Terbaru

Eksekusi Pengosongan Tanah & Bangunan JL Kelinci III Pasar Baru Tertunda

Dok : Nyonya Emmy (tengah), didampingi pengecaranya (kanan)

KopiOnline Jakarta,- Pengosongan tanah dan bangunan di Jl. Kelinci III/65 Pasar  Baru Jakarta Pusat, berhasil dipertahankan keluargaTermohon Eksekusi pada Rabu (20/12). Sebab tim eksekusi Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, yang dipimpin Jurusita Bilal, SH tanpa alasan jelas ahirnya tarik diri/mundur dari lokasi pengosongan tanah dan bangunan di Jl.Kelinci III/65 itu.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, Kamis (20//12/2018), tim eksekusi pengosongan itu mundur karena tidak didukung Satpol PP. Informasi lain tim disuruh  mundur oleh seorang perwira polisi karena kondisi di lapangan tidak kondusif lantaran banyak warga yang bersimpati kepada keluarga penghuni rumah yang ikut bergerombol mempertahankan rumah tersebut.

Disamping itu mengingat lokasi eksekusi padat bangunan rumah hingga dikhawatirkan terjadi kerusuhan. Informasi lainnya ada yang mengatakan perintah tim mundur  dari Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat DR Yanto, SH, MH.

Saat mau dijalankan eksekusi pengosongan itu tim eksekusi Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang didukung Polri, sempat terlihat saling dorong di depan rumah itu dengan sejumlah keluarga penghuni rumah dibantu puluhan warga.

Ketika terjadinya dorong-dorongan itu salah satu ahli waris pemilik rumah yang didampingi pengacara Tulus Hirmantoro dan Amizan Lubis, SH,  meneriakkan bahwa tidak ada alasan eksekusi itu karena sertifikat ada ditangan keluarganya.

“Sertifikat rumah ini tidak pernah digadaikan atau dilelang. Apa dasar eksekusi ini. Kami menolak dan tetap kami pertahankan rumah orang tua saya,” kata Ny Emmy Widjaja sembari melambai-lmbaikan sebuah sertifikat.

Secara tiba-tiba ada terdengar perintah mundur. Karenanya jurusita  Bilal, SH mundur perlahan bersama tim lainnya. Dan tak lama kemudian meninggalkan lokasi pengosongan.

Sebelumnya tujuh para ahli waris Widjaya melalui kuasa hukumnya pengacara Slamet Minarno, SH telah menyurati Ketua Pengadilan Tinggi Jakarta supaya membatalkan eksekusi tersebut karena  ada proses pemeriksaan perkara perdata No.308 di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Tindasan surat tersebut disampaikan ke Ketua Pemgadilan Negeri Jakarta  Pusat dan instansi lain.

Di dalam gugatan itu pada intinya diduga ada penyimpangan subyek dan obyek hukum lahan yang alan dieksekusi karena tidak ada hubungan hukum antara kliennya dengan Pemohon eksekusi.

Menurut Ny Emmy Widjaja (putri bungsu almarhum Widjaja), mengatakan bahwa suaminya pernah pinjam uang Rp 250 juta tapi masalah uang tersebut sudah selesai dengan penarikan 2 buah mobilnya. Tetapi rumah ini (Jl. Kelinci III/65) tidak pernah digadai dan tidak ada sangkut pautnya dengan Pemohon eksekusi.

“Untunglah sertifikat ini ada pada kami kalau engga pemohon eksekusi pasti berhasil menguasai rumah kami,” tutur Emmy.

Sedangkan menurut kuasa hukum Termohon eksekusi pengacara Selamet Winarno, SH,  eksekusi yang dimaksud  ada perbedaan antara isi putusan lembaga Peradilan dengan isi penetapan eksekusi.

“Obyek eksekusi terhadap tanah dan bangunan yang terletak di Jl. Kelinci
III/65 PasarBaru; Jakarta Pusat, adalah milik almarhum Widjaja atau tujuh para ahli warisnya dan bukan milik dari Termohon Eksekusi Hadi Rondonuwu beserta Ong Sio Mie secara pribadi. Yang mana tidak memiliki hubungan hukum dengan Oiej sen Hoa selaku Penggugat dalam perkara, No. 308,” tutur Selamet.

Menimbang fakta-fakta hukum serta bukti-bukti yang tidak terbantahkan tersebut maka demi “Ketuhanan Yang Maha Esa, demi kemanusiaan dan demi   keadilan dan beradap secara patutnya pelaksanaan eksekusi dapat ditunda sampai ada putusan yang terarhir dari pengadilan agar supaya tidak terjadi tumpang tindih atas hak pencari keadilan”.

Obyek eksekusi merupakan milik pihak ke-III yang tidak memiliki hubungan hukum dalam perkara maka tidak sepatutnya dilakukan eksekusi. Meski tim eksekusi telah mundur keluarga ahli waris dan sejumlah warga tetap terlihat berjaga jaga di lokasi. “Kita khawatir tim eksekusi datang lagi jadi kami masih berjaga jaga,” tutur pengacara Tulus. riau/mastete.

Leave a comment