Terbaru

Kejari Bone All Out Awasi Penggunaan Anggaran Penanggulangan Covid -19

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Bone, Dr Eri Satriana SH MH,

KopiOnline BONE, – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Bone, Dr Eri Satriana SH MH, meminta seluruh stake holder dan masyarakat mendukung penuh langkah Pemerintah Kabupaten Bone dalam upaya menanggulangi dampak wabah (pandemic) virus corona atau Coronavirus Disease (Covid -19).

Hal itu dikatakan Eri Satriana menyusul langkah dan kebijakan Pemkab Bone yang bakal menggelontorkan dana sebesar Rp 80 miliar lebih untuk penanggulangan dampak wabah (pandemic) virus corona atau Coronavirus Disease (Covid -19).

Anggaran hasil refocusing dan realokasi APBD Kabupaten Bone tahun 2020 itu saat ini tengah di mapping pengalokasiannya oleh APIP (Aparat Pengawasan Intern Pemerintah) dan Biro Keuangan Pemkab Bone.

Terkait dengan anggaran refocusing dan realokasi APBD senilai Rp 80 miliar lebih itu, baik Pemkab Bone maupun DPRD Kabupaten Bone, meminta pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bone untuk melakukan pendampingan dan pengawasan penggunaan anggaran untuk penanggulangan wabah (pandemic) Covid -19 itu.

“Kami akan all out mendampingi dan mengawasi penggunaan anggaran refocusing dan realokasi itu,” ujar Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Bone, Dr Eri Satriana SH MH, ketika dihubungi koranpagionline, kemarin.

Menurut Eri Satriana, pihaknya bersama Pemkab Bone sudah membahas rencana kebutuhan belanja yang akan diberdayakan sebagai anggaran untuk antisipasi dan penanggulangan dampak wabah (pandemic) Covid -19.

Anggaran refocusing dan realokasi Pemkab Bone tahun 2020 yang ditaksir mencapai Rp 80 miliar itu nantinya akan dipergunakan untuk kebutuhan bidang kesehatan, perlindungan sosial dan stimulus ekonomi di tengah-tengah dampak wabah (pandemic) Covid -19.

“Terkait dengan anggaran refocusing dan realokasi itu, kejaksaan akan melakukan pendampingan dan pengawasan sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya,” kata Eri Satriana.

Untuk itu, tambah Eri Satriana, Kejari Kabupaten Bone akan mengerahkan satuan kerja bidang perdata dan tata usaha negara (Datun) melakukan pendampingan dengan membuat legal opinion (pendapat hukum), sehingga pihak eksekutif maupun legislatif di Kabupaten Bone tidak ragu untuk melangkah.

Kejari Bone, kata Eri Satriana, juga akan menerjunkan bidang intelijen untuk meneliti ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan dalam pelaksanaan anggaran refocusing dan realokasi untuk penanggulangan dampak wabah (pandemic) Covid -19.

Selanjutnya, jelas Eri Satriana, Kejari Bone juga akan melibatkan bidang pidana khusus (Pidsus) melalui pendekatan corruption impact asessement sebagai langkah mencegah potensi penyalahgunaan anggaran dalam penanganan Covid-19.

“Ketiga satuan kerja di Kejari Bone itu akan bekerjasama bahu membahu guna memastikan anggaran refocusing dan realokasi APBD tahun 2020 itu terlaksana dengan baik, tepat sasaran, terukur dan tepat waktu,” ucap Eri Satriana.

Eri Satriana mengingatkan seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di Kabupaten Bone untuk tidak melakukan tindakan penyelewengan atau penyalahgunaan dalam proses penganggaran tersebut.

Jika dilihat ada potensi penyalahgunaan, ungkap Eri Satriana, pihaknya terlebih dahulu akan memberikan saran untuk dilakukan perbaikan dan memberikan edukasi.

“Tapi, jika tetap melakukan penyelewengan atau penyalahgunaan, kami tidak segan-segan akan melakukan tindakan tegas mengingat anggaran ini sangat dibutuhkan dalam keadaan tanggap darurat bencana nasional,” kata Eri Satriana. Syamsuri

Leave a comment