Terbaru

Komisi Kejaksaan RI Apresiasi Kinerja Kejaksaan Negeri Bengkulu

Yuswa Kusuma AB, Komisioner Komjak RI

xKopiOnline Jakarta – Komisi Kejaksaan Republik Indonesia (Komjak RI) mengapresiasi kinerja Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkulu yang secara signifikan menunjukkan prestasi dan kemajuan pesat.

“Strategi, ide dan gagasan yang dilakukan Kajari (Kepala Kejaksaan Negeri-red) Bengkulu Emilwan Ridwan sangat inovatif dan jitu, terutama dalam pelayanan publik,” ujar Yuswa Kusuma AB, Komisioner Komjak RI, dalam kunjungan kerjanya di Kejari Bengkulu, Jumat (25/01/2019).

Menurut Yuswa, dalam kunjungan kerjanya ke Kejari Bengkulu dirinya bersama tim Komjak RI melihat langsung kondisi kantor dan pelayanan publik yang diberikan Korps Adhyaksa di Kejari Bengkulu.

“Dalam kunjungan kerja ini, kami melihat langsung Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkulu. Tentunya kami sangat bangga terhadap inovasi dan pemikiran-pemikiran Kajari Bengkulu dalam situasi yang saat ini dibutuhkan masyarakat baik dari segi informasi maupun pelayanan publik,” tandas Yuswa.

Komjak RI memuji program Pick Up Service (PUS) yang diluncurkan Kajari Bengkulu dengan menggandeng Bank Mandiri cabang Kota Bengkulu.

Program Pick Up Service adalah sebuah sistem dimana petugas Bank Mandiri datang sendiri ke kantor Kejari Bengkulu setelah mendapat pemberitahuan dari pihak Kejari Bengkulu bahwa akan ada pengembalian kerugian negara dari terdakwa kasus korupsi.

Di hadapan tim penyidik yang menangani kasus korupsi tersebut, petugas Bank Mandiri menghitung sendiri jumlah uang yang disita penyidik dengan alat hitung yang canggih sekaligus memeriksa originalitas uang tersebut.

Setelah itu uang tersebut langsung dibawa oleh petugas Bank Mandiri dikawal petugas keamanan ke bank yang bersangkutan dilampirkan tanda terima barang bukti uang sitaan itu.

Sejak dua pekan lalu program sistem Pick Up Service digulirkan Kejari Bengkulu bekerjasama Bank Mandiri, sejumlah terdakwa yang terlibat kasus korupsi yang ditangani Kejari Bengkulu sudah menunjukkan itikad baiknya mengembalikan kerugian negara.

Mereka adalah Ikhsanul Arif alias Itang, mantan Kepala Bidang Perbendaharaan DPPKA Kota Bengkulu sebesar Rp 500 juta pada Senin (21/01/2019).

Lalu ada Azwar Alfian, terdakwa kasus korupsi penyusunan Raperda Air Limbah Kabupaten Bengkulu Utara tahun anggaran 2017 sebesar Rp 415 juta pada Rabu (23/01/2019).

Selanjutnya pengembalian kerugian negara dari terdakwa Juliantoni Firdaus, mantan Bendahara DPPKA Kota Bengkulu terkait kasus korupsi dana beban kerja DPPKA Kota Bengkulu senilai Rp 1,1 miliar.

“Kecekatan dari pimpinan yang saat ini menjabat (Kajari Bengkulu Emilwan Ridwan-red) sangat kita apresiasi. Sehingga dengan adanya inovasi yang sudah diterapkan membantu meyakinkan masyarakat, terutama dalam hal penegakan hukum,” kata Yuswa.

Sementara itu juru bicara Komjak RI, Indro Sugianto, menambahkan bahwa dalam kunjungan kerja tersebut pihaknya mencatat bahwa strategi untuk memasukkan inovasi ke dalam suatu sistem merupakan ide yang sangat baik dan perlu didukung.

“Begitu ini masuk ke dalam sistem, maka pelayanan publik itu bisa lebih terjamin. Hal itu luar biasa di Kejari Bengkulu dan bias menjadi contoh bagi Kejari lainnya di Indonesia,” ujar Indro.

Menurut Indro, karena kejaksaan orientasinya memang kepelayanan publik, seperti jaksa masuk sekolah dan lainnya, artinya mereka bisa menciptakan apa yang diharapkan masyarakat.

 

“Jadi, tahap demi tahap kita juga akan melakukan perbaikan anggaran. Namun, kita patut gembira, dengan minimnya anggaran tapi bisa disiasati oleh pimpinannya masing-masing,” jelas Indro.

 

Selain itu, yang membanggakan Komjak RI adalah saat mendapat keterangan bahwa setelah 13 tahun baru kali ini di bawah kepemimpinan Emilwan Ridwan Kejari Bengkulu mendapatkan hibah dari Pemkot Bengkulu, sehingga kantor Kejari Bengkulu kini sepenuhnya menjadi milik Kejari Bengkulu.

Syamsuri

 

Leave a comment