Terbaru

Jaksa Agung Serahkan Kapal MV Silver Sea 2 ke Menteri Kelautan dan Perikanan

Jaksa-Agung-Prasetyo-kanan-menandatangani-nota-penyerahan-barang-rampasan-Kapal-MV-Silver-Sea-2-kepada-Menteri-Kelautan-dan-Perikanan-Susi-Pujiastuti-kiri.

KopiOnline Jakarta – Setelah mempunyai kekuatan hukum tetap (inkrakh), Kejaksaan Agung (Kejagung) akhirnya menyerahkan Kapal MV Silver Sea 2 kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Kapal seharga Rp 11 miliar lebih dan berukuran 2285 Gross Ton (GT) saat ditangkap di Perairan Sabang, Aceh, pada Agustus 2015 lalu, sedang mengangkut 1930 Metrik Ton (MT) hasil laut Indonesia.

Penyerahan kapal rampasan tindak pidana perikanan itu dilakukan Jaksa Agung HM Prasetyo kepada Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pujiastuti di Kantor Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis (14/02/2019). Nantinya kapal itu akan digunakan untuk sarana transportasi antar pulau, pendidikan dan riset.

Dalam sambutannya Jaksa Agung Prasetyo mengatakan, guna medorong terwujudnya visi besar Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia, dirinya memandang penting penyerahan barang rampasan negara ini sebagai sebuah simbol bahwa Aparat Penegak Hukum (APH) telah menyesuaikan orientasi penegakan hukum yang selama ini dilakukannya.

“Dalam perkembangannya, Penegak Hukum tidak lagi hanya berupaya untuk mengejar lalu menghukum pelaku secara konvensional dengan cara menerapkan pidana penjara melalui pendekatan follow the suspect semata, melainkan juga senantiasa diarahkan pada pendekatan follow the money dan follow the asset,” ujar Prasetyo.

Sementara itu Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pujiastuti mengapresiasai kerja keras jaksa dalam penanganan tindak pidana perikanan (fisheries crime) selama ini. Butuh keberanian dan kecerdasan seorang jaksa untuk menuntut perampasan kapal, di saat kita sadari bahwa banyak kelemahan dari UU Perikanan.

“Dari sekian banyak perkara, paling tidak kita telah melihat barang rampasan FV Viking, MV Silver Sea 2 dan FV STS 50 yang menjadi bukti nyata keberanian dan kecverdasan jaksa-jaksa,” tutur Susi.

Susi mengungkapkan, Kapal MV Silver Sea 2 adalah kapal perikanan terbesar yang pernah dirampas oleh pemerintah. Kapal ini telah berulangkali mengangkut ikan yang tidak dilaporkan (unreported fishing).

“Pun setelah saya cabut ijinnya, kapal ini masih mencoba-coba menerima ikan dari kapal penangkap ikan Indonesia di sisi luar perbatasan Indonesia dan Papua New Guinea untuk dibawa ke negara lain,” jelas Susi.

Menurut Susi, kapal ini menjadi contoh nyata bagaimana kejahatan perikanan itu bersifat transnasional dan terorganisir. Kapal MV Silver Sea 2 berbendera Thailand dengan awak kapal dari berbagai negara. Kapal ini dimiliki oleh perusahaan yang pemegang sahamnya tersebar di berbagai macam negara, Thailand, Hongkong dan British Virgin Island.

“Namun kita tidak kalah dari jejaring itu, karena kita bekerjasama. Seluruh instansi aparat penegak hukum dalam negeri TNI AL, KKP, Polri dan Kejaksaan dengan didukung mitra luar negeri Pemerintah RI, kita berhasil merusak (disrupt) jaringan kejahatan ini. Keberadaan teknologi, radar AIS dan pencitraan udara sangat membantu kita dalam menghentikan praktik IUU Fishing,” jelas Susi. Syamsuri

Leave a comment