Terbaru

Jamintel Kejaksaan RI Imbau Mahasiswa Tidak Golput pada Pemilu 2019

KopiOnline Jakarta,– Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Kejaksaan RI, Jan Samuel Maringka, mengimbau mahasiswa untuk tidak memilih Golput (golongan putih) pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 pada 17 April mendatang yang akan memilih Presiden dan Wakil Presiden serta Anggota Legislatif periode 2019-2024.

ADVETORIAL

“Mengingat Pemilu merupakan momentum yang menentukan keberlanjutan kehidupan Bangsa Indonesia,” ujar Jan Maringka dalam kuliah umumnya di depan ribuan mahasiswa Universitas Sumatera Utara dan perguruan tinggi negeri di Kota Medan, kemarin.

Terkait dengan itu, kata Jan Maringka, keterlibatan kejaksaan dalam proses penegakan hukum, baik melalui penyelesaian perkara pidana, gugatan maupun sengketa pemilu, merupakan bagian dari mekanisme yang diatur dalam Undang-Undang.

“Dan tidak dapat dimaknai seolah-olah sebagai keberpihakan Pemerintah mendukung calon/partai politik tertentu,” tandasnya.

Dalam kuliah umum dengan tema “Generasi Mileneal Generasi Sadar Hukum”, Jan Maringka, menitikberatkan pada pembahasan sejumlah aspek dinamika penegakan hukum dewasa ini yang dianggap penting untuk diketahui oleh mahasiswa sebagai generasi milenial.

Aspek-aspek itu di antaranya adalah Kesadaran Hukum. Jan mengungkapkan, penegakan hukum bukan industry. Penegakan hukum dikatakan berhasil, apabila mampu menekan tingkat kejahatan dan meningkatkan kesadaran hukum di masyarakat.

“Semakin menurunnya tingkat kejahatan, menunjukkan trend sebuah negara yang semakin maju,” tandas Jan.

Mantan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Selatan itu lalu mengambil contoh Negara Belanda yang sejak tahun 2013 telah menutup 24 penjara karena kekurangan tahanan. Sebaliknya tingkat kejahatan yang ditinggi di sebuah negara, menunjukkan bahwa negara tersebut tidak aman.

“Hal ini tentu menjadi pertimbangan sendiri bagi para investor yang hendak menanamkan dananya di negara tersebut,” tutur Jan Maringka.

Untuk itu, jelasnya, saat ini pimpinan Kejaksaan mengambil terobosan untuk tidak semata-mata pasif di hilir menunggu terjadinya pelanggaran, melainkan aktif di hulu bersama-sama dengan seluruh komponen masyarakat dalam menumbuhkan kesadaran hukum dan menekan potensi penyimpangan.

“Antara lain melalui program Tim Pengawal Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan (TP4), Jaga Desa, Jaksa Menyapa dan lain sebagainya. Semua program itu tersebar dan dilaksanakan seluruh kejaksaan yang ada di Indonesia,” jelas Jan. syamsuri

Leave a comment