Terbaru

Bayu Adhinugroho Arianto, Jaksa Rendah Hati dan Murah Senyum itu jadi Kajari Jakarta Barat

KopiOnline Jakarta,- Setelah melalui Rapat Pimpinan yang diikuti Jaksa Agung, Wakil Jaksa Agung dan para pejabat Eselon I Kejaksaan RI yakni para Jaksa Agung Muda (JAM) dan Kepala Badiklat Kejaksaan RI,  akhirnya Bayu Adhinugroho Arianto mendapat promosi menjadi Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Jakarta Barat. Promosi itu tertuang dalam Surat Keputusan Jaksa Agung RI Nomor : KEP-072/A/JA/03/2019 tanggal 06 Maret 2019.

Menurut Dr Mukri, Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung (Kejagung), promosi itu diputuskan dalam Rapat Pimpinan (Rapim) secara kolektif, kolegial dan terbuka dengan semata-mata mempertimbangkan unsur prestasi, dedikasi, loyalitas, dan integritas (PDLI) sebagai dasar penilaian dan prasyarat pertama dan utama yang harus dipenuhi secara keseluruhan, bersamaan, serentak dan simultan oleh setiap Jaksa yang sedang dipertimbangkan untuk dirotasi mendapat mutasi maupun promosi oleh Jaksa Agung RI, Wakil Jaksa Agung, Para Jaksa Agung Muda dan Kepala Badan Diklat Kejaksaan RI sangat bertanggungjawab untuk membangun, merawat dan menjaganya.

Artinya, semua keputusan dan kebijakan tentang hal tersebut adalah merupakan hasil dari pembahasan bersama meliputi semua aspek, berdasarkan data base kepegawaian yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Jadi tidak benar kalau ada sementara pihak yang masih menyatakan bahwa mekanisme rotasi saat ini dianggap tidak terbuka dan tidak transparan,” jelas Mukri, kemarin.

Menurut catatan Koranpagionline, meski anak orang nomor satu di Kejaksaan Agung, Bayu Adhinugroho Arianto tidaklah lantas menjadi sombong, mentang-mentang dan memanfaatkan kekuasaan sang ayah yakni Jaksa Agung HM Prasetyo. Pria kelahiran 29 Maret 1978 itu dikenal sebagai jaksa yang santun, rendah hari (low Profile) dan murah senyum.

Setelah beberapa tahun menjalani tugas sebagai jaksa fungsional di Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Selatan, karir Bayu mulai nampak saat bertugas sebagai Kepala Sub Bagian Pembinaan (Kasubbagbin) di Kejari Subang tahun 13 Desember 2010 hingga 23 Desember 2011.

Pada 23 Desember 2011 hingga 3 Februari 2014, Bayu kemudian dipromosikan menjadi Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) di Kejari Cibinong. Setelah itu Bayu didapuk menjadi Kasi Pidana Umum (Kasi Pidum) di Kejari Bale Bandung dari 3 Februari 2014 hingga 13 Mei 2015. Setelah itu menjadi Koordinator pada Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta.

Artinya, Bayu sebelum menjabat sebagai Koordinator pada Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta (Esselon III/b), telah menjabat sebanyak 3 kali pada eselon IV.  Sesuai dengan syarat pangkat dan golongan sebagaimana merujuk pada Ketentuan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 100 tahun 2000 tentang Pengangkatan PNS dalam Jabatan Struktural, sudah sesuai prosedur.
Setelah dilantik menjadi Koordinator Kejati DKI Jakarta, Bayu pun mengikuti dan lulus Diklat Pim Tk III yang diadakan Badan Diklat Kejaksaan RI pada Agustus hingga Nopember 2015.

Setelah hampir dua tahun menjalani tugas sebagai Koordinator bidang Intelijen di Kejati DKI Jakarta, maka pada Juni 2017 Bayu mendapat promosi menjadi Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Gianyar di Provinsi Bali. Setahun kemudian yakni pada Mei 2018 Bayu dipercaya mengemban tugas sebagai Asisten Intelijen (Asintel) di Kejati Bali. Hingga akhirnya kini dipercaya sebagai Kajari Jakarta Barat.

Kapuspenkum Kejaksaan Agung, Mukri, mengungkapkan, Bayu Adhinugroho Arianto punya kinerja dan prestasi yang terbilang membanggakan institusi Kejaksaan. Sewaktu Kajari Gianyar yang bersangkutan berhasil memenangkan gugatan perdata atas kekayaan negara dan mengembalikan lahan dan istana negara sebagaimana mestinya yang sekian lama tidak terselesaikan.

Di masa jabatannya selaku Asintel Bali juga lah yang bersangkutan berhasil pimpin penangkapan koruptor terbesar yang sekian tahun tak pernah bisa ditangkap.

Bayu juga dinilai telah berprestasi dan berkontribusi dalam menjadikan Kejati Bali memperoleh penghargaan sebagai salah satu satuan kerja berpredikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) dari Kementerian PANRB pada tanggal 10 Desember 2018 lalu.

“Karir seorang jaksa atas nama Bayu Adhinugroho Arianto tidak boleh terhambat hanya karena yang bersangkutan anak Jaksa Agung. Mekanisme dan sistem mutasi maupun promosi secara objektif tetap berlaku sama,” tutur Mukri.

Mukri pun menambahkan, tidak hanya Asintel Kejati Bali saja yang mendapat promosi tapi juga Aspidsus Kejati Bali, Anton Delianto, menjadi Kajari Surabaya karena kedua jaksa tersebut dinilai telah berprestasi dan berkontribusi dalam menjadikan Kejati Bali memperoleh penghargaan sebagai salah satu satuan kerja berpredikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) dari Kementerian PANRB pada tanggal 10 Desember 2018 lalu.

Dan itupun tidak hanya Kejati Bali saja, beberapa Kajari yang mendapatkan predikat WBK/WBBM dari Kementerian PAN RB juga dipromosikan, seperti Kajari Deliserdang, Asep Margono, yang sekaligus juga meraih penghargaan Sidhakarya Rangking I Kejari Tipe A Berprestasi se-Indonesia dipromosikan sebagai Aspidum Kejati Jawa Timur, Kajari Belitung, Sekti Anggraini, SH, MH dipromosikan sebagai Aspidsus Kejati Banten.

Selain itu, Kasubdit Pemantauan pada Direktorat III JAM Intel Kejagung RI, Anang Supriatna, SH, MH dipromosikan sebagai Kajari Jakarta Selatan karena prestasinya dalam program Tangkap Buron (Tabur 31.1) dimana pada Tahun 2018 berhasil menangkap buronan pelaku kejahatan sebanyak 207 orang dan di Tahun 2019 dari bulan Januari s.d.tanggal 4 Maret 2019 sebanyak 28 orang.

“Artinya, keputusan Rapat Pimpinan secara kolektif, kolegial dan terbuka dengan semata-mata mempertimbangkan unsure Prestasi, Dedikasi, Loyalitas, dan Integritas (PDLI) tetap sebagai dasar penilaian dan prasyarat pertama dan utama yang harus dipenuhi secara keseluruhan, bersamaan, serentak dan simultan oleh setiap Jaksa yang sedang dipertimbangkan untuk dirotasi mendapat mutasi maupun promosi,” jelas Mukri. Syamsuri.

Leave a comment