Terbaru

Kejaksaan Negeri Buol Siap Meraih Predikat Wilayah Bebas Korupsi & WBBM

Kajari Buol Irwanuddin Tajuddin (kiri) dalam siaran program Jaksa Menyapa di Radio RRI

KopiOnline Buol ,– Jajaran Kejaksaan Negeri (Kejari) Buol, Sulawesi Tengah, siap meraih predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM).

ADVETORIAL

“Kami sudah paparkan dihadapan tim Kemenpan RB (Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi-red) program-program yang termasuk dalam 6 area zona perubahan,” ujar Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Buol, Irwanuddin Tajuddin SH MH, kemarin.

Menurut Irwanuddin Tajuddin, pada awal pekan lalu Dia bersama sejumlah jajarannya mempresentasikan program-program yang termasuk dalam 6 area/zona perubahan yang saat ini berjalan.

“Paparan berisi indikator dan pelaksanaan dari 6 area perubahan, yakni Manajemen Perubahan, Penguatan Ketatalaksanaan, Penataan Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM), Penguatan Akuntabilitas Kinerja, Penguatan Pengawasan dan Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik,” jelas Irwan, begitu Ia biasa disapa.

Irwan lalu menjelaskan program-program yang termasuk dalam 6 area perubahan. Antara lain Kejari Buol menggelar program yang diberi nama SITAHU singkatan dari Siswa Taat Hukum.

Dalam program SITAHU itu jajaran Kejari Buol rutin mengunjungi sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Buol. Di sekolah itu para jaksa memberikan pencerahan kepada siswa dan guru untuk taat pada hukum, tidak melakukan tindakan kriminal yang dapat menimbulkan masalah hukum serta menghindari penyalahgunaan narkoba.

Lalu ada program BIJAK atau Bincang-Bincang Jaksa yang dilakukan setiap akhir pekan di depan kantor Kejari Buol yang berlokasi di Jalan Batalipu, Buol.

Dalam program BIJAK yang digelar bersamaan dengan acara car free day itu, para jaksa akan menjawab dan berbincang dengan masyarakat secara langsung terkait permasalahan hukum.

Kejari Buol juga melakukan inovasi memberikan pelayanan publik yang optimal dan maksimal terkait pengembalian barang bukti yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap (inkrah) dan sudah tidak diperlukan lagi.

Program yang diberi nama Delivery Barang Bukti itu adalah dengan mengembalikan barang bukti terkait perkara tindak pidana umum kepada pemiliknya. Barang bukti itu diantar langsung oleh petugas Kejari Buol ke alamat pemiliknya.

Program Delivery Barang Bukti ini bertujuan menghindari penumpukan, hilang dan rusaknya barang bukti. Selain itu program ini juga untuk meringankan biaya pada korban yang akan mengambil barang bukti, mengingat letak geografis dan ekonomi masyarakat Kabupaten Buol yang merasa terbebani jika harus mengambil barang bukti di kantor Kejari Buol yang berada jauh dari kediaman masyarakat tersebut.

“Barang bukti itu diantar langsung oleh petugas Kejari Buol ke alamat pemiliknya. Dan itu semua gratis tanpa dipungut bayaran sepeserpun” jelas Irwan.

Di samping itu, sebagai salah satu wujud meningkatkan pelayanan, masyarakat luas dapat mengakses website www.kejari-buol.go.id. Situs ini merupakan sarana publikasi dan berbagai informasi serta kinerja tupoksi (tugas pokok dan fungsi) Kejari Buol.

“Dengan adanya website ini kami berusaha memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat agar senantiasa dapat mengetahui kegiatan yang berkaitan dengan kinerja dan tugas pokok kejaksaan secara cepat, transparan dan akuntabel,” tukasnya.

Selain itu, lewat program Jaksa Menyapa, Kajari Buol Irwan berdialog dengan masyarakat lewat siaran langsung di RRI Palu dengan mengangkat berbagai persoalan hukum di tengah-tengah masyarakat maupun permasalahan hukum yang tengah ramai dibicarakan masyarakat.

Irwan pun menegaskan, di samping program-program itu, Dia juga menekankan kepada seluruh jajarannya agar selalu siap dan tampil ramah kepada seluruh masyarakat.

Bahkan Dia bersama sejumlah jaksa terjun langsung (turba) ke masyarakat dengan menggunakan sepeda pada setiap akhir pekan. Meski tanpa berpakaian dinas, ketika di jalan bertemu dengan anggota masyarakat, Irwan akan berhenti dan menyapa masyarakat sekaligus memperkenalkan diri sebagai jaksa di Kejari Buol.

Menurutnya, Dia dan jajarannya tidak akan segan-segan berbincang dengan anggota masyarakat berdialog tentang berbagai persoalan yang tengah dihadapi masyarakat, baik persoalan hukum maupun permasalahan-permasalahan lainnya. Dengan cara seperti itu ia bisa tahu dan menampung semua aspirasi masyarakat.

“Kalau permasalahan hukum tentu sebagai jaksa kami jelaskan kepada anggota masyarakat terkait persoalan hukum tersebut, sebaliknya jika itu menyangkut masalah non hukum, saya akan menyampaikannya saat bertemu unsur Forkopimda Kabupaten Buol,” tutur Irwan.

Dengan inovasi dan terobosan yang saat ini berjalan, Irwan berharap Kejari Buol yang sudah mencanangkan zona integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) akan berhasil lolos meraih predikat WBK menuju WBBM.

“Semoga program-program berkualitas, tepat sasaran dan terukur yang akan terus dilaksanakan Kejari Buol membuahkan hasil terbaik, sehingga Kejari Buol lolos meraih predikat WBK dan WBBM,” tutup Irwan. Syamsuri.

Leave a comment