Terbaru

Kita Tajir Bareng 2020, Kembangkan Sektor UMKM Sebagai Penggerak Ekonomi

Tito Maulana, Co-Founder Tajir & Ketua Komite Tetap Bidang Keuangan Kadin DKI Jakarta.

KopiPagi JAKARTA : Pandemi yang disebabkan wabah Covid-19, memukul mundur sektor ekonomi secara global. Lini bisnis dengan kapital besar, ikut terdampak pandemi, terutama yang melibatkan aktivitas tatap muka dan melancong.

Proyeksi yang dipaparkan penelitian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pada Mei 2020 lalu, sebagaimana dikutip dari katadata.com (15/05/2020), menyatakan bahwa sektor pariwisata dalam negeri merugi hingga US$ 2 milyar.

Peluncuran Program Kita Tajir Bareng – program pembinaan dan pengembangan UKM/UMKM muslim oleh Tajir

UMKM juga ikut terdampak cukup signifikan ada di UMKM unit makanan & minuman (27%) dan unit usaha kerajinan kayu dan rotan (17,03%). Meski demikian, rekam jejak UMKM dalam rantai ekonomi nasional, sempat dinarasikan sebagai harapan bagi rakyat dalam kondisi saat ini, dengan memberdayakan kanal daring.

Berbekal harapan tersebut, Tajir berkolaborasi dengan Wardah merancang program Kita Tajir Bareng bagi para pelaku UKM/UMKM muslim Indonesia untuk berkontribusi membangkitkan ekonomi nasional berbasis lokal melalui sistem ekonomi syariah.

“Kita Tajir Bareng sebetulnya direncanakan akan dilangsungkan mulai Maret 2020, tapi qadarullah ada banjir di lokasi yang sudah kita booking, kemudian ada covid-19. Karena ada himbauan physical distancing, maka program kita rancang ulang disesuaikan dengan kondisi sekarang.”

“Kita menargetkan banyak UKM/UMKM untuk bergabung, namun bertahap. Untuk perdana kita targetkan antara 200-300 UKM/UMKM dapat ikut dalam program Kita Tajir Bareng 2020” ujar Tito Maulana, Co-Founder Tajir & Ketua Komite Tetap Bidang Keuangan Kadin DKI Jakarta.

Program ini membuka pendafaran bagi para pelaku UKM/UMKM muslim sebanyak-banyaknya untuk kemudian dikurasi dan diikutsertakan dalam program pelatihan dan pembinaan yang nantinya akan bermuara pada akses permodalan. Pelatihan dan pembinaan meliputi konsep, model, hingga optimalisasi bisnis dalam memperbesar peluang pemasaran melalui ekosistem terintegrasi di bawah payung Tajir. Program pelatihan akan dilakukan secara online bekerjasama dengan Sekolah Digital Bisnis Indonesia (SDBI). Rangkaian pelatihan dan pembinaan, insyaAllah akan bermuara pada akses permodalan usaha.

Pendiri Sekolah Digital Bisnis Indonesia (SDBI), Yoso Lukito mengatakan “Tujuan bisnis selain ada 4, startup, growth up, duplicate, product potential, baru investor datang ke kita”.

Pendaftaran secara resmi dibuka pada 27 Juni 2020 usai peluncuran acara melalui situs resmi Tajir di https://tajir.co.id/bekal/register.

Kita Tajir Bareng sendiri merupakan langkah kedua dari rangkaian gerakan muamalah ekonomi syariah Tajir, di mana sebelumnya telah dibuka melalui kegiatan Takjub Akbar pada 19 Januari 2020. Melalui rangkaian program yang berfokus pada pengembangan ekonomi syariah ini, Tajir berharap dapat ikut berkontribusi kepada Tanah Air dalam menanamkan optimisme di tengah pandemi. InsyaAllah.

Tentang PT Jalan Setelah Hijrah

PT Jalan Setelah Hijrah menghadirkan Tajir yang merupakan gerakan muamalah kolaboratif yang mengajak para saudara seiman yang telah berkecimpung di dunia usaha, baik sebagai pelaku usaha maupun profesional Muslim sukses, untuk memberi pembekalan serta permodalan kepada kaum muslimin yang telah maupun dalam proses berhijrah.

Ekosistem Tajir mengacu pada penguatan ekonomi umat melalui perwujudan muamalah, yakni bisnis syarii. Tajir berupaya menjawab tantangan polemik sosial yang dihadapi para pejuang hijrah secara umum khusus nya milenial, terutama pada sektor ekonomi.

Kita menargetkan banyak UKM/UMKM untuk bergabung, namun bertahap. Untuk perdana kita targetkan antara 200-300 UKM/UMKM dapat ikut dalam program Kita Tajir Bareng 2020″ ujar Tito Maulana, Co-Founder Tajir & Ketua Komite Tetap Bidang Keuangan Kadin DKI Jakarta. Peluncuran Program Kita Tajir Bareng – program pembinaan dan pengembangan UKM/UMKM muslim oleh Tajir. Ril/kop

Leave a comment