Terbaru

Puskesmas Kajai Berharap MRPB-Peduli Turut Tangani Stunting di Pasaman Barat

Gani, balita yang mengalami gizi buruk

KopiOnline Pasaman,- Gerakan Peduli Sosial Kemanusiaan yang tergabung pada Mata Rakyat Pasaman Barat Pedulu (MRPBP) saat diminta oleh pihak Puskesmas Kajai Kecamatan Talamau melalui Kepala Puskesmas, Zainuddin Arrafii Harahap SKM, untuk ikut berpartisipasi dalam membantu menangani kasus dugaan gizi buruk yang ditemukan di Kajai.

Zainuddin berharap tidak perlu melalaui birokrasi yang njelimet namun langsung bergerak dan melakukan aksi kemanusiaan dengan meminta kepada warga MRPB untuk kembali menyalurkan infaknya melalui rekening MRPB Peduli di BRI Cabang Pasaman Barat nomer rekening 0615-01-008410-53-1

Menurut Decky H. Sahputra adapun dugaan Gizi buruk tersebut diderita oleh Gani, bayi usia 11 bulan, putra dari pasangan Dino Afrianto (33) dan Mardiani (31). Hal tersebut terjadi karena ke dua orangtua Gani memiliki kesibukan mencari nahkah hingga anak terlantar. Sementara dari usaha mereka ternyata hasilnya pun tidak mencukupi untuk kebutuhan keluarga. Bahkan, akibat dari itu bayi mereka kurang mendapat perhatian hingga kurang terawat, akhirnya tanpa disadari Gani menderita gizi buruk.

“Semoga balita Gani mendapatkan perhatian dan bantuan dari Dinas terkait di Pemkab Pasaman Barat.” harap Decky.

Menurut Zainuddin kasus gizi buruk tersebut diketahui saat Gani dibawa ke Puskesmas oleh keluarganya karena menderita diare. Dugaan atas adanya penderita gizi buruk terhadap Gani yakni saat bayi ditimbang, ternyata meskipun Gani sudah berumur 11 bulan, namun berat badannya hanya 4,9 kg. Akhirnya balita tersebut dirujuk oleh dokter Puskesmas ke RSUD Pasaman Barat untuk perawatan lanjutan, dan telah dibawa ke RSUD siang tadi dengan menggunakan ambulan Puskesmas Kajai, untuk mendapat perawatan intensif.

Pihak Puskesmas saat dikonfirmasi atas dugaan gizi buruk ini membenarkan kalau pasien mengalami gizi buruk.

Menurut Zainuddin sebelumnya memang beberapa waktu lalu pada saat dilakukan penimbangan massal di Posyandu, pihaknya sudah memprediksi kalau sang bayi ada mengalami gizi buruk. Saat itu pihaknya sudah melakukan penanganan spesialisnya untuk sementara memberikan makanan tambahan, akan tetapi pasien terus mengalami penurunan kesehatan, hingga mengalami diare.

Apa lagi karena kesibukan kedua orangtuanya dalam mencari nafkah, hingga perhatian kepada kesehatan Gani terabaikan bahkan jarang dibawa keluar oleh kedua orangtuannya, apalagi dibawa untuk periksa kesehatan ke Puskesmas, ataupun Posyandu.

Akhirnya Gani Senin siang itu (02/03/2020) dirujuk oleh dokter Puskesmas ke RSUD Pasbar untuk perawatan lanjutan, dengan menggunakan ambulan Puskesmas Kajai.

Decky Harmiko Sahputra kepada media ini menerangkan bahwa kedua orang tua Gani tersebut memang termasuk keluarga kurang mampu dengan dua anak. Dimana selama ini mereka berdomisili di Batam makanya mereka punya KK Batam.

Karena tuntutan sulitnya kehidupan maka mereka kembali ke kampung halaman dan baru dua tahun ini mereka berdomisili di Kampung Nagari Kajai Kecamatan Talamau Kabupaten Pasaman Barat, itu makanya mereka tidak punya BPJS.

Ditambahkan Decky bahwa sehari-hari kedua orangtua Gani hanya mengais rejeki bekerja apa adanya alias serabutan yakni Dino sang ayah bekerja sebagai tukang ojek, sedangkan istrinya Mardiani berjualan gorengan di depan rumah mereka di Kajai.

Decky berharap Gani mendapatkan perhatian dan bantuan dari donatur dan Dinas terkait sehingga beban yang mereka alami tidak begitu berat.

Sementara kepala Puskesmas Kajai, Zainuddin Arrafii Harahap SKM, saat dikonfirmasi membenarkan kalau pasien gizi buruk, apalagi keluarga tersebut tidak mempunyai KK dan BPJS. Sebab, mereka baru beberapa tahun berdomisili di Kajai, makanya harus bekerja sama dengan kolaborasi kemanusiaan MRPB Peduli untuk tindakan perawatan selanjutnya.

“Alhamdulillah berkat kerjasama dari segala lini bahkan dari kolaboraksi Mata Rakyat Pasaman Barat (MRPB) pasien dapat dirujuk ke RSUD Jambak.” terang Zainuddin

Semoga balita Gani mendapatkan perhatian dan bantuan demi kesembuhannya dan kepada para dermawan yang ingin ikut berkontribusi dalam gerakan sosial kemanusiaan ini, silahkan salurkan infaknya melalui rekening MRPB Peduli di BRI Cab. Pasaman Barat, no. rekening 0615-01-008410-53-1,” himbaunya.

Sementara itu, Dokter spesialis anak dari Siloam Hospitals Bogor, dr Melisa A, MBiomed, SpA mengatakan, stunting adalah masalah gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang lama.
“Stunting lebih kepada kurangnya tinggi badan dibandingkan pada usia yang sama yang biasa umum terjadi pada anak balita,” tutur dr Melisa beberapa waktu lalu.

Menurut dr Melisa, awal terjadinya stunting disebabkan oleh gizi buruk karena kurangnya asupan gizi yang sesuai tubuh, yang mengakibatkan kurang tingginya anak pada usia yang sama sekitar (kurang 2 cm) berdasarkan standardisasi WHO dan dikuti dengan berat badan yang kurang dari standar pada anak umumnya. “Jadi stunting ini adalah akibat dari gizi buruk yang berkepanjangan,” ujar dia. Zoelnasti

Leave a comment