Terbaru

Penjelasan Lion Air Soal Penanganan Balita Bawa Bagasi 7 Kg Rute Bandung – Medan

KopiOnline Bandung,– Lion Air (kode penerbangan JT) member of Lion Air Group memberikan informasi resmi mengenai penerbangan nomor JT-911 pada Selasa (23/04/2019) yang melayani dari Bandar Udara Internasional Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat (BDO) tujuan Bandar Udara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara (KNO).

Penerbangan tersebut memiliki jadwal keberangkatan (schedule time departure) pukul 10.15 WIB, bahwa operasional dijalankan sesuai standar prosedur (SOP).

Klarifikasi Lion Air terkait penanganan enam penumpang dan barang bawaan yang tidak dapat melanjutkan penerbangan JT-911. Saat proses check-in, penumpang melaporkan tiga bagasi tercatat total 30 kg dan empat bagasi kabin. Petugas layanan darat (ground handling) memberikan tanda label kuning (baggage tag) pada keempat barang bawaan tersebut.

Ketika petugas layanan darat menjalankan penanganan (handle) berdasarkan hasil pengamatan (sweeping and profiling) terhadap barang bawaan/ bagasi yang dibawa penumpang, petugas menemukan (actual) sembilan barang bawaan oleh penumpang dimaksud. Berdasarkan kondisi ini, petugas sudah mengawali dengan menyampaikan permohonan maaf kemudian menginformasikan barang bawaan berjumlah sembilan koli melebihi batas yang sudah ditentukan untuk dibawa ke dalam kabin.

Setiap penumpang (kecuali bayi) diperbolehkan membawa satu bagasi kabin (cabin baggage) maksimum berat 7 kg dan satu barang pribadi (personal item) seperti tas laptop/ perlengkapan bayi/ bahan bacaan / kamera/ tas jinjing wanita (hand luggage) ke dalam kabin (hand carry), yang mengikuti aturan berlaku menurut maksimum dimensi bagasi kabin tidak lebih dari 40 cm x 30 cm x 20 cm. Kategori anak (child) usia 2-12 tahun juga mempunyai jatah dan diperbolehkan membawa bagasi kabin menurut ukuran standar. Dalam hal ini, barang bawaan yang menjadi hak anak bisa dibawa/ diwakilkan oleh pendamping atau jika anak bepergian tanpa pendamping dapat dibantu bawakan oleh petugas. Untuk alasan keselamatan (safety reason), maka petugas Lion Air tidak meminta/ menyuruh penumpang kategori anak membawa bagasi sendiri.

Oleh karena itu petugas menyarankan barang bawaan lainnya agar didaftarkan sebagai bagasi tercatat (dibagasikan) ke dalam kompartemen bagasi pesawat, namun penumpang menolak atas informasi yang disampaikan petugas. Situasi ini terjadi di ruang tunggu keberangkatan (waiting room), berlangsung cukup lama dan ketika waktu penumpang terakhir memasuki pesawat (final boarding).

Petugas darat lainnya menginformasikan kepada kru pesawat, masih ada penumpang di ruang tunggu yang sedang menyelesaikan kapasitas barang bawaan. Dikarenakan waktu keberangkatan sudah sesuai, penumpang dimaksud tidak segera masuk ke pesawat dan pertimbangan upaya Lion Air menjaga kinerja ketepatan waktu (on time performance), maka pilot sebagai person in command (PIC) memutuskan pesawat pada penerbangan JT-911 tutup pintu (door close) serta bersiap lepas landas.

Dalam mempersiapkan rencana perjalanan, Lion Air menghimbau kepada seluruh pelanggan untuk check-in lebih awal paling tidak 120 menit sebelum jadwal penerbangan di terminal keberangkatan bandar udara. Hal ini guna meminimalisir antrean panjang di meja pelaporan (check-in counter) serta dampak lainnya.

Counter check-in di bandar udara untuk penerbangan domestik akan tutup 30 menit dan ruang tunggu keberangkatan akan tutup 10 menit sebelum waktu keberangkatan.

Viral! Balita Bawa Bagasi 7 Kg

Seperti diberitakan sebelumnya dan sempat viral di media sosial terkait bagasi Lion Air seberat 7 kg yang dibawa ke kabin harus balita yang membawanya tak boleh orang tuanya.

Kejadian tak mengenakkan kembali menerpa maskapai Lion Air dengan penumpangnya di Bandara Husein Sastranegara Bandung. Keluhan penumpangnya ada di bagasi hingga balita 3,5 tahun yang harus membawa barang tujuh kilogram.

Cerita ini diungkapkan oleh Esa Sinaga Mesha yang sempat live video di akun Facebook-nya (23/04/2019), seperti dilihat detikcom, Senin (29/04/2019). Sedianya, penumpang sekeluarga ini akan pergi ke Kualanamu, Sumatra Utara.

“Pembelajaran buat saya. Hari ini kita mau terbang dari Bandara Husein Sastranegara Bandung menuju Kualanamu. Kita mengerti akan prosedur dari maskapai singa besi ini, bahwasanya 7 kg hand carry yang bisa masuk kabin,” kata dia mengawali cerita.

“Kami ada 6 orang yang berangkat, 4 dewasa dan 2 anak kecil. Dan saat itu memang bawaan kami ada 6 tas dan 2 kantong plastik yang isinya air mineral dan 6 roti O,’ imbuhd ia.

Di sinilah awal mula Esa beradu argumen dengan Lion Air. Pihak maskapai tidak ingin 2 kantong tadi masuk ke kabinnya.

“Nah pihak Lion mempermasalahkan kantong plastik yang 2 dan barang yang saya dan adek saya bawa (harus masuk bagasi katanya). Loh saya kan uda ikut peraturan masing-masing bawa 7 kg,” kata dia.

Lalu, Esa mengalah dan membuang kantong plastiknya. Masalah kedua muncul setelah ini, yakni tiap orang harus bawa barang, sementara ada anak kecil yang harus dibawakan barangnya.

“Oke, saya nggak mau ribut. Saya buanglah plastik roti O dan air mineral tadi. Tinggallah barang kita ada 6 yang muatannya masing-masing 7 kg. Nah yang jadi permasalahan lagi barang anak-anak saya nggak boleh dibawakan mamak bapaknya harus bawa sendiri,” jelas Esa.

Dari video berdurasi satu jam lebih itu terlihat ada anak Esa yang menangis lalu ditenangkan. Kedua masalah belum selesai, muncul yang keempat yakni ditinggal pesawat.

“Nah loh gimana ceritanya anak umur 3,5 tahun bawa barang seberat itu? Dan terakhir kami pun ditinggal pesawat. Dan solusi dari pihak Lionnya sendiri nggak ada,” ucap Esa.

“Kita harus beli tiket baru lagi,” imbuh dia.

Esa mengaku sudah melapor ke pihak pengamanan namun tidak membuahkan hasil, Dan ia merelakan untuk membeli tiket baru bagi 6 penumpang.

“Saya sudah lapor polisi, tapi tetap saja hasilnya nihil. Berhubung bandara ini ranahnya TNI AU. Dan kami ikhlaskan untuk beli tiket yang baru lagi,” kata dia.

“Buat teman-teman yang penasaran boleh dilihat video live saya sebelumnya. Terimakasih Lion Air atas sistem kerja dari petugas bandaranya. Kiranya mulai hari ini Lion lebih meningkatkan pelayanannya,” kata dia di akhir keterangan. inez

Leave a comment