Terbaru

Kolaborasi NU–Muhamadiyah Bisa Pasangkan Dr. Siti Azizah – DR H. Rahmat Salam

DR. Siti Nur Azizah, baakal calon Walikota Tangsel, saat berada di tengaah para juri dan MC Lida Indosiar.

KopiOnline Tangsel,– Peluang Pilwali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) di Pilkada 2020 sangat terbuka lebar karena belum adanya kandidat Walikota dan Wakil Walikota yang terlihat domainnya di tengah masyarakat. Ini artinya masih terbuka peluang sosok pemimpin yang diharapkan 1,6 juta masyarakat Kota Tangsel.

Hal ini disebabkan, belum ada tokoh yang dominan berpeluang maju. Tak ayal, wacana mencari sosok pemimpin Kota Tangsel yang Cerdas, Moderen, Religius ini masih terus berlangsung.

Namun panasnya aura politik di Pilkada 2020 khususnya di Kota Tangerang Selatan sudah tidak dapat dipungkiri lagi. Kasak-kusuk untuk dapat tampil menjadi kandidat Walikota dan Wakil Walikota Kota Tangsel sudah terjadi. Senyap tapi pasti, beberapa kandidat terus menyeleksi siapa yang layak dan mumpuni untuk bersanding dan mendampingi kandidat Walikota Tangsel.

Sentilan mulai beredar, akan adanya kolaborasi kandidat yang notebane kader ormas Islam dari NU – Muhammadiyah. Ini adalah satu wacana yang kini mengemuka untuk mempersatukan dua ormas besar di Indonesia yakni Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah melalui kadernya yang menjadi kandidat Walikota dan Wakil Walikota Tangsel untuk maju di Pilkada 2020 Tangsel.

Ketua Ikatan Mahasiswa Demak (Imade) se-Jabodetabek Aan, saat ditemui mengatakan kandidat Walikota Hj Siti Nur Azizah merupakan sosok kader NU, ketika berpasangan dengan DR H. Rahmat Salam yang juga kader mililitan di Muhamadyiah, tentu akan menjadi daya dobrak yang kuat.

Aan Asep Sunarya S.M Ketua Ikatan Mahasiswa Demak (Imade) Sejabodetabek

Ormas Islam NU dan Muhammadiyah memiliki basis yang besar di akar rumput hingga ke tingkat atas dengan kekuatan massa yang sangat diperhitungkan selama ini.

Jika terjadi kolaborasi Kader NU – Muhammadiyah maju di Pilkada 2020 tentunya peta politik di Kota Tangerang Selatan semakin ramai dan menyedot perhatian publik. Intinya, kolaborasi harus disikapi secara global,. Bila ini terjadi, tentunya semua untuk kepentingan kepemimpinan dan masyarakat Kota Tangerang Selatan seutuhnya.

Dua ormas Islam yang sama–sama memiliki karakteristik relegius-relegius tentunya dapat diterima. karena kedua Ormas besar di Indonesia ini sudah teruji dan memiliki loyalitas terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia. Selain itu, kedua Orams Islam ini memiliki unsur nasionalis yang sangat kuat, baik itu NU dan Muhammadiyah yang tak perlu diragukan lagi nasionalismenya.

“Saya kira tak tertutup kemungkinan calon di Pilwali Kota Tangerang Selatan akan muncul pasangan dari unsur NU dan Muhammadiyah,” katanya saat dikonfimasi media, Senin (24/02/2020).

Menurutnya, kader dua Ormas Islam terbesar di Indonesia ini memiliki kader yang potensial dan kapasitas untuk menjadi pemimpin. Kita tidak perlu meragukan kapasitas ketika kandidat Walikota dan wakil Walikota berasal dari kader NU dan Muhammadyiah untuk maju di Pilkada 2020 Tangerang Selatan.

“Kedua tokoh ini menurut pandangan saya, sangat layak dan siap. Jadi itu tak perlu lagi diragukan kapasitasnya. Partai-partai juga pastinya lebih mengetahui kapabilitas dan akuntabilitas sebelum melirik tokoh-tokoh potensial tersebut,” dalih aktivis ini.

Sementara itu hal senada disampaikan oleh Ir.H.R.Hidayat M.HS, Senin (24/02/2020) menyatakan bahwa masyarakat Tangerang Selatan itu sangat plural dan dikenal dengan independensinya. Karena itu kemunculan kandidat Walikota dan Wakil Walikota yang merupakan kader NU – Muhammadiayah dengan berkolaborasinya, tentu masyarakat akan mendapat respon dengan baik. Semua kan untuk kemaslahatan masyarakat secara keseluruhan.

Ir.H.R.Hidayat M.HS

“Masyarakat Tangerang Selatan dikenal dengan keterbukaan dan tidak sempit dalam berpolitik karena sikap personal warga di Tangerang Selatan cukup tinggi. Namun kultural keagamaannya juga cukup kuat, didominasi NU-Muhammadiyah. Selain itu, berbagai etnis juga ada di kota ini. Jadi peluang koalisi di Pilwali Kota Tangerang Selatan sangat terbuka,” ungkapnya.

Diakuinya, Kota Tangerang Selatan membutuhkan figur Walikota dan Wakil Walikota yang berkelas karena, posisinya yang sangat strategis karena berdekatan langsung dengan Ibukota Negara yaitu Jakarta sehingga yang akan memimpin Kota Tangerang Selatan juga harus orang yang berkelas dan kompetable.

“Syaratnya itu, harus punya kemampuan, punya relasi sosial, material, organisasional baik parpol maupun ormas,” jelasnya.

Ditambahkannya, kekuatan kultural dalam Pilkada langsung tak bisa diabaikan bahkan setara dengan kekuatan politik. Terlebih, suara Pileg tidak terlalu signifikan jika dibandingkan suara di Pilkada langsung. Ini jelas, masyarakat yang memiliki hak pilih di suatu wilayah yang akan merasakan dan mengetahui sosok kandidatnya.

“Saya kira kehadiran orang di luar Parpol di Pilwali Kota Tangerang Selatan khususnya dari figur Wakil Walikotanya, tentunya akan menghasilkan pemimpin yang berkualitas,” tegasnya.

Insert. Djoni Gunanto, Dosen Fisip UMJ,

Sementara itu, pandangan yang sama juga disampaikan Djoni Gunanto, Dosen Fisip UMJ, Senin (24/02/20) mengaku sangat mendukung jika di Pilwali Kota Tangerang Selatan muncul pasangan dari kader NU-Muhammadiyah. Alasannya, kehadiran dua Ormas Islam terbesar di Indonesia ini, akan mampu meredam isu-isu gerakan radikal. Kedua Ormas terbesar Islam ini juga merangkul dan mengayomi semua pemeluk Agama lain selain Islam yang ada di Indonesia.

“Kalau koalisi NU – Muhammadiyah ini terwujud, semakin nyata bahwa Kota Tangerang Selatan semakin erat persatuan dan kesatuannya dan semakin kokoh jalannya pembangunan Kota Tangerang Selatan yang lebih maju ke depannya,“ pungkasnya. *vr5/kop

Leave a comment