Terbaru

Tiga Tahun di Aceh, Tinggal di Imam Masjid, Ke-Islaman Jokowi Tak Diragukan

KopiOnline Aceh,- Berbagai fitnah yang ditujukan ke Presiden Jokowi sebagai pemimpin yang tidak Islami terbantahkan dengan kunjungan KH Lukmanul Hakim, Utusan Khusus Kiya Ma’ruf yang Juga  Ketua MUI yang didampingi Sekretaris TKN Hasto Kristiyanto, Habib Sholeh, Habib Ali Assegaf, KH Zaenal Arifin, DR Zuhairi Misrawi, dan DR Suryo.

“Bapak Aman Tursina, Imam Masjid disini menjadi saksi bagaimana Pak Jokowi menjalankan sholat lima waktu dengan baik. Dengan tinggal di Aceh, ternyata masyarakat Aceh sendiri yang memerkuat keIslaman Jokowi”, ujar KH Lukmanul Hakim.

Utusan khusus KH Ma’ruf Amin tersebut akhirnya memahami mengapa masyarakat Aceh mengusulkan agar capres dan cawapres baik Paslon 01 Jokowi-KH Ma’ruf Amin dan Prabowo-Sandi diminta agar uji baca Al Qur’an.

“Ternyata Prabowo-Sandi yang tidak siap dengan tes baca Al Qur’an, setidaknya itulah konfirmasi yang kami dapatkan dari Ikatan Dai Aceh yang mengajuakn test baca Alquran beberapa waktu lalu. Mereka biarkan fitnah ke Pak Jokowi dan KH Ma’ruf Amin dan ternyata merekalah yang tidak siap. Jadi masyarakat Aceh paham bahwa tim paslon 02 menyerang Pak Jokowi dengan issue Islam karena menutupi kelemahan pemahaman Prabowo-Sandi terhadap Islam”. ujar Ketua MUI tersebut lebih lanjut.

Kedatangan tim safari politik kebangsaan di Desa Rembelih, Takengon tersebut membantah seluruh fitnah dan ternyata masyarakat Aceh dengan tradisi ke-Islaman yang kuat memiliki benteng yang tangguh bahwa fitnah lebih kejam dari pembunuhan.

“Masyarakat justru percaya bahwa Allah SAW akan menegakkan keadilan bagi mereka yang telah membuat fitnah tersebut. Dengan safari politik ke Aceh ini saya percaya, bahwa serangan terhadap Pak Jokowi dan KH Marif Amin justru akan meningkatkan dukungan rakyat di Bumi Serambi Mekah ini,” tandas Lukmanul.

Untuk itu Ketua MUI, DR.Ir Lukmanul Hakim, MSi yang mengemban amanah dari KH Ma’ruf Amin menghimbau agar pihak-pihak tertentu menghentikan isu-isu dan fitnah yang langsung berkaitan dengan aqidah, karena jika terus dikembangkan model seperti ini, akan menjadi tidak baik dalam pendidikan politik negeri yang kita cintai ini. Sungguh sangat memprihatinkan apabila diwariskan pada generasi milenial dan kedepannya nanti.  kop

Leave a comment