Terbaru

Budayakan Jalan Kaki Pemprov DKI Gelontorkan Rp 1,2 T untuk Bangun Trotoar

Jalur Pedestrian di Jalan Kendal Jakarta Pusat. Dok Humas Pemprov DKI

KopiOnline Jakarta,- Meski banyak dikritik karena dianggap memakan badan jalan raya sehingga menimbulkan kemacetan, namun kebijakan yang digagas Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk membangun dan memperlebar ruas trotoar punya tujuan baik.

ADVETORIAL

Tujuan tersebut adalah untuk mengajak masyarakat kembali membudayakan berjalan kaki dan mengembalikan kebiasaan masyarakat menggunakan fasilitas serta transportasi umum.

Oleh sebab itu Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus giat membangun dan memperlebar ruas trotoar di Ibukota.

Kepala Dinas Bina Marga Pemprov DKI, Hari Nugroho dalam rapatnya bersama Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta menjelaskan, perkiraaan total pembangunan trotoar di Ibukota kurang lebih 103 kilometer dan menghabiskan dana Rp 1,2 trilyun.

“Complete street itu ialah kelengkapan jalan. Misalnya peningkatan jalan, pembangunan lampunya, pembangunan jalannya, pembuatan jaringan utilitasnya, pembangunan ameritisnya, itu merupakan kelengkapan jalan seluruhnya. Jadi tidak hanya trotar saja,” katanya usai rapat bersama DPRD, Senin (11/11/2019).

Hari menjelaskan, dalam pembangunan complete street masing-masing trotoar panjang per meter atau per kilo meternya akan beda satu dengan yang trotoar biasanya.

“Saya sudah sampaikan lebar trotoar itu ada tipe 1, 2,3 dan 4. Setiap ruas jalan itu lebarnya beda-beda, kelengkapan jalannya beda,” imbuhnya.
Hingga saat ini pembahasan mengenai trotoar belum menemui kesimpulan dan masih berlangsung. Bahasan tersebut lebih mempersoalkan anggaran yang menurut DPRD terlalu besar. Otn/kop

Leave a comment