Terbaru

Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Barat, “Kembali Bebaskan” Terdakwa Narkoba

KopiOnline Jakarta, Tiga terdakwa narkoba yaitu Yuliana, Aryanto dan Lurih,saat sidang putusan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Barat tidak sama hukumanya, ada yang dipenjara ada juga yang bebas.

Sidang yang dipimpin oleh hakim Kukuh Subiyakto SH dengan dua hakim anggota yaitu Moch Taupik Tatas P SH dan Matauseja Erna SH itu menarik perhatian pengunjung sidang baik orang umum maupun wartawan.

Pasalnya, ketika hakim Kukuh Subiyakto akan membacakan amar putusan, ketiga terdakwa itu dihadirkan satu persatu kemuka persidangan, pertama terdakwa Yuliana divonis 15 tahun penjara denda 1 miliar subsider 6 bulan dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar maka diganti dengan pidana penjara.

Putusan yang sama juga dikenakan oleh hakim Kukuh kepada terdakwa Ariyanto yakni pidana penjara selama 15 tahun denda 1 miliar subsider 6 bulan bila denda tersebut tidak dibayar oleh terdakwa, naka diganti dengan pidana penjara.

“Berbeda dengan terdakwa Lurih, amar putusanya dibacakan oleh hakim anggota yaitu Matauseja Erna SH, dalam amar putusanya itu terdakwa lurih itu, tidak terbukti bersalah.

Seperti apa yang didakwakan oleh jaksa penuntut umum (JPU) Dedeh SH, dari Kejaksaan Agung RI baik dari pasal pasal yang ada dalam dakwaan Primeir naupun Subsideir.

Usai amar tersebut dibacakan, hakim Erna lalu dikembalikan kepda hakim ketua yaitu Kukuh untuk memutus perkara tersebut, Namun apa yang terjadi.

Hakim Kukuh Subiyakto itu membebaskan terdakwa Lurih dari dakwaan jaksa Dedeh SH, serta mengembalikan nama baiknya dan biaya perkara dibebankan kepada negara.

“Sontak pengunjung kaget atas putusan hakim Kukuh terhadap terdakwa Lurih karena sebagian dari pengunjung sidang tersebut ada yang mengetahui kasus yang mendera ketiga terdakwa itu.

“Mereka itu ditangkap oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) usai mengambil paket narkoba di Kantor Pos Giro No.20 Jl Daan Mogot Kelurahan Wijaya Kusuma Jakarta Barat di parkiran motor.

Katanya, sebelum putusan ini jatuh. Jaksa Dedeh sudah menuntut ketiga terdakwa itu dengan pidana penjara selama 20 tahun denda 1 miliar subsider 1 tahun penjara karena perbuatan ketiga terdakwa itu.

“Terbukti secara sah tanpa hak dan melawan hukum menguasai, menyimpan beberapa jenis narkotika yakni puluhan gram sabu dan ratusan butir pil ekstasi, Ko bisa divonis bebas”.

“Sementara perbuatan ketiga terdakwa itu, sebagaimana diatur dalam dakwaan Primair melanggar Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 112 ayat (2) UU RI No.35 tahun 2009 tentang narkotika .

Dan Subsidair mereka bertiga juga melanggar Pasal 112 ayat (1) jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang narkotika dan adanya unsur kemufakatan jahat yang mereka lakukan.

“Namun sangat disayangkan, Hakim Kukuh Subiyakto yang menghukum bebas terdakwa narkoba Lurih di Pengadilan Negeri Jakarta Barat Kamis (10/01/2019) belum bisa ditemui. chaniago.

Leave a comment