Terbaru

Didukung Ulama se-Banten, KH Ma’ruf Amin Cetuskan Arus Baru Perubahan

KopiOnline Banten,- Ulama se-Banten mendeklarasikan dukungan untuk Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin yang digelar, Sabtu (23/03/2019) di Hotel Le Dian Serang Banten. Para ulama meyakini membuat Indonesia menjadi negara yang lebih maju dan berdaya saing.

Ma’ruf Amin (KMA) dengan pakaian khasnya, kemeja berwarna putih dibalut jas abu-abu, sarung dan peci berada di tengah-tengah para ulama se-Banten. KMA sempat menjelaskan tentang arus baru yang membawa perubahan bagi pembangunan nasional. Dihaharapkan arus bawah ini dapat memperbaiki kondisi ekonomi rakyat kecil di Tanah Air.

“Arus baru itu artinya gerakan baru, sebuah perubahan. Perubahan dari arus lama. Arus lama itu pembangunan nasional kita dilakukan dari atas akhirnya melahirkan konglomerat diharapkan menetes ke bawah. Tapi ternyata nggak netes-netes,” kata Ma’ruf di cdepan para ulama pendukiungnya.

KMA sang Ketua MUI non aktif berjanji akan mengubah pembangunan yang hanya berputar di kalangan konglomerat saja. Ia berjanji akan memunculkan pembangunan dari bawah ke atas jika menang di Pilpres 2019 nanti.

“Maka saya ingin mengubah supaya hal itu tidak hanya berputar di atas saja. Oleh karena itu di balik, pembangunan bukan dari atas tapi dari bawah. Bottom up economy development. Membangun ekonomi dari bawah supaya pemberdayaan. Melalui kemitraan dan gerakan, maka lahirlah arus baru.” lanjutnya. 

Selain itu mantan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini juga merencanakan pembangunan ekonomi itu dimulai pada pesantren. Karena, santri bukan saja paham agama namun harus memahami bisnis. Sehingga akan muncul Gus Iwan. 

“Salah satu pemberdayaan yang kita lakukan itu di kalangan pesantren. Bukan hanya orang yang paham agama saja tetapi juga ekonomi. Makanya nanti akan dibangun gerakan pesantren Gus Iwan, Santri Bagus Pintar Ngaji Usahawan,” lanjutnya.

Ketua MUI non aktif itu mengakui selama ini hanya berjuang di jalur kultural. Namun kini ia mencoba ke jalur pemerintahan untuk mengembangkan ekonomi. Namun menurutnya, kiai masuk ke pemerintahan merupakan suatu tantangan. 

“Ini merupakan suatu langkah-langkah itu. Cuma selama ini kita berjuang di jalur kultural tidak pemerintahan tidak struktural. Sekarang saya bergeser masuk ke pemerintahan. Ternyata tidak gampang kiai, santri jadi wakil presiden,” lanjutnya. 

Sementara itu pada kesempatan yang sama, ketua Arus Baru Indonesia (ARBI) mengatakan Kiai se-Banten siap untuk memberikan dukungannya. Mereka juga berharap Jokowi-Ma’ruf Amin terpilih pada pemilihan presiden nanti. 

“Kita doakan Pak Kiai (Ma’ruf Amin), (di sini) kiai se-Banten hadir. Ini adalah dukungan kita semua se-provinsi Banten untuk mendukung Pak Jokowi- Ma’ruf Amin untuk menjadi presiden dan wakil presiden,” ujar ketua Arus Baru Indonesia, DR.Ir. Lukmanul Hakim, MSi.

Deklarasi Digelar

Deklarasi disampaikan oleh perwakilan ulama Banten Didin Hadiyidin. Didin mengatakan Pilpres bukan hanya memilih pemimpin baru. Namun memilih pemimpin yang bisa membawa Indonesia ke arah yang lebih maju. 

“Ulama Banten memiliki amanat bagi keberlangsungan bangsa Indonesia. Persoalan pemilu bukan hanya memilih pemimpin baru tapi juga membawa ke perubahan yang lebih maju,” ujar Didin saat membacakan deklarasi. 

Didin menambahkan, ulama Banten tidak rela jika Indonesia dipimpin oleh pemimpin yang menyebarkan berita bohong. Selain itu, mereka juga tidak ingin memilih pemimpin yang mempermainkan isu SARA. 

“Kami tak rela dipimpin pemimpin yang pandai memprovokasi dan menyebarkan kabar bohong atau hoaks. Kami tidak rela dipimpin oleh pemain isu sara,” lanjut Didin. 

Berikut adalah pernyataan sikap ulama se-Banten:

  1. Ulama Banten siap mengawal, mengajak dan mendukung pasangan Jokowi-KH Ma’ruf Amin. 
  2. Ulama Banten menjunjung tinggi demokratis untuk kemenangan Jokowi-Ma’ruf A
  3. Ulama Banten mengerahkan kemampuan dalam rangka pemenangan Jokowi-Ma’ruf Ami
  4. KH Ma’ruf Amin yang bersifat maju, santun dan moderat menjadi pilihan terbaik pemimpin Indonesia yang menjaga kerukunan dan menjaga ideologi bangsa. 

Silaturahmi Kiai se-Banten yang merupakan rangkaian kunjungan politik Ma’ruf Amin di DKI Jakarta-Banten. Ketua Mathlaul Anwar irsyad Djuwaeli serta pembawa acara kondang Raffi Ahmad. kop

Gubernur Banten: Ma’ruf Amin Harus Dukung

Sebelumnya Cawapres Ma’ruf Amin menghadiri acara Harlah NU ke-93 yang digelar PWNU Banten di Lapangan Lapas Anak, Jalan Daan Mogot, Sukaasih, Tangerang, Banten. Acara itu dihadiri tokoh dan warga Nahdlatul Ulama hingga Gubernur Banten Wahidin Halim. 

Pantauan di lokasi, Ma’ruf duduk di atas panggung bersama para ulama NU, seperti Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Miftachul Akhyar dan Ketua PWNU Banten Bunyamin. Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah juga hadir

Wahidin mengatakan Ma’ruf bukan sekadar milik orang Banten, tapi juga milik semua umat Islam. Jadi dia berharap umat Islam memberikan dukungan kepada Ma’ruf Amin. 

Kiai Ma’ruf bukan hanya sekadar seorang kiai, bukan sekadar orang Banten, tapi milik semua umat Islam, sehingga harus memberikan dukungan kepada beliau,” kata Wahidin di hadapan ribuan warga nahdliyin yang hadir, Sabtu (23/03/2019).

Wahidin mengucapkan selamat kepada NU yang sudah berusia 96 tahun dalam hitungan tahun Hijriah. Dia juga yakin warga Banten mayoritas warga NU akan mendukung Ma’ruf Amin. 

“Apalagi di Banten saya tahu persis hampir 90 persen lebih adalah kaum nahdliyin,” lanjutnya. 

Sementara itu, Ketua PWNU Banten Bunyamin mengajak warga NU di Banten selalu menjaga persatuan dan kedaulatan bangsa. Dia juga meminta warga NU mendukung Ma’ruf Amin pada pilpres 17 April nanti. 

“Tanggal 17 April 2019 bagi kita waga NU, kalau benar-benar ingin mempertahankan NKRI, tidak ada pilihan kecuali memilih nomor 1. Siap nomor 1? Tidak ada jalan lain. Kalau NU pengen terhormat, tidak ada lain kecuali memenangkan nomor 1,” kata Bunyamin. 

Selain itu, Ma’ruf Amin menceritakan awal menjadi kader NU hingga menjadi Rais Aam. Ma’ruf mengaku melepaskan jabatan Rais Aam karena diminta menjadi wakil presiden mendampingi Joko Widodo.

“Artinya, saya di NU dari muda, dari Anshor waktu umur sebelum 20 sampai sekarang. Artinya, lebih dari 50 tahun saya mengabdi di NU. Karena itu, hubungan saya dengan NU merupakan suatu hubungan yang sangat historikal, tidak bisa dipisahkan,” kata Ma’ruf.

Ma’ruf berterima kasih atas dukungan Wahidin Halim. Ma’ruf mengaku sudah lama memiliki hubungan khusus dengan politikus Partai Demokrat itu. 

“Ya tadi kan sudah bilang jangan nanyakalau sudah dukungan, karena beliau dengan saya sudah lama punya hubungan khusus. Jadi beliau bagaimanapun akan mendukung Pak Jokowi dengan saya,” lanjutnya. detik/kop.

Leave a comment