Terbaru

Rugikan Negara Rp 35 T, Kasus Korupsi Kondensat Segera Disidangkan

Jaksa Agung HM Prasetyo

KopiOnline Jakarta,– Jaksa Agung HM Prasetyo memastikan segera menyidangkan kasus korupsi Kondensat yang kerugian negaranya ditaksir mencapai Rp 35 triliun, meski salah satu tersangkanya disidangkan secara In Absentia atau tanpa kehadiran tersangka di pengadilan.

Sinyal itu diberikan Prasetyo jika penyidik Mabes Polri sudah menyerah tidak bisa menghadirkan Honggo Wendratmo, salah satu dari tiga tersangka yang melarikan diri (buron) ke luar negeri dan sampai saat ini belum berhasil ditangkap.

“Kalau mereka (penyidik-red) sudah menyerah dan tidak bisa menghadirkan ketiga-tiganya (para tersangka – red) ya kita akan terimalah dan kita sidangkan salah satu tersangka yang lari secara in absentia,” kata Prasetyo kepada wartawan di Kejaksaan Agung akhir pekan lalu.

Dalam kasus yang diduga merugikan negara ditaksir mencapai Rp 35 triliun itu penyidik menetapkan tiga orang tersangka yakni mantan Direktur Utama PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) Honggo Wendratmo, mantan Kepala BP Migas Raden Priyono dan mantan Deputi Finansial BP Migas Djoko Harsono.

Jaksa Agung Prasetyo mengungkapkan, semula dirinya berharap penyidik Mabes Polri dapat sekaligus menyerahkan ketiga tersangka kepada Kejaksaan Agung supaya tidak ada disparitas dalam penanganan kasus tersebut.  

“Karena setelah berkas perkara kita pelajari  rupanya Honggo yang paling menikmati dan lari. Jadi memang lebih ideal kalau  ketiga-tiganya sekaligus diserahkan kepada penuntut umum biar sama-sama segera bisa disidangkan,” tuturnya.

Saat ditanya apakah kejaksaan memberi batas waktu kepada pihak kepolisian, Prasetyo tidak menjawab secara langsung. Namun dia mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian.  “Ya kita akan koordinasi. Mereka (polisi—Red) kan suka koordinasi.”

Sebelumnya Jaksa Agung HM Prasetyo saat jumpa pers terkait rapat kerja nasional di Denpasar, Bali, juga sudah memberikan  sinyal untuk menyidangkan tersangka Honggo secara in absentia tanpa kehadiran terdakwa. 

“Kami sedang pertimbangkan untuk menyidangkan yang bersangkutan (Honggo Wendratmo–red) secara in absentia jika dipandang lama dan belum diketahui kapan yang bersangkutan yang buron ke luar negeri ditemukan ” kata Prasetyo kepada wartawan di Hotel Grand Inna Bali Beach, Denpasar, Bali, Rabu (28/11/2018).

Prasetyo pun berjanji akan menuntut hukuman maksimal tersangka yang kini menjadi buronan pihak Mabes Polri selaku penyidik kasus Kondensat yang diduga merugikan keuangan negara sebesar Rp 35 triliun.

Sebelumnya dia menepis kalau pihaknya dianggap menghambat penyelesaian kasus Kondensat dengan menolak penyerahan dua tersangka lain mantan Kepala BP Migas Raden Priyono dan mantan Deputi Finansial BP Migas Djoko Harsono jika tersangka Honggo tidak secara bersamaan diserahkan Mabes Polri.

Alasan Jaksa Agung agar tidak ada kesan disparitas perlakuan terhadap ketiganya. “Karena yang melarikan diri (Honggo Wendratmo–Red) diindikasikan paling menikmati hasil kejahatan korupsi kasus itu,” katanya.

Sementara itu Anggota Komisi III DPR RI, Masinton Pasaribu, yang dimintai tanggapan soal berlalrut-larutnya penyerahan Tahap II tersebut menyarankan agar penyidik Bareskrim Polri segera menyerahkan tersangka dan barang bukti ke Kejaksaan agar segera dilimpahkan ke persidangan demi kepastian hukum.

Soal adanya satu tersangka yang buron yakni Direktur Utama PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) Honggo Wendratmo harusnya tidak menjadi kendala penyidik untuk melakukan pelimpahan tahap dua.

Ya harusnya dilimpahkan saja tersangka yang ada, kan yang satu saja buron, jadi tersangka yang ada limpahkan saja Tahap II ke jaksa untuk disidangkan,” katanya.

Sama seperti Jaksa Agung Prasetyo, Masinton yang juga politisi PDI Perjuangan, menyatakan, satu tersangka yang buron dapat disidangkan secara in absentia yakni persidangan tanpa dihadiri terdakwa. Langkah ini sangat efektif dibandingkan harus mengulur-ulur waktu tanpa ada kepastian hukum.

Iya limpahkan saja tersangka yang ada, yang buron dengan cara itu (in absentia),” tegasnya. Syamsuri

Leave a comment