Terbaru

Program Pick Up Service Kejaksaan Negeri Bengkulu Disambut Positif Masyarakat

Petugas-Bank-Mandiri-Kota-Bengkulu-menghitung-uang-pengembalian-kerugian-negara-dengan-menggunakan-alat-hitung-di-Kejari-Bengkulu

KopiOnline Jakarta – Baru sehari program Pick Up Service diluncurkan Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkulu bersama Bank Mandiri sudah mendapat respon positif masyarakat, terutama dari pihak yang tersangkut kasus yang merugikan keuangan negara.

ADVETORIAL

Kali ini giliran Azwar Alfian, terdakwa kasus korupsi penyusunan Raperda Air Limbah  Kabupaten Bengkulu Utara tahun anggaran 2017, mengembalikan kerugian negara yang seluruhnya berjumlah Rp 415 juta.

Disaksikan langsung Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bengkulu Emilwan Ridwan dan dari pihak Bank Mandiri, keluarga terdakwa Azwar Alfian, Rabu (23/01/2019), mengembalikan kerugian negara yang totalnya mencapai Rp 415 juta di kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkulu.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bengkulu Emilwan Ridwan

Pengembalian kerugian negara itu dihitung langsung oleh petugas dari Bank Mandiri menggunakan alat hitung.

“Setelah itu uang kerugian negara tersebut dibawa langsung pihak Bank Mandiri dengan pengawalan petugas keamanan dari Bank Mandiri,” ujar Emilwan kepada wartawan, kemarin.

Sebelumnya pada Senin lalu (21/01/2019) Kejari Bengkulu yang meluncurkan program Pick Up Service menerima pengembalian kerugian negara sebesar Rp500 juta dalam bentuk uang tunai dari Ikhsanul Arif alias Itang, mantan Kepala Bidang Perbendaharaan DPPKA Kota Bengkulu.

Sistem Pick Up Service yang diluncurkan Kejari Bengkulu yakni petugas Bank Mandiri datang sendiri ke Kantor Kejari Bengkulu setelah mendapat pemberitahuan dari pihak Kejari Bengkulu.

Di hadapan tim penyidik yang menangani kasus korupsi tersebut, petugas Bank Mandiri menghitung sendiri jumlah uang yang disita penyidik dengan alat hitung yang canggih sekaligus memeriksa originalitas uang tersebut.

Setelah itu uang tersebut langsung dibawa oleh petugas Bank Mandiri dilawal petugas keamanan ke bank yang bersangkutan dilampirkan tanda terima barang bukti uang sitaan itu.

“Sistem Pick Up Service ini merupakan salah satu program agar pelayanan yang diberikan Kejari Bengkulu tepat waktu, tepat mutu dan tepat sasaran,” jelas Emilwan. Syamsuri

Leave a comment