Terbaru

IBC Kritik Program Mudik Gratis Pemprov DKI Jakarta Telan Dana Rp 14 M

KopiOnline Jakarta,- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menganggarkan sedikitnya Rp 14 miliar dana APBD untuk mudik gratis. Tentu saja, jumlah ini menjadi sorotan, karena dinilai kurang efektif. Seperti halnya Peneliti Indonesia Budget Center (IBC) Ibeth Koesrini mengkritik mudik gratis tersebut.

Menurut Ibeth, penggunaan dana sebesar itu kurang efektif mengingat mudik menjadi urusan pribadi masing-masing orang sehingga pemerintah tidak perlu menganggarkan secara khusus dana sebesar itu. “Sumber dananya pun bisa tidak diambil dari APBD,” kata Ibeth dilansir dari CNN Indonesia, Senin (10/06/2019).

Apalagi saat ini sudah banyak perusahaan yang memperoleh izin dari pemerintah untuk membiayai mudik gratis. Oleh sebab itu, program mudik gratis tak perlu menjadi tanggung jawab khusus bagi Pemprov. Di tahun-tahun sebelumnya meskipun tanpa adanya program khusus dari Pemprov, masyarakat juga bisa menikmati musik secara gratis.

“Ya, tahun-tahun sebelumnya warga enggak difasilitasi oleh Pemprov juga bisa mudik sendiri,” tegas Ibeth. “Karena banyak juga disediakan oleh pihak-pihak lain untuk mudik gratis secara swadaya.”

Adapun total anggaran senilai Rp 14 miliar tersebut termasuk biaya perjalanan pulang pergi. Tak hanya dipakai untuk membayar bus penumpang, uang tersebut juga diperlukan untuk membiayai puluhan truk pengangkut motor dan membayar pajak.

“Jadi ada satu hal yang pasti bahwa program mudik gratis itu PP (pulang pergi). Jadi bukan hanya satu jalan,” kata Anies di Balai Kota, Jakarta, Senin (10/05/2019). “Jadi dibiayai busnya untuk berangkat dan kembali lagi ke Jakarta. Ada info grafis dari Dishub nanti dicatat lebih detailnya.”

Menurut Ibeth, masih ada program lain yang juga mendesak membutuhkan dana pemerintah. Seperti pembangunan proyek LRT yang progresnya tidak sesuai dengan rencana awal. “Banyak hal lain yang lebih mendesak. Perkembangan LRT belum beres, tidak sesuai dengan ketepatan waktu,” lanjut Ibeth.

Ibeth kemudian mempertanyakan apa yang bisa diterima dari penggelontoran dana sebesar Rp 14 miliar tersebut. “Lalu target penerimaannya bagaimana? Setelah mengeluarkan Rp14 miliar, apakah ada penerimaan?” tegas Ibeth.

 

Leave a comment