi tidak memiliki catatan resmi negara” tandasnya. Buyil/kop.

Leave a comment