Terbaru

Gus Rochim, Ketua Gerakan Pemuda dan Santri Tani Milenial Serukan Jihad Bertani

KopiOnline Jakarta,- Kaum milenial, para pemuda dan santri, di seluruh Nusantara dalam menyongsong seratus tahun Proklamasi Kemerdekaan 2045 kini memiliki wadah untuk berjuang mempertahankan dan mengisi kemerdekaan, khususnya di bidang pertanian. Wadah itu bernama Gerakan Pemuda dan Santri Tani Milenial.

“Tani adalah inti dari keberadaan negara. Pertanian telah mengubah peradaban manusia yang berpindah-pindah, menjadi peradaban yang menetap, bermukim membentuk komunitas yang saling memenuhi kebutuhan,” jelas  Gus Rochim Pati, Ketua Gerakan Pemuda dan Santri Tani Milenial menjawab mengapa bidang pertanian yang menjadi wilayah gerakannya.

“Negara Mesopotamia adalah peradaban pertama yang lahir dari budaya pertanian di sepanjang sungai Nil, tanpa tani tidak akan ada manusia yang menetap, mereka akan terus berpindah-pindah mencari binatang perburuan,” tambah Nur Budi Hariyanto, Sekretaris Jenderal Gerakan Pemuda dan Tani Milenial.

Pada 100 tahun Proklamasi Kemerdekaan di 2045, para pemuda dan santri milenial akan menjadi pemimpin bangsa dan negara di Nusantara, sehingga sekarang ini saat yang tepat untuk menghimpun mereka bersatu bersama-sama mempertahankan dan mnengisi kemerdekaan melalui ketahanan pangan.

“Gerakan ini berusaha mengubah paradigma lama bahwa menjadi petani itu rendah, kurang keren dan  hanya dihargai melalui syair dan lagu.”

Bagi para santri milenial, gerakan ini merupakan jihad menuju masyarakat adil dan makmur melalui ketahanan pangan. Dzikir mereka saat berkumpul, atau saat menanam, memberi pakan merupakan dzikir rasa syukur dan doa. Kaum muda lainnya akan bergelut di bidang teknologi yang menunjang efisiensi pertanian, peternakan, perikanan. Menciptakan aplikasi-aplikasi praktis untuk ponsel, dan diharapkan akan terbangun jaringan pertanian nusantara berbasis big data dan block chain bekerjasama dengan instansi-instansi terkait. ind/kop

Leave a comment