Terbaru

Kejagung Teliti Berkas Kasus Hoaks 7 Kontainer Surat Suara Tercoblos di Tanjung Priok

Kapuspenkum-Kejagung-Dr-Mukri.

KopiOnline Jakarta – Tim jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejaksaan Agung (Kejagung) kini tengah intensif meneliti kelengkapan berkas perkara berita bohong (hoaks) tujuh kontainer berisi surat suara tercoblos di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Penelitian berkas itu dilakukan menyusul diterimanya dua berkas perkara dari tim penyidik Mabes Polri. Dua berkas perkara itu atas nama tersangka BBP dan HYH dalam perkara tindak pidana dugaan penyebaran berita bohong (hoaks).

“Memang benar sudah kami terima dua berkas perkara atas nama tersangka BBP dan HY dari penyidik Mabes Polri,” ujar Dr Mukri, Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, kepada wartawan di kantornya, Selasa (22/01/2019).

Selanjutnya, kata Mukri, jaksa penuntut umum (JPU) pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum) Kejaksaan Agung RI melakukan penelitian berkas perkaranya. “Penelitian berkas terkait kelengkapan formil maupun materiil,” tambahnya.

Menurut Mukri, kedua tersangka yakni BBP dan MYH disangkakan melanggar Pasal 14 ayat (1) dan (2) serta Pasal 15 UU Nomor 1 tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana lantaran sengaja menyebarkan berita bohong. “Tersangka terancam hukuman 10 tahun penjara,” tambah Mukri.

Hoaks mengenai tujuh kontainer surat suara pemilu yang sudah tercoblos tersebar melalui sejumlah platform, seperti YouTube dan WhatsApp. Salah satunya tersebar melalui rekaman suara seorang lelaki.

Setelah KPU dan Bawaslu melakukan pengecekan bersama pihak Bea Cukai, dipastikan bahwa informasi tujuh kontainer surat suara pemilu yang sudah tercoblos adalah hoaks. Syamsuri

Leave a comment