Terbaru

Kejaksaan Negeri Parigi Moutong Sulsel Berhasil Selamatkan Uang Raskin

KopiOnline Jakarta – Setelah turun ke bawah melakukan monitoring ke sembilan kecamatan di Kabupaten Parigi Moutong, tim jaksa pengacara negara Kejaksaan Negeri (Kejari) Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, berhasil menyelamatkan uang negara dalam bentuk utang pembayaran beras untuk keluarga miskin (Raskin).

“Jumlahnya ada Rp 16i juta dan sudah kami kembalikan ke Perum Bulog Sulawesi Tengah. Masih ada Rp 38 juta yang belum diserahkan ke Bulog dan kami masih simpan untuk kepentingan pengembangan kasus ini selanjutnya,” ujar Agus Setiadi, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Parigi Moutong, ketika dihubungi wartawan, kemarin.

Pada 2017 pemerintah masih memberlakukan subsidi terhadap program rastra yang dikuhusunkan kepada masyarakat kurang mampu.

Menurut Agus, Kabupaten Parigi Moutong merupakan daerah yang paling besar hutang rastra 2017. Tunggakan di desa-desa di kabupaten ini mencapai Rp 1,1 miliar lebih besar dibanding daerah-daerah lain di Sulawesi Tengah yang hanya puluhan juta rupiah.

Ia menjelaskan bahwa sejak Januari hingga Oktober 2018, hasil monitoring yang dilakukan Kejari Parigi, piutang raskin yang kini dikenal dengan nama beras untuk keluarga sejahtera (rastra) itu tersisa Rp294 juta dan Rp700 juta telah disetor ke Bulog sebagai pelaksanan progran pemerintah pusat dalam kurun waktu 10 bulan.

Ia menguraikan uang senilai Rp161 juta itu disita dari sembilan kecamatan di kabupaten tersebut. Di antaranya Kecamatan Ampibabo sebanyak 18 desa, Kecamatan Tomini ada empat desa, Kecamatan Kasimbar dan Tinombo Selatan masing-masing tujuh desa.

Sementara Kecamatan Parigi Selatan, Kecamatan Tinombo dan Bolano masin-masing satu desa, sedangkan Kecamatan Moutong dan Ongka Malino juga masing-masing dua desa.

“Meski sejumlah dana sudah dikembalikan, namun pihak Kejaksaan tetap menjalankan proses hukum sesuai peratutan dan perundang-undangan,” ujar Agus Setiadi.

Meski begitu, tambah Agus, pihak Kejari Parigi Moutong hingga kini belum menetapkan tersangka dugaan tindak penyimpangan dana tersebut, tetapi Kejaksaan sudah memiliki sejumlah alat bukti dan telah mengantongi satu nama calon tersangka.

“Secepatnya kami akan umumkan siapa tersangkanya, ” ujarnya namun tidak mengungkap apakah calon tersangka dari aparat desa atau pegawai Bulog.

Kepala Bidang Pengadaan, Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog Sulteng Amir Sube memgatakan, pihaknya sangat terbantu dengan upaya dilakukan pihak Kejaksaan setempat memonitor pelaksanaan program rastra di wilayah hukum Parigi Moutong.

“Tentunya ini menjadi catatan tersendiri bagi kami dan kami berterima kasih kepada Kejaksaan sudah ikut membantu, ” ujarnya. Syamsuri

Leave a comment