Terbaru

Atas Permintaan Pemerintah AS, Bos Huawei Ditangkap di Kanada

Meng Wanzhou, CFO Huawei

KopiOnline Jakarta,– Meng Wanzhou, CFO Huawei menjadi sorotan dunia saat ini. Petinggi perusahaan itu ditangkap pihak berwenang Kanada atas permintaan Amerika Serikat (AS). Penangkapan ini tidak biasa, sebab dikhawatirkan mempengaruhi hubungan antara AS dan China yang saat ini ‘gencatan senjata’ perang dagang.

Siapakah Meng Wanzhou?

Meng Wanzhou merupakan anak pendiri Huawei, Ren Zhengfei dari pernikahan Meng Jun. Ren Zhengfei merupakan mantan perencana militer China. Meng Wanzhou lahir di Chengdu, Provinsi Sinchuan pada 1972.

Mengutip laman Huawei, Sabtu (08/12/2018) Meng merupakan lulusan Huazhong University of Science and Technology. Dia bergabung dengan Huawei tahun 1993. Sejak bergabung, Meng tercatat menduduki sejumlah posisi strategis.

Posisi itu antara lain, Direktur Departemen Akuntasi Internasional, CFO Huawei Hong Kong, Presiden Departemen Akuntansi, dan saat ini menjabat CFO Huawei.

Sejumlah terobosan telah dilakukan Meng. Pada tahun 2003, Meng mendirikan organisasi keuangan terpadu global Huawei, mengembangkan struktur organisasi standar, sistem keuangan dan platform IT.

Pada tahun 2005, dia memimpin berdirinya sejumlah pusat layanan bersama di dunia dan mempromosikan penyelesaian pusat pembayaran di Shenzhen, China. Pusat-pusat ini meningkatkan efisiensi akuntansi dan kualitas pemantauan Huawei.

Di tahun 2007, Meng bertanggungjawab atas program Integrated Financial Services (IFS) yakni program kerja sama antara Huawei dan IBM.

Punya Rumah Jutaan Dolar

Penangkapan Chief Financial Officer Huawei Meng Wanzhou di Vancouver, Kanada bisa dibilang ironis. Pasalnya, Meng sering menghabiskan masa liburan di kota itu, bahkan punya properti senilai jutaan dolar di sana.

Properti yang dimaksud adalah dua rumah yang berada di area West 28th Avenue dan Matthews Avenue. Kedua rumah tersebut terdaftar atas nama Liu Xiaozong, suami Meng.

Rumah Meng di Matthews Avenue jelas tak ditempati. Pasalnya rumah seluas 747 meter persegi itu tengah direnovasi besar-besaran. Sementara rumah di 28th Avenue terlihat lebih kecil dengan luas hanya 346 meter persegi, dan tampak tak berpenghuni juga, meski rerumputan di halamannya terlihat rapi. Foto: Reuters.

Pada sertifikat rumah di 28th Avenue, suami Meng disebut sebagai seorang marketing developer. Rumah yang dibeli pada Oktober 2009 tersebut mempunyai tiga lantai dan bernilai sekitar USD 4,2 juta.

Sementara rumah kedua di Matthews Avenue dibeli pada Mei 2016, dan posisi Liu sudah berubah, tak lagi menjadi marketing developer melainkan menjadi investor. Rumah kedua tersebut saat ini bernilai setidaknya USD 12,2 juta.

Secara total, kedua rumah tersebut nilainya mencapai USD 16,4 juta dan dua-duanya dijadikan jaminan untuk usaha pembebasan Meng, demikian dikutip dikutip detikINET dari South Morning China Post, Senin (10/12/2018).

Pernah Tinggal di Kanada

Meng mengaku pernah berimigrasi ke Kanada, namun ia melepaskan status penduduk tetapnya pada 2009. meski begitu, ia dan suaminya tetap membeli rumah pertamanya di Kanada pada tahun yang sama.

“Dia punya Care Card (BPJS-nya Kanada). Dia punya kartu identifikasi BC (British Columbia). Dia punya nomor asuransi sosial…dia pun secara historis punya hubungan dengan Kanada,” ujar David J. Martin, pengacara Meng.

Meng kembali menjadi penduduk China sembilan tahun lalu, namun sejumlah keluarganya tetap tinggal di Kanada selama bertahun-tahun. Salah satu anak dari pernikahannya yang sebelumnya, kini berusia 16 tahun, bersekolah di Vancouver dari 2009 sampai 2012. Sementara anaknya dari pernikahan dengan Liu, kini berusia 10 tahun, juga pernah menghabiskan masa TK-nya di Vancouver. kop.

Leave a comment