Terbaru

Punya Hak Imunitas, Polisi Harus Izin Jokowi untuk Periksa Mulan Jameela

Mulan Jameela Anggota DPR RI F-Gerindra Saat Berada di Ruang Sidang - Foto Istimewa

KopiOline Jakiarta,- Berdalih, sebagai anggota DPR, kliennya punya hak imunitas yang tertuang dalam Undang-undang Nomor 13 Tahun 2019 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD atau UU MD3, Kuasa hukum Mulan Jameela, Ali Lubis, menyatakan, polisi harus memiliki izin tertulis dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk melakukan pemeriksaan.

ADVETORIAL

Seperti diberitakan, Mulan Jameela disebut-sebut terjerat kasus investasi bodong beromzet ratusan miliar rupiah, Memiles.

“Terkait dengan rencana pemanggilan terhadap klien saya oleh pihak berwajib, maka tidak bisa serta merta dilakukan pemanggilan karena saat ini Mulan Jameela sebagai anggota DPR RI yang memiliki hak imunitas yang diberikan oleh UU MD3 dan harus memiliki izin tertulis dari Presiden,” kata Ali dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (11/01/2020).

Ali Lubis juga menegaskan bahwa Mulan Jameela tidak ada kaitan dengan Memiles. Ali menerangkan, berdasarkan kontrak perjanjian kerja sama Nomor 020/SMS/RCM/MJ/XII/20 tertanggal 5 Desember 2019 antara pihak koordinator bakat sebagai pihak pertama dengan Republik Cinta Management (RCM) sebagai pihak kedua, tidak ada satu pasal pun yang berbunyi tentang hak dan kewajiban Mulan Jameela melakukan promosi untuk Memiles.

Dengan kata lain, Mulan hanya sekadar mengisi acara yang digelar Memiles. Tidak ada kaitan apa pun dengan investasi bodong tersebut.
“Bahwa berdasarkan perjanjian kerja sama tersebut Mulan Jameela hanya tampil sebagai pengisi acara,” tuturnya.

Oleh sebab itu, tambah Ali Lubis, dirinya mengimbau semua pihak untuk tidak menuding kliennya terlibat dalam kasus Memilies.

Polda Jawa Timur berencana memanggil penyanyi yang kini anggota DPR Fraksi Gerindra Mulan Jameela untuk diperiksa atas dugaan kasus investasi bodong melalui aplikasi bernama Memiles. Ada pula beberapa artis lain yang bakal diperiksa.

Mereka adalah Eka Deli (ED), Marcello Tahitoe (MT) alias Ello, Adjie Notonegoro (AN), dan Judika (J).

“Ada beberapa inisial TM, ID, ZG, UGB dan MJ. Ini akan kami panggil semuanya karena terkait mekanisme operasional perusahaan (Memiles),” kata Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan, di Mapolda Jatim, Surabaya, Jumat (10/1).

Sejauh ini, Polda Jatim telah menetapkan 4 orang tersangka, yakni KTM, FS, ML dan PH. polisi juga berhasil menyita barang bukti uang tunai dari tersangka sebesar Rp122 miliar, 18 unit mobil, dua sepeda motor, puluhan barang elektronik dan beberapa aset berharga lainnya.

Atas perbuatannya, para tersangka dipersangkakan Pasal 106 jo 24 ayat (1), dan atau Pasal 105 jo Pasal 9 Undang-undang nomor 7 tahun 2014 tentang perdagangan, dan atau Pasal 46 ayat (1) dan ayat (2) jo Pasal 16 ayat (1) Undang-undang nomor 10 tahun 1998 tentang perubahan atas Undang-undang nomor 7 tahun 1992 tentang perbankan. Otn/kop.

Leave a comment