Terbaru

Gugatan Praperadilan Mantan Ketua Satgas PPA Kejagung Kandas di PN Jaksel

Dr Mukri, Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung

KopiOnline Jakarta,– Gugatan praperadilan mantan Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Pusat Pemulihan Aset (PPA) Kejaksaan Agung (Kejagung), Chuck Suryosumpeno (CS), kandas di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan.

ADVETORIAL

Hakim tunggal praperadilan Dedy Hermawan menolak permohonan praperadilan yang diajukan Chuck Soeryosumpeno terkait penetapan dirinya sebagai tersangka kasus korupsi penjualan aset koruptor Hendra Rahardja.

“Dalam putusannya hakim menyatakan penetapan pemohon (CS) sebagai tersangka sebagaimana surat penetapan tersangka Nomor Print -44/F.2/Fd.1/10/2018 tanggal 14 Nopember 2018 jo surat perintah penyidikan atas nama pemohon (CS) Nomor : Print-72/F2Fd.1/10/2018 tanggal 23 Oktober 2018 jo Nomor : Print – 522/F.2/Fd.1/10/2018 tanggal 31 Oktober 2018 atas nama tersangka CS sah menurut hukum,” ujar Dr Mukri, Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung kepada wartawan di Jakarta, Selasa (18/12/2018).

Sementara itu Hakim tunggal praperadilan Dedy Hermawan dalam putusannya berpendapat penetapan tersangka dan penahanan oleh Kejaksaan Agung telah sesuai dengan mekanisme dan prosedur hukum. Ditambahkan pula, alat-alat bukti yang diperoleh telah melalui proses penyelidikan yang sah.

“Penetapan tersangka oleh termohon (Kejaksaan Agung).  Juga penahanan sudah sah menurut hukum, ” jelas Dedy.

Chuck ditetapkan sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi penyelesaian barang rampasan dan barang eksekusi,  5 November 2018. Dia ditahan, Rabu (14/12).

Chuck menggugat Prapid ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan Nomor: 162/Pid.Pra/2018/PN JKT.SEL, Senin (19/12).

Sementara itu termohon praperadilan yang diwakili jaksa Sarjono Turin mengapresiasi putusan Hakim PN Jaksel atas perkara Prapid yang diajukan tersangka Chuck Suryosumpeno.

“Ini membuktikan bahwa apa yang telah dillakukan oleh tim penyidik sesuai prosedur hukum. Kita bekerja profesional berdasar atas fakta hukum dan bukan asumsi,” tegas Turin didampingi jaksa Bobby, Abvianto dan Heru Murjianto.

Kasus yang menjerat Chuck, yang terakhir menjabat Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Maluku, terkait dugaan penjualan lahan seluas 7,8 hektar milik terpidana kasus BLBI Bank BHS Hendra Rahardja.

Lahan yang berada di Jatinegara dijual dibawah NJOP  (Nilai Jual Objek Pajak) sebesar Rp12 miliar. Padahal, seharusnya nilai jualnya Rp34 miliar lebih. Selain itu, pengalihan aset itu tidak sesuai SOP (Standar Operasional Prosedur). Dana yang disetor ke negara hanya Rp2 miliar. Akibatnya, negara dirugikan sekitar Rp32 miliar. Syamsuri

Leave a comment