Terbaru

Jika Temukan Penyimpangan Aliran Kepercayaan, Segera Lapor Kejaksaan

KopiOnline Jakarta – Masyarakat bisa melapor atau mengadu kepada pihak kejaksaan melalui aplikasi Pakem jika mereka menemukan indikasi penyimpangan dilakukan aliran-aliran kepercayaan masyarakat.

Melalui aplikasi smart Pakem masyarakat sudah diingatkan untuk tidak bertindak sendiri jika mengetahui ada dugaan aliran kepercayaan masyarakat yang melanggar atau menyimpang.

“Jadi sebenarnya tidak perlu ada kekhawatiran ada persekusi. Justru aplikasi pakem dalam rangka kita melakukan edukatif, koordinatif persuasif dan preventif,” tutur Yusuf, Direktur Sosial Budaya dan Kemasyarakatan (Direktur B) pada Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung (Kejagung),  dalam acara press gathering dengan Forum Wartawan Kejaksaan (Forwaka), Jumat (14/12/2018).

Direktur B pada Jamintel Kejagung, M Yusuf (tengah), saat acara press gathering dengan Forwaka

Yusuf mengaku terkait aplikasi smart Pakem ini, dirinya sudah menyampaikan kepada sejumlah aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) yang mengadakan pertemuan dengan pihaknya belum lama ini di Kejaksaan Agung (Kejagung).

Diakuinya dalam pertemuan tersebut para aktivis HAM menilai keberadaan aplikasi Smart Pakem berpotensi melanggar hak asasi manusia dan memecah belah bangsa.

“Tapi setelah saya jelaskan kepada mereka (aktivis HAM–Red), termasuk adanya lembaga Bakor Pakem yang berwenang dan bukan kejaksaan, mereka akhirnya malah mendukung keberadaan aplikasi Pakem,” tutur Yusuf.

Dikatakan Yusuf bahwa Bakor Pakem atau Badan Koordinasi Pengawasan Aliran Kepercayaan yang didalamnya terdapat unsur pemerintah, penegak hukum dan aparat keamanan adalah yang berwenang memutuskan suatu aliran kepercayaan masyarakat menyimpang dan melakukan pelanggaran atau tidak.

“Jadi bukan pihak kejaksaan. Karena itu jika ada laporan pengaduan masyakarat masuk ke aplikasi Pakem tidak langsung diputus oleh kejaksaan. Tapi laporan atau pengaduan masyarakat akan ditindaklanjuti ke Bakor Pakem,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Yusuf mengapresiasi pertemuan atau press gathering antara Kejaksaan RI dengan Forwaka.

Pertemuan ini, tambah Yusuf, bukan hanya sekedar mempererat tali silaturahmi. Tetapi, sekaligus membangun serta saling bersinergi antara Forwaka dengan institusi Kejaksaan, mengenai fungsi dan koordinasi juga kemitraan informasi, àntara bidang Intelijen dengan Forwaka dalam penyampaian berita dan informasi yang telah terverifikasi kepada publik.

Sambungnya, hasrat dan harapan dari kejaksaan kalau tidak dikuatkan bersama akan sia-sia, apalagi mengenai harapan tidak akan sempurna tanpa kebersamaan.

“Saya optimistis dan percaya bersama Forwaka akan mampu menjadi bagian terintegrasi, sebagai pedoman dalam rangka optimalisasi dalam tugas dan fungsi masing-masing, saling koordinasi dan bersinergi,” ucap Yusuf. Syamsuri

 

Leave a comment