Terbaru

Real Count KPU : Raihan Suara Jokowi-Ma’ruf Amin Masih Bertengger 55,43 %

KopiOnline Jakarta,-  Hasil penghitungan suara Pemilu Presiden dan Wakil Presiden RI terus berlanjut di KPU. Hingga 24 April 2019 pukul 02:15:05 menunjukkan penghitungan sudah mencapai 211.532 dari 813.350 TPS atau mencapai 26,00750 persen.

Berdasar hasil sistem perhitungan di laman kpu.go.id pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin mendapat 55,43 persen dukungan dari perolehan 22 080275 suara. Sementara pasangan Prabowo-Sandiaga Uno meraih 44,57 persen dukungan berdasarkan perolehan 17.752187 suara.

KPU dalam disclaimer di lamannya menyebutkan bahwa data yang ditampilkan pada menu hitung suara merupakan data berdasarkan angka yang tercantum dalam salinan formulir c1 sebagai hasil penghitungan suara di TPS.

“Jika terdapat perbedaan antara angka yang tertulis dengan angka yang tercantum dalam salinan formulir C1, akan diperbaiki sebagaimana mestinya.” demikian tertulis di laman KPU.

Disebutkan pula bahwa perhitungan ini bukan merupakan hasil final, karena hasil akhir penghitungan perolehan suara pemilu 2019 akan ditetapkan secara manual melalui rapat rekapitulasi secara berjenjang di setiap tingkatan.

“Oleh karena itu jika terdapat kesalahan dalam pengisian C1 dapat diusulkan perbaikan pada rapat rekapitulasi di tingkat kecamatan,” ujar KPU di laman kpu.go.id, dipantau Rabu dini hari pukul 02.34 WIB.

Sementara itu Direktur Excutive IndexPolitica, Denny Charter, mengungkapkan bahwa hasil akhir quick count dengan real count tidak akan jauh berbeda. Ada pergeseran sedikit dan tidak mempengaruhui kemenangan.

“Kalau kemarin ada selisih suara berkisar tiga, maka kesininya akan terus bertambah. Pada akhirnya angka mencapai angka minimanal 15 juta dan maksimal 20 juta,” ungkap Denny, Rabu (24/04/2019).

Kesalahan atau kecurangan yang diklaim, kata Denny, jumlahnya relatif kecil dan tidak signifikan. Sehingga tidak terlalu besar berpengaruh perolehan pada suara. Terlebih apabila sudah mencapai penghitungan 50 persen, sudah dipastikan siapa pemenangnya nanti.

Denny menghimbau agar masyarakat jangan asal mengklaim kemenangan, karena penghitungan lembaga survey  itu ada metodologinya. Sedang ramainya massa kampanye di suatu tempat tidak  bisa pula digunakan sebagai ukuraan jumlah perolehan suara secara nasional. kop

Leave a comment