Terbaru

In Memorium Dr Arminsyah SH Msi, Jaksa Agung Burhanudin : Kami Merasa Kehilangan

KopiOnline JAKARTA, – Kepergian Wakil Jaksa Agung, Dr Arminsyah SH Msi, yang meninggal dunia pada Sabtu (04/04/2020), menyisakan banyak kenangan dan rasa kehilangan yang mendalam bagi sahabat, kerabat dan teman sejawat.

Jaksa Agung Dr Sanitiar Burhanuddin SH MH menyebut, jajaran Korps Adhyaksa kehilangan sosok yang menjadi idola dan panutan para jaksa di seluruh Indonesia itu.

“Almarhum bapak Arminsyah adalah orang baik. Kami merasa kehilangan,” kata Jaksa Agung Burhanuddin ketika dihubungi Koranpagionline.com di Jakarta, Minggu (05/04/2020).

Almarhum Arminsyah sebagai seorang sahabat yang setia dan menyenangkan

Hal senada juga diungkapkan mantan Jaksa Agung HM Prasetyo. Dia mengungkapkan bahwa almarhum Arminsyah adalah pribadi yang baik. “Bahkan sangat baik,” katanya kepada wartawan, Minggu (05/04/2020).

Prasetyo menuturkan, almarhum Arminsyah sebagai seorang sahabat yang setia dan menyenangkan, baik di dalam pergaulan maupun sebagai pasangan dan partner dalam tugas dan pekerjaan, yang  memiliki integritas,  memahami peran dan posisinya demi terjalinnya hubungan  harmonis di dalam bekerja bersama.

Almarhum Arminsyah adalah seorang yang pandai memegang teguh  kepercayaan atas apa yang menjadi tugas, pekerjaan dan tanggung jawabnya. Baginya kesetiaan bukan hanya kewajiban bawahan terhadap atasan, tetapi seorang pimpinan perlu juga loyal kepada anggota dan  bawahannya.

Arminsyah sangat disenangi karena sifatnya yang juga selalu berusaha tidak mau mengecewakan orang lain. “Almarhum Arminsyah adalah seorang sahabat dan teman kerja yang  tidak gemar menonjolkan diri. Tahu apa yang harus dilakukan dan arif kapan saatnya  harus berbicara ketika memang diperlukan. Tidak pernah ingin mendahului apalagi mencederai  kepercayaan yang diberikan,” ucap Prasetyo.

Prasetyo pun teringat dalam sebuah kesempatan makan siang dengan para Jaksa Agung Muda (JAM) yang dilakukan setiap hari selama lima tahun bersama, semua sependapat bahwa ketika melihat “ke bawah”, apapun yang sudah berhasil  dicapai di dalam karier dan kehidupan keseharian, maka itu semua adalah Rahmat dariNya yang harus disyukuri dan dijaga dengan sebaik-baiknya.

“Hal itulah yang kemudian  ditularkan dan ditanamkan  kepada segenap insan Adhyaksa untuk agar semua mau dan mampu bekerja dengan penuh ketulusan dan keikhlasan,” ujar Prasetyo. 

Prasetyo meyakini bahwa Korps Adhyaksa tentunya semua merasa berduka dengan berpulangnya  sosok  pimpinan  yang meninggalkan banyak kesan kenangan yang patut dicontoh dan diteladani.

“Selamat jalan sahabat saya Arminsyah. Semoga Allah SWT menempatkanmu di tempat yang paling baik dan terbaik di sisiNya,” tutur Prasetyo seraya menyebut bahwa dirinya saat ini benar-benar sedih dan menangis mendoakan kepergian almarhum Arminsyah.

Sementara itu Jaksa Agung Muda Pidana Umum (Jampidum) Kejaksaan Agung, Dr Sunarta SH MH, juga merasa sangat kehilangan atas meninggalnya Wakil Jaksa Agung Arminsyah.

Baginya, Arminsyah adalah sosok seorang pimpinan, guru, sahabat dan teman yang mumpuni integritas dan intelektualitasnya sebagai seorang jaksa.

“Saya sangat kehilangan beliau yang sudah sejak puluhan tahun lalu menjadi tempat berdiskusi, bertukar pikiran serta berbagi ilmu dan pengalaman,” ujar Sunarta kepada koranpagionline.com, Minggu (05/04/2020).

Dia mengatakan, seluruh satuan kerja pada Jaksa Agung Muda Pidana Umum (Jampidum) Kejaksaan Agung mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Wakil Jaksa Agung Dr Arminsyah SH Msi.

“Semoga almarhum bapak Arminsyah khusnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, amin,” tutur Sunarta.

Kehilangan mendalam juga dirasakan Kepala Badan Pendidikan Dan Latihan (Kabandiklat) Kejaksaan RI, Setia Untung Arimuladi. Menurutnya, almarhum Arminsyah adalah sosok rendah hati, santun, perhatian terhadap bawahannya, tulus dan ikhlas membantu siapapun yang harus dibantu.

“Korps Adhyaksa sangat kehilangan salah satu putra terbaiknya,” kata Setia Untung Arimuladi yang juga Ketua Umum Persatuan Jaksa Indonesia (PJI) ketika dihubungi koranpagionline.com di Jakarta, Minggu (05/04/2020).

Setia Untung Arimuladi mengungkapkan bahwa almamarhum Arminsyah sering mengingatkan Generasi Muda Adhyaksa agar dapat mengimplementasikan 5 kecerdasan untuk membangun manusia.

“Lima kecerdasan itu meliputi keceradasan Fisik, Intelektual, Emosional, Sosial dan Spiritual,” ungkap Untung, demikian sapaannya.

Menurut Untung, almarhum Arminsyah selalu memberikan semangat memotivasi dan mendorong satuan unit kerja untuk membangun perubahan, khususnya dalam meraih predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) sangat luar biasa. Semangat Perubahan ini yang harus bisa ditiru oleh para generasi penerus.

“Selamat jalan Pak Arminsyah. Semangat perubahan yang bapak tunjukkan dan berikan untuk institusi kejaksaan, sebagai kenangan dan panutan generasi muda adhyaksa yang tidak akan pernah padam. Kami senantiasa mendoakan semoga Allah SWT mengampuni segala dosa dan kekhilafannya serta menerima semua amal ibadah dan kebaikan bapak selama ini. Amin YRA,” ucap Untung.

Rasa kehilangan atas wafatnya Wakil Jaksa Agung Arminsyah tak Cuma dirasakan oleh kalangan internal kejaksaan saja, melainkan juga dari eksternal kejaksaan.

Kenangan Wakil Jaksa Agung DR. Arminsyah bersama Wartawan Kejaksaan Agung

Seperti yang diungkapkan mantan Deputi Bidang Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur, dan Pengawasan pada Kemenpan RB, Drs Muhammad Yusuf Ateh Ak MBA, yang saat ini menjabat Kepala BPKP Pusat dan merupakan sahabat almarhum Arminsyah.

Menurut Yusuf Ateh, almarhum Arminsyah adalah sosok yang bersahaja, rendah hati, mau berkawan dengan siapa saja dan dari semua golongan tanpa melihat status sosialnya serta sangat ceria.

“Almarhum Arminsyah adalah seorang yang sangat tulus, senang membantu orang dan seringkali memikirkan orang-orang yang tidak mampu,” kata Yusuf Ateh, Minggu (05/04/2020).

Ateh mengaku, selama 3 tahun, Dirinya bersama almarhum membangun percontohan unit-unit kerja kejaksaan yang bebas korupsi dan melayani rakyat dengan baik.

Menurut Ateh, almarhum Arminsyah memiliki tekad dan keinginan yang kuat agar institusi kejaksaan menjadi lembaga yang bersih, disegani, berwibawa dan menjadi contoh bagi lembaga penegak hukum lainnya.

“Selamat jalan Pak Arminsyah. Biarlah tawa ceria, kesahajaan, dan kebaikan bapak tetap bersemayam dalam hati sanubari kami dan menjadi kenangan baik dan kami bersaksi bapak pribadi yang baik. Semoga Allah SWT mengampuni semua dosa, kesalahan serta kekhilafan pak Arminsyah dan menerima semua amal ibadah dan kebaikan bapak selama hidupnya.  Aamiin Yaa Robbilalamin,” ucap Ateh.

Rasa kehilangan juga diungkapkan H Devi Andita, Wakil Kepala Badan Bela Negara PP KB FKPPI, yang merupakan sahabat dari almarhum Wakil Jaksa Agung Arminsyah.

Menurut Devi Andita, sosok almarhum Wakil Jaksa Agung Arminsyah adalah pribadi yang sangat sederhana dan bersahaja, tidak membedakan status dalam pergaulannya dalam kapasitasnya sebagai jaksa.

Devi Andita mengaku mengenal almarhum Arminsyah sebagai sosok bapak bagi jaksa sekaligus penggerak perubahan Reformasi Birokrasi di lingkungan Kejaksaan RI yang tidak kenal menyerah dan lelah.

“Selamat Jalan pak Arminsyah. Kami senantiasa mendoakanmu dan kami kehilangan tokok bapak panutan,” tutur Devi Andita. Syamsuri

Leave a comment