Terbaru

Kandidat Pilkada Tangsel Bersaing, Margiono Dibayang-bayangi DR. Hj. Siti Azizah

Maargiono pencetus Tangsel siap maju di Pilkada Tangerang Selatan. Foto : Ist

KopiOnline Tangsel,- Bakal Calon (Balon) Walikota Tangerang Selatan (Tangsel) kini mulai bermunculan menjelang pesta demokrasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang akan dihelat tahun 2020.

Awalnya muncul nama Suhendar, putra daerah Banten, yang namanya makin eksis, Margiono, mantan Ketua Umum (Ketum) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat dan Dr. Haj. Siti Nur Azizah Ma’ruf,SH.M.Hum yang tak lain adalah putri Wakil Presiden terpilih KH Ma’ruh Amin. Dan bahkan konon kabarnya, istri Sandiaga Uno juga masuk dalam bursa nama pencalonan Pilkada Tangsel mendatang.

Ada nuansa baru dan persaingan bakal cukup ketat karena masing-masing kandidat memiliki kelebihan. Semisal istri Sandiaga yang mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta sudah taka sing lagi bagi warga Tangsel. Begitu halnya Suhendar yang hingga kini terus gencar beriterraksi di medsos maupunn blusukan ke kampong-kampung.

Nah, sosok yang satu ini yang tak lain putri KH Ma’ruf Amin tentu teramat kesohor terlebih setelah Ketua MUI itu naik tahta menjadi RI-2. Kiprahnya tak perlu diragukanlagi dengan mengambil slogan Permata Tangsel. Langkah Hj. Siti Azizah tentu bakal dihambat Margiono yang sejak semula sudah mendapat julukan walikota bayangan Tangsel ini. Siapa taghu bayangan itu bias terwujud.

Pasalnya, Margiono merupakan sosok yang berpotensi dalam hal memimpin. Terbukti organisasi yang dipimpinnya berjalan maju dan sukses. Hal itu dikatakan Ketum PWI Pusat Atal S. Depari, kemarin.

“Pak Margiono memiliki networking yang luas. Apalagi dia diketahui salah satu perintis terbentuknya Kota Tangsel. Bagus itu, saya kira dengan jaringannya yang luas, dia dapat membangun Tangsel yang lebih baik,” ungkap Ketum PWI Pusat Periode 2018-2013, Atal S Depari.

Menurutnya, dirinya yang juga sebagai warga Tangsel berharap, Pilkada Tangsel 2020 dapat menghadirkan pimpinan yang dapat membawa perubahan yang lebih baik. “Adapun mengeni adanya istilah dinasti ataupun non dinasti, tidak usah ada dikotomi. Karena, siapapun itu dapat memberikan yang terbaik untuk warga Tangsel,” ujarnya.

Sementara itu, Margiono tampak terkejut ketika mendapat kabar bahwa namanya diusung oleh warga Tangsel maju di Pilwalkot Tangsel 2020 mendatang. Reaksi itu diketahui ketika Margiono dijumpai awak media usai acara Munas IX Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) di Swiss Bellhotel, Intermark, Serpong, Tangsel, Selasa lalu.

Menurut Margiono, terkait pemilihan kepala daerah itu disebutnya sebagai masa lalu. Namun, pihaknya lebih memantapkan diri untuk mengajak lebih fokus kemasa depan. Saat disinggung terkait sebagai salah satu pencetus Tangerang Raya, Margiono pun dengan nada canda Margiono membantah hal tersebut.

“Ngaco, ngaco itu. Sudah masa lalu itu saya di Tangsel, kita jemput masa depan,” ujarnya singkat.

Namun demikian, juga seandainya dirinya diusung untuk maju dalam Pilkada Tangsel tahun 2020 nanti, maka Margiono menyatakan siap. “Iya terima kasih. Siap geraaaakk,” katanya. kop

Leave a comment