Terbaru

Dr Masyhudi SH MH, Pencetus Reformasi Birokrasi Pengelolaan SDM Kejaksaan Dipromosikan Jadi Kajati Yogyakarta

Dr Masyhudi SH MH dilantik menjadi Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Yogyakarta.

KopiOnline Jakarta – Dr Masyhudi SH MH, pencetus Reformasi Birokrasi dalam pengelolaan sumber daya manusia (SDM) Kejaksaan itu akhirnya dipercaya memimpin Korps Adhyaksa Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

ADVETORIAL

Kepercayaan terhadap Dr Masyhudi SH MH untuk menjadi Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Yogyakarta itu tertuang dalam Keputusan Jaksa Agung Dr (HC) Drs HM Prasetyo SH Nomor : KEP – 219/A/JA/09/2019 tertanggal 26 September 2019.

Masyhudi memulai karirnya sebagai jaksa saat dipercaya sebagai Kasubsi Sumber Daya pada Seksi Ekonomi Intelijen Kejati Lampung tahun 1993. Setelah itu, lelaki murah senyum ini mendapat tugas sebagai Kasubsi Oharda Pidum Kejari Tembilahan, Riau, sejak tahun 1996 – 1998.
Lalu pada tahun 1998 hingga 2001 Masyhudi dipercaya sebagai Kasubsi Ekonomi Intelijen di Kejari Jakarta Timur sejak, kemudian tahun 2001 menjadi anggota satuan tugas (Satgas) intelijen pada Jaksa Agung Muda Intelijen (JAM Intelijen) Kejaksaan Agung RI.

Setahun kemudian, tepatnya 2002, Masyhudi ditugaskan sebagai Kasi Penuntutan Pidana Umum pada Kejati Banten.

Karir Masyhudi mulai moncer saat dia dipercaya sebagai Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Luwuk, Sulawesi Tengah, pada 15 September 2005.

“Sebagai seorang jaksa dimanapun ditugaskan harus selalu siap karena itu adalah amanah dan kepercayaan pimpinan,” ujar Masyhudi dalam suatu kesempatan berbincang-bincang dengan wartawan.

Tiga tahun bertugas sebagai Kajari Luwuk, pada April 2008 Masyhudi kembali mendapat promosi sebagai Asisten Pidana Umum (Aspidum) Kejati Riau.

Setahun kemudian, tepatnya pada September 2009, Masyhudi kembali bertugas di jajaran intelijen Kejaksaan Agung sebagai Kasubdit Pamdisperdag hingga tahun 2011.

Perjalanan karir Masyhudi di Korps Adhyaksa terus bersinar saat ia dipercaya sebagai Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Jakarta Selatan tahun 2011.

Tekun dalam membina karir ternyata juga dibarengi dengan ketekunannya dalam menjalankan ibadah sebagai seorang pemeluk agama Islam. Hal itu dibuktikannya dengan membangun masjid di dalam lingkungan kantor Kejari Jakarta Selatan yang berlokasi di Jalan Tanjung No 1 Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Hal yang sama ditunjukkan juga saat ia bertugas sebagai Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jawa Tengah di Semarang dengan melakukan renovasi pembangunan masjid yang berlokasi di lingkungan kantor Kejati Jateng.

Dua tahun bertugas di Kejati Jateng, tepatnya pada 2015 Masyhudi dipercaya sebagai Asisten Khusus (Asus) Jaksa Agung hingga 2016 mendapat promosi sebagai Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) DKI Jakarta.

Setelah setahun bertugas di Kejati DKI Jakarta, tahun 2017 sampai dengan September 2019 Masyhudi didapuk sebagai Kepala Biro Kepegawaian (Karopeg) pada Jaksa Agung Muda Pembinaan Kejaksaan Agung hingga akhirnya kini mendapat promosi sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Dr Masyhudi SH MH adalah sosok yang telah membuat Biro Kepegawaian (Biropeg) Kejaksaan sebagai satu-satunya unit yang mengelola sumber daya manusia (SDM) yang mampu mewujudkan zona integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) sebagaimana program yang dicanangkan Presiden Joko Widodo melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).

Mewujudkan birokrat Kejaksaan berkelas dunia adalah keinginan pria kelahiran Semarang 17 Juni 1968 yang saat ini masih menjabat sebagai Kepala Biro Kepegawaian (Karopeg) pada Jaksa Agung Muda Bidang Pembinaan (Jambin) Kejaksaan Agung RI.

Guna mewujudkan keinginannya itu, Masyhudi membangun enam area perubahan di satuan kerja Biro Kepegawaian. Hal itu dilakukan sebagai upaya mewujudkan zona integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM).

Keenam area perubahan itu, di antaranya adalah Area Penataan Tata Laksana yang meliputi pembangunan sistem kerja, manajemen kerja maupun inovasi-inovasi yang mendukung kinerja yang terdiri dari pembenahan SOP seluruh pelaksanaan tugas dan fungsi dari seluruh bagian.

Redesign Website meliputi pelayanan berbasis digital antara lain kanal e-ijin, yang merupakan fasilitas kepada pegawai Kejaksaan yang akan mengajukan ijin ke luar negeri secara on-line, Informasi alur layanan maupun standar pelayanan, jadwal Diklat pada tahun berjalan, informasi beasiswa, pemberitaan kinerja Biropeg, kanal Reformasi Birokrasi yang memberitakan progres pembangunan zona integritas pada Biro Kepegawaian dan informasi rekrutmen CPNS, alur penerimaan CPNS hingga pengumuman CPNS secara transparan.

Aktivasi media sosial berupa instagram, facebook, twitter dengan menampilkan kinerja dan informasi yang diperlukan, akses data pegawai secara on-line sehingga seluruh pegawai dapat mengakses data pribadinya melalui gawainya masing-masing sekaligus adanya E-mail pribadi dengan domain @kejaksaan.go.id dan pembuatan e-office berupa pembuatan aplikasi administrasi perkantoran yang memungkinkan alur distribusi adiministrasi menjadi terpantau dan lebih cepat serta mendukung administrasi secarapaperless.

Selain itu, ada area penataan sistem manajemen SDM yakni pengiriman SDM Biro Kepegawaian pada pelatihan-pelatihan kepegawaian modern, seperti Certified Human Resouces, Bimtek Sistem Aplikasi Pelayanan Kepegawaian.

Selanjutnya, Area Penguatan Akuntabilitas yakni pembenahan manajemen pelayanan dengan mengaplikasikan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015, yang pada tanggal 31 Mei 2019, Biro Kepegawaian secara resmi telah menerima akreditasi ISO 9001:2015. Lalu ada Area Penguatan Pengawasan dan Area Peningkatan Pelayanan Publik.

Masyhudi juga melakukan perubahan-perubahan di Biropeg Kejaksaan yang berfokus pada tata kelola pengembangan kompetensi pegawai utamanya dalam pemberian pelayanan pendidikan di lingkungan Kejaksaan RI.
Beberapa pelayanan yang diberikan adalah dengan memfasilitasi pemberian beasiswa pendidikan formal yang kepada UNHAS, UNILA, UNPAD, UGM, UNAND, Beasiswa Eka Tjipta Foundation dan LPDP serta adanya kelas kerjasama UNDIP-Kejaksaan RI.

Di bawah kepemimpinan Masyhudi sebagai Karopeg Kejaksaan RI juga memberikan pembekalan kepada 10 pegawai penerima beasiswa bahasa mandarin di Huaqio University China.

Beasiswa bahasa mandarin yang ada di Huaqio Univesity merupakan agenda tahunan dari Huaqio Univesity kepada 44 negara, yang nantinya akan berlangsung selama 2 semester hingga akhir Juli tahun 2020.

Pemberian layanan beasiswa dirasakan betul manfaatnya, dikarenakan dari mulai pengumuman adanya beasiswa, seleksi hingga pengumuman kelulusan, tidak ada biaya apapun yang dibebankan kepada pegawai,” ujar Masyhudi .

Dalam perkembangannya tidak saja pembenahan infrastruktur, namun peningkatan tata laksana juga ditunjukkan oleh Biropeg Kejaksaan secara serius dengan mengaplikasikan standar mutu ISO 9001:2015.

Secara resmi pada tanggal 31 Mei 2019 setelah melakukan serangkaian audit baik internal maupun eksternal, ICSM selaku lembaga sertifikasi yang ditunjuk oleh Komite Akreditasi Nasional secara resmi memberikan sertifikat ISO 9001:2015 kepada Biro Kepegawaian Kejaksaan Agung.

Dalam suatu kesempatan berbincang-bincang dengan wartawan, Masyhudi mengungkapkan, prestasi tersebut bukan merupakan tujuan akhir semata, namun lebih dari pada itu bahwa penjaminan mutu pelayanan Biro Kepegawaian didorong agar semakin baik dan bersih.

Berkenaan dengan pembenahan lainnya, lewat tangan dingin Masyhudi, Biropeg Kejaksaan juga secara berkesinambungan telah menerapkan manajemen kepegawaian yang modern dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya dengan membuat pola karier, kamus kompetensi teknis dan standar kompetensi jabatan.

Beberapa aturan tersebut nantinya akan dijadikan dasar dalam tata kelola kepegawaian di Kejaksaan Agung. Tentunya, birokrat Adhyaksa kelas dunia Yang dicanangkan Masyhudi diharapkan terus berlanjut. Syamsuri

Dr Masyhudi SH MH, pencetus Reformasi Birokrasi dalam pengelolaan SDM Kejaksaan itu akhirnya dipercaya memimpin Korps Adhyaksa Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Leave a comment