Terbaru

Terlantar, Keluarga Korban Lion Air PK-LQP Terusir dari Hotel Ibis Cawang

sejumlah-keluarga-korban-liona-air-pk-lqp-terkatung-katung. Foto: Ist

KopiOnline Jakarta,- Keluarga korban pesawat Lion Air dengan nomor registrasi PK-LQP yang jumlahya puluhan orang terkatung-katung karena terusir dari Hotel Ibis, Cawang, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Pasalnya, mereka diminta oleh pihak Ibis segera mengosongan kamar tempat mereka tinggal setelah pihak Lion Air menyetop akomodasi bagi keluarga korban di hotel tersebut

Meski demikian, puluhan anggota keluarga korban tersebut menolak segera angkat kaki lantaran menganggap hak dan tuntutan mereka belum dipenuhi oleh Lion Air.

“Kalaupun mereka (management Lion Air) belum selesaikan urusan dengan keluarga korban jangan keluarkan kami dari sini (Hotel Ibis),” ucap Yoke, salah satu keluarga korban, Rabu (23/01/2019).

Hal senada turut diungkapkan oleh Neuis Marfuah (46), ibu dari korban Lion Air Vivian Afifa (23) yang meminta pihak Lion Air lebih kooperatif dalam pemenuhan hak dan tuntutan dari keluarga korban.

“Kalau Lion kooperatif ya selesaikan hak keluarga, kami di sini tidak berurusan dengan pihak hotel tapi Lion Air,” ujarnya saat ditemui di Hotel Ibis, Cawang, Kramat Jati, Jakarta Timur.

“Kami kesini juga karena ada kejadian ini kan,” tambahnya.

Neuis mengungkapkan, ada empat tuntutan yang saat ini masih terus diperjuangkan oleh keluarga korban Lion Air PK-LQP.

“Pertama, tuntaskan pencarian 64 korban yang masih tertinggal di laut sampai teridentifikasi,” kata Neuis.

Kemudian, keluarga juga meminta pihak Lion Air segera menyelesaikan masalah asuransi sesuai Permenhub Pasal 77.

“Bagi keluarga korban yang belum teridentifikasi, mereka juga harus memfasilitasi. Ini sudah kami sampaikan suratnya kemarin di Kantor Kementerian Kemaritiman dan diterima oleh Pak Daniel Putut (Managing Director PT Lion Air Group), kemudian dia menyatakan akan difasilitasi, tapi pada kenyataannya kamo disuruh check out,” ucapnya.

Seperti diketahui, sebanyak 189 penumpang Lion Air dengan nomor registrasi PK-LQP menjadi korban setelah pesawat yang mereka tumpangi terjatuh di perairan Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat pada 29 Oktober 2018 lalu.

Tim Disaster Victim Identification (DVI) pun telah berhasil mengidentifikasi 125 korban korban.

Sedangkan, 64 orang lainnya hingga kini belum juga ditemukan.

Keluarga akan Cari Sendiri Korban Lion Air

Sementara itu keluarga korban kecelakaan Lion Air PK-LQP yang belum ditemukan menggelar rapat untuk merencanakan pencarian sendiri korban yang belum teridentifikasi tersebut. Mereka juga berencana berkomunikasi dengan Lion Air apakah akan membantu atau tidak

“Ketika memang dari sekian banyak tulang sudah dievakuasi, maka kami akan bicarakan ke pihak Lion apakah mereka tetap mau bantu mencari tulang-belulang yang sisanya yang titik koordinatnya sudah kami simpan apakah tidak,” kata perwakilan keluarga korban Lion Air, Anton, kepada wartawan di Hotel Ibis Cawang, Jakarta Timur, Selasa (22/01/2019).

Anton merupakan keluarga dari korban atas nama Rian Ariandi (23) asal Lubuklinggau. Anton menyatakan pihak keluarga korban sudah menyediakan dana untuk ‘berangkat’ mencari sendiri.

“Kalau mereka tidak (berhasil mengidentifikasi), kami pun sekarang sudah menyiapkan dana untuk kami berangkat ke lokasi,” tutur Anton.

“Kalau jenazah yang terkait 64 yang belum ketemu, kami sudah dapat report-nya itu ada empat kantong yang sudah dievakuasi dan dibawa ke RS Polri dalam proses identifikasi itu perlu waktu 17 hari. Karena mengingat itu rentang waktu tulang belulang masuk bulan ke-3, jadi tingkat kesulitan sangat sulit. Jadi kami masih menunggu hasil identifikasi itu,” ungkap Anton.

Anton menyebut sejauh ini masih ada sekitar 50 anggota keluarga yang masih bertahan di Hotel Ibis, Jaktim, tempat posko kecelakaan pesawat Lion Air itu. Dalam rapat keluarga korban itu, Anton mengatakan juga dibahas terkait pertemuan perwakilan keluarga korban dengan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah beberapa hari lalu.

Rapat itu juga membahas terkait asuransi yang seharusnya diterima oleh pihak keluarga korban. Anton menyebut pihak terkait harus menuruti peraturan yang diatur dalam Pemernhub Nomor 77 Tahun 2011. Namun ia mengatakan masih ada keluarga korban yang belum menerima asuransi tersebut.
“Kalau terkait klaim asuransi dibulatkan oleh asuransi pihak Lion Rp 1,3 M itu sebagai ganti kerugian dan Rp 50 juta sebagai kompensasi ganti rugi bagasi. (Asuransi) belum 100 persen (terpenuhi),” kata Anton.

“Tadi ada statement Kapten Putut (Direktur Operasional Lion Air Daniel Putu) itu dia memberi keterangan ke kami kira-kira tinggal 35 orang lagi yang belum mengambil hak itu. Faktanya berbanding terbalik, sekitar 100 yang belum,” sambungnya.

Total penumpang dan awak kabin yang ada di pesawat Lion Air PK LQP adalah 189 orang. Hingga proses identifikasi ditutup, total korban yang bisa diidentifikasi berjumlah 125 orang. 

Lion Air : Dipindahkan ke ibis Hotel Slipi  

Lion Air (kode penerbangan JT) member of Lion Air Group menyampaikan informasi bahwa pusat layanan (posko) untuk penanganan penerbangan JT-610 registrasi pesawat PK-LQP akan dipindahkan dari ibis Hotel Cawang Jakarta Timur ke ibis Hotel Slipi Jakarta Barat, efektif mulai 24 Januari 2019.

Lion Air sudah menyampaikan perihal tersebut kepada pihak keluarga melalui surat pemberitahuan pada 16 Januari 2019.

Perpindahan posko tersebut dilakukan dengan tetap mengutamakan untuk pelayanan notaris dan konsultasi dokumen perlengkapan asuransi yang melayani ahli waris dari pukul 10.00 WIB hingga 17.00 WIB.

Sebagai bentuk dukungan dan pelayanan, Lion Air menginformasikan bahwa tetap memberikan fasilitas akomodasi serta transportasi bagi ahli waris dari 64 penumpang yang masih menunggu hasil identifikasi dari pihak terkait (DVI) sesuai surat pemberitahuan tersebut.

Lion Air juga masih menyediakan layanan pendampingan kepada pihak keluarga (family assistants).

Besar harapan kami bahwa kebijakan ini dapat terus membantu mempermudah proses komunikasi dan koordinasi antara keluarga dengan Lion Air selama menunggu proses identifikasi selesai. 

Lion Air akan memberikan keterangan terbaru, sesuai dengan perkembangan. Demikian penjelasan tertulis dari Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro. Koptbn/dtk

Leave a comment