Terbaru

Kejagung Apresiasi Vonis Mati Penyelundup Narkoba ke Pulau Batam

KopiOnline Bali, – Kejaksaan Agung (Kejagung) mengapresiasi sikap tegas Pengadilan Negeri (PN) Batam yang menjatuhkan vonis mati terhadap 7 terdakwa dan 1 pelaku diputus penjara seumur hidup. Putusan maksimal itu dijatuhkan hakim karena semua pelaku terbukti menyelundupkan narkoba jenis sabu-sabu ke Pulau Batam.

“Tentunya selaku Jaksa kami mengapresiasi vonis hakim PN Batam tersebut, karena memang faktanya para pelakunya merupakan bagian dari sindikat peredaran narkotika,” ujar Dr Noor Rohmad, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum) Kejaksaan Agung (Kejagung), yang dihubungi wartawan di sela-sela acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kejaksaan RI di Bali, kemarin.

Menurut Noor Rohmad, barang bukti yang diselundupkan ke Pulau Batam oleh para sindikat pengedar narkoba itu jumlahnya sangat fantastis, bukan hanya hitungan gram atau kilo tetapi sudah dalam hitungan ton.

“Bayangkan, berapa ribu anak bangsa yang menjadi korban apabila sempat dipakai barang haram tersebut,” tutur Noor Rohmad.

Hal senada juga disampaikan Dedi Setiadi, Direktur Narkoba dan Zat Adiktif lainnya pada Kejaksaan Agung. “Kerja keras tim jaksa untuk membuktikan perbuatan para terdakwa sebagai sindikat pengedar narkotika menyelundupkan narkoba jenis sabu ke Pulau Batam ternyata membuahkan hasil maksimal terbukti majelis hakim PN Batam sepakat dengan tuntutan jaksa,” katanya.

Dedi Setiadi menegaskan, Kejaksaan Agung akan bersikap tegas mengambil tuntutan maksimal terhadap para pelaku sindikat narkoba yang menyelundupkan dan mengedarkannya di Indonesia.

“Terhadap salah satu terdakwa yang divonis seumur hidup, kami akan Banding,” ungkap Dedi Setiadi.

Seperti diketahui pada Kamis (29/11/2018) dalam sidang pertama kasus penyelundupan 1,6 ton sabu, majelis hakim yang diketuai Muhammad Chandra dan didampingi hakim anggota Redite Ika Septina dan Yona Lamerosaa Ketaren menjatuhkan vonis mati untuk terdakwa Chen Hui, Chen Yi, Chen Meisheng, dan Yao Yin Fa.

Dalam amar putusan yang dibacakan secara bergilir oleh majelis hakim, empat terdakwa yang merupakan warga negara China dinyatakan terbukti melanggar hukum sebagaimana dalam dakwaan primer dan subsider.

Dalam dakwaan primer yakni pasal 114 ayat 2 Jo pasal 132 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika. Dan subsider pasal 113 ayat 2 Jo pasal 132 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 209 tentang narkotika, serta lebih subsider pasal 112 ayat 2 juncto pasal 132 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

Majelis hakim menyatakan perbuatan keempat terdakdwa mengakibatkan citra Indonesia menjadi buruk di dunia internasional karena seolah-olah Indonesia jadi lahan empuk peredaran narkotika.

Hakim juga menyebutkan tidak ada alasan meringankan karena selama selama persidangan, empat terdakwa tidak mengakui perbuatannya menyelundupkan atau membawa 1,6 ton sabu masuk ke Indonesia, serta selama persidangan memberi keterangan yang berbelit-belit kepada majelis hakim.

Sementara pada sidang kedua, kasus penyeludupan 1,3 sabu dengan empat terdakwa, majelis hakim yang sama menjatuhkan vonis mati terhadap tiga terdakwa yakni Chen Chung Nan, Chen Chin Tun, dan Hsieh Lai. Sementara satu terdakwa yakni Huang Hing An dijatuhi hukuman penjara semur hidup.

Majelis hakim menyatakan tiga terdakwa yang divonis mati terbukti melanggar hukum sebagaimana dalam dakwaan primer sebagaimana diancam pasal 114 ayat 2 Jo pasal 132 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

Kemudian subsider pasal 113 ayat 2 Jo pasal 132 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 209 tentang narkotika, serta lebih subsider pasal 112 ayat 2 juncto pasal 132 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

Sedangkan terdakwa Huang Hing An hanya dikenakan pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Seperti sidang perkara sebelumnya, hakim juga menilai tidak ada hal yang meringankan masing-masing terdakwa karena terbukti membawa atau menyelundupkan masuk narkotika jenis sabu-sabu sebanyak 1,3 ton ke wilayah Indonesia dengan melawan hukum.

Majelis hakim juga berpendapat perbuatan keempat terdakdwa mengakibatkan nama negara Indonesia menjadi buruk citranya di dunia internasional.

“Seolah-olah Indonesia jadi lahan empuk peredaran narkotika. Selain itu keempat terdakwa juga tak mengakui perbuatannya menyelundupkan atau membawa 1 ton lebih sabu-sabu masuk ke Indonesia, serta berbelit-belit dalam memberikan keterangan selama persidangan,” ujar hakim ketua. Syamsuri

Leave a comment