Terbaru

Kejagung Raih Penghargaan Instansi Penggunaan CAT Dalam Seleksi CPNS

Kepala Biro Kepegawaiam (Karopeg) pada Jaksa Agung Muda Bidang Pembinaan (Jambin) Kejaksaan Agung, Dr Masyhudi SH MH

KopiOnline Jakarta,– Biro Kepegawaian Kejaksaan Agung meraih Piagam Penghargaan sebagai instansi yang menggunakan metode Computer Assisted Test (CAT) dalam pelaksanaan seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun 2018.
Piagam Penghargaan Nomor : 12.6/Kep/2019 diberikan oleh Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI, Bima Haria Wibisana.

Computer Assisted Test (CAT) adalah suatu metode seleksi dengan alat bantu komputer yang digunakan untuk mendapatkan standar minimal kompetensi dasar bagi pelamar CPNS.

Sistem CAT berkontribusi terhadap penjaringan sumber daya manusia CPNS yang memang lolos karena kualitas kompetensi individunya, dan otomatis berdampak pada penguatan kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN) ke depan.

Kepala Biro Kepegawaiam (Karopeg) pada Jaksa Agung Muda Bidang Pembinaan (Jambin) Kejaksaan Agung, Dr Masyhudi SH MH, menegaskan, Biro Kepegawaian Kejaksaan Agung terus berusaha dengan tidak menyerah untuk mewujudkan sumber daya manusia (SDM) Kejaksaan menjadi lebih baik, profesional, berkarakter, berintegritas, berkualitas dan berkelas.

SDM Kejaksaan dituntut sudah seharusnya menguasai teknologi informasi, menguasai bahasa asing dan menguasai perundang-undangan dengan baik.
“Juga tidak kalah pentingnya tetap ramah dan melayani masyarakat, terutama pencari keadilan, sehingga keberadaan Korps Adhyaksa memang dicari, dibutuhkan dan ditunggu-tunggu oleh masyarakat,” tegas Masyhudi.

Menurut Masyhudi, tak cuma menggunakan metode CAT, langkah-langkah strategis terus dilakukan Biro Kepegawaian Kejaksaan Agung dalam upaya membenahi pelaksanaan tugas dan fungsinya selaku pengelola kepegawaian di Kejaksaan RI.

Hal tersebut tercermin dari konsistensi upaya penguatan zona integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) di Lingkungan Biro Kepegawaian yang dilakukan oleh Biro Kepegawaian sejak tahun 2018 lalu.

Sejak ditetapkan sebagai unit kerja Eselon II yang dibangun sebagai zona integritas, Biropeg Kejagung secara nyata melakukan pembenahan dan perubahan drastis, dari mulai pembangunan infrastruktur berupa pembenahan ruangan, penyediaan fasilitas umum hingga ruang pelayanan yang merupakan tempat semacam pusat layanan terpadu yang dapat memberikan pelayanan kepegawaian secara terpadu.

“Ruang pelayanan terpadu didesain agar pengunjung di Biro Kepegawaian dapat dilayani secara cepat, sekaligus menghindari adanya pertemuan langsung antar pemberi layanan dengan penerima layanan, sehingga diharapkan pelayanan kepegawaian menjadi lebih bersih dan cepat,” jelas Masyhudi.
Dalam perkembangannya, tidak saja pembenahan infrastruktur, namun peningkatan tata laksana juga ditunjukkan oleh Biropeg Kejagung secara serius dengan mengaplikasikan standar mutu ISO 9001:2015.

Setelah melakukan serangkaian audit baik internal maupun eksternal, ICSM selaku lembaga sertifikasi yang ditunjuk oleh Komite Akreditasi Nasional secara resmi pada 31 Mei 2019 memberikan sertifikat ISO 9001:2015 kepada Biro Kepegawaian Kejaksaan Agung.

“Tentunya prestasi tersebut bukan merupakan tujuan akhir semata, namun lebih dari pada itu bahwa penjaminan mutu pelayanan biro Kepegawaian didorong agar mutu pelayanan di Biro Kepegawaian semakin baik dan bersih,” kata Masyhudi.

Berkenaan dengan pembenahan lainnya, maka Biropeg Kejagung juga secara berkesinambungan telah menerapakan manajemen kepegawaian yang modern dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya, dengan membuat pola karier, kamus kompetensi teknis dan standar kompetensi jabatan.

“Beberapa aturan tersebut nantinya akan dijadikan dasar dalam tata kelola kepegawaian di Kejaksaan Agung. Tentunya semangat perubahan akan selalu menyertai langkah seluruh pegawai di Biro Kepegawain sehingga diharapkan akan tercipta SMART SDM di Kejaksaan RI guna menuju wajah Kejaksaan sebagai birokrasi yang berkelas dunia,” tutur Masyhudi. Syamsuri

Leave a comment