Terbaru

Kejaksaan Terus Buru Buronan Korupsi Mantan Bupati Lampung Timur 

Mantan Bupati Lampung Timur Satono saat menjalani persidangan.

KopiOnline Jakarta – Menyusul tertangkapnya Sugiarto Wijaya alias Alay, terpidana yang buron sejak 6 tahun lalu, Tim Tangkap Buronan 31.1 (Tabur 31.1) Kejaksaan RI sampai saat ini masih terus memburu Satono, mantan Bupati Lampung Timur yang dijatuhi hukuman 15 tahun penjara setelah terbukti korupsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APB) senilai Rp 119 miliar bersama dengan Alay.

“Tim Tabur 31.1 terus bergerak mencari buronan, termasuk Satono sampai saat ini masih terus diburu,” ujar Dr Mukri, Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung (Kejagung), kepada wartawan di Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis (07/02/2019).

Alay dan Satono buron sejak tahun 2014 usai Kejati Lampung menerima putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia. “Saya ingatkan untuk semua buronan, tidak ada tempat sunyi yang aman bagi mereka. Karena kami pasti akan memburu para buronan ini,” tandas Adi.

“Berdasarkan Putusan MA RI 510/K/PID.SUS/2014 tanggal 21 Mei 2014, Sugiarto Wiharjo alias Alay telah dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman pidana penjara selama 18 tahun dan denda sebesar Rp. 500 juta subsidair 6 (enam) bulan kurungan serta berkewajiban membayar uang pengganti sebesar Rp 106.861.624.800,” ujar Mukri.

Sebelumnya, tim gabungan dari Kejaksaan Agung (Kejagung) dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali berhasil membekuk buronan koruptor asal Lampung, Sugiarto Wiharjo alias Alay Lampung, di Kawasan Wisata Tanjung Benoa Nusa Dua Badung, Bali.

“Tim gabungan dari Bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejagung, Bidang Intelijen Kejagung dan tim intelijen Kejati Bali berhasil menangkap Sugiaro Wijaya alias Alay, buronan terpidana kasus korupsi BPR Tripanca Group di Lampung senilai Rp 108 miliar,” ujar Adi Toegarisman, Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung, kepada wartawan di Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (06/02/2019).

Menurut Adi, terpidana Sugiarto Wijaya alias Alay terjerat kasus pembobolan bank saat menjabat Komisaris Utama BPR Tripanca Setyadana di Lampung. Kasus ini melibatkan terpidana mantan Bupati Lampung Timur Satono yang sampai saat ini masih buron.

Dijelaskan Adi Toegarisman, terpidana Alay selaku Komisaris Utama PT BPR Tripanca Setiadana bersama-sama terpidana mantan Bupati Lampung Timur Satono terbukti melakukan tindak pidana korupsi dengan cara memindahkan uang kas daerah Pemerintah Kabupaten Lampung Timur ke BPR Tripanca Setiadana sebesar Rp 108 miliar.

“Saya ingatkan untuk semua buronan, tidak ada tempat sunyi yang aman bagi mereka. Karena kami pasti akan memburu para buronan ini,” tandas Adi. Syamsuri

 

Leave a comment