Terbaru

Dojo Karate ‘Schreuder’ Mulai Latihan, Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

Para atlet saat latihan di Dojo Schreuder, Salatiga. (Foto : Heru Santoso).

KopiPagi SALATIGA : Meskipun dalam masa pandemi Covid-19, para atlet yang tergabung di Dojo Schreuder, Cabean, Kelurahan Mangunsari, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga tetap mengikuti latihan rutin dengan panduan dari para pelatih, hanya saja lebih banyak dengan latihan mandiri.

Puspa Aprilia, salah seorang pelatih di Dojo Schreuder mengatakan, bahwa dalam latihan mandiri itu para atlet (karate, wushu dan tinju) tetap berpedoman dengan arahan para pelatih. Bahkan, pelatih juga menyediakan buku panduan berlatih. Awalnya, masa pandemi Covid-19 itu, latihan dilakukan dua kali dalam satu minggu namun pantauan tetap dilaksanakan oleh pelatih.

“Dalam latihan mandiri yang dilaksanakan para atlet itu, atlet harus mendokumentasikan melalui video yang selanjutnya dikirimkan kepada pelatihnya masing-masing. Dari laporan online ini, pelatih dapat melakukan pantauan maupun evaluasi. Hanya saja, dalam latihan mandiri itu dapat dikatakan tidak maksimal. Atlet lebih senang berlatih secara langsung dengan ditunggu pelatih,” terang Lia, demikian panggilan Puspa Aprilia ketika ditemui koranpagionline.com di Dojo Schreuder Jalan Sentana No 167, Mangunsari, Salatiga, Sabtu (04/06/2020).

Ditambahkan, di Dojo Schreuder sendiri juga membina atlet PON Jateng ada 5 atlet, terdiri dari 4 atlet wushu dan 1 atlet karate. Mereka dalam masa pandemi Covid-19 ini, juga melakukan latihan mandiri. Dalam latihan mandiri tersebut tetap mendasari pada pedoman yang diberikan oleh pelatihnya, sehingga tidak asa berlatih. Pasalnya, suda ada pedoman yang baku yang harus dilaksanakan atlet dan pelatih.

Lia menambahkan, bahwa mulai bulan Juli 2020 ini sudah dimulai latihan langsung di Dojo Schreuder. Namun, pihaknya tetap dengan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 secara ketat. Setiap hari Rabu dan Minggu, komplek Dojo Schreuder ini dilakukan penyemprotan disinfektan.

“Untuk latihan sudah kita lakukan secara rutin, mulai Senin, Selasa, dan Rabu khusus penyemprotan disinfektan di kompolek Dojo Schreuder. Lalu, hari Kamis sampai Sabtu latihan rutin dan hari Minggu kembali dilakukan penyemprotan disinfektan. Para atlet dan pelatih saat memasuki arena latihan pun wajib mematuhi protokol kesehatan,” katanya.

Disinggung persiapan ajang Porprov Jateng 2022 mendatang, khususnya di Dojo Schreuder sedang “menggembleng” sebanyak 19 atletnya. Mereka dari 3 cabang olahraga (cabor) yaitu karate, wushu dan tinju. Para atlet tersebut, dengan rutin wajib berlatih dengan pengawasan dan pantauan langsung pelatih masing-masing. Harapannya, saat berlaga di ajang Porprov Jateng 2022mendatang, dapat menorehkan hasil yang maksimal.

“Kami pun hingga kini masih menunggu informasi yang pasti akan pelaksanaan Porprov Jateng tersebut. Pasalnya, PON saja sudah pasti diundur pelaksanaannya, apakah Porprov Jateng itu diundur atau tidak, belum ada informasi yang pasti. Yang jelas, diundur atau tetap waktu pelaksanaannya, Dojo Schreuder tetap mempersiapkan para atletnya,” ujarnya.

Di Dojo Schreuder sendiri, hingga kini membina dan melatih kurang lebih 100 atlet, mulai usia 6 tahun. Sementara untuk atlet yang pernah bertanding bahkan juara di tingkat lokal, regional, nasional maupun internasional ada 35 atlet. Mereka ini sudah ‘malang-melintang’ mengikuti berbagai kejuaraan. Pelatih yang inti membina para atlet di Dojo Schreuder ada 5 pelatih, dengan pelatih kepala Hermansyah Monginsidi. Bahkan, di Dojo Schreuder ini juga melatih dan membina para atlet binaan Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Salatiga dan ada 10 atlet.

“Sampai sekarang ini, jumlah atlet binaan di Dojo Schreuder ada kurang lebih 100 atlet, dengan lima pelatih ini. Pelatih kepala adalah Hermansyah Monginsidi. Dari 100 atlet itu, sebanyak 35 atlet yang telah ‘malang-melintang’ mengikuti kejuaraan karate, wushu, tinju di berbagai tingkatan. Baik lokal, regional, nasional maupun internasional,” tandas Puspa Aprilia. Kop.

Pewarta : Heru Santoso.

Leave a comment