Terbaru

Maria G Levitar Blak-blakan Mengaku Selingkuhan Bupati Merauke

Maria G Levitar yang merasa dilecehkan setelah perselinghkuhannya dengan Bupati Merauke, Freddy kandas.

KopiOnline Jakarta,– Setelah agak lama tenggelam, isu kasus perselingkuhan yang diduga dilakukan Bupati Merauke Frederikus Gebze dengan seorang wanita bernama Maria Gabriella Levitar kini bergema kembali.

Untuk melacak kebenaran isu tersebut, redaksi berusaha melacak keberadaan perempuan yang dikabarkan sebagai selingkuhan Bupati Merauke Frederikus Gebze tersebut.
Akhirnya setelah melalui berbagai liku-liku,  redaksi berhasil mengkontak Maria G Levitar, dan melakukan wawancara khusus di sebuah tempat di Jakarta. Dan menurut Maria,  ini adalah kali pertama dia wawancara langsung dengan wartawan berkaitan dengan kasus perselingkuhannya dengan Bupati Freddy.

Dari wawancara tersebut, banyak pengakuan mengejutkan dari perempuan cantik yang berdomisili di Merauke tersebut. Salah satunya adalah pengakuannya bahwa dirinya memang benar telah lama menjalin asmara dengan Frederikus Gebze. Bahkan jauh hari sebelum Frederikus Gebze menjadi bupati.

“Hubungan asmara kami terjadi sekitar setahun lebih setelah Pak Freddy menikah dan saya sendiri saat itu belum menikah menikah, ” kata Maria, ketika ditemui di Jakarta, baru-baru ini.
Untuk menguatkan bagaimana “hot”-nya hubungan asmara mereka, Maria pun lalu membeberkan perilaku seks Frederikus Gebze yang akrab disapa Freddy.  Tapi tampaknya tak pantas,  perilaku seks mereka itu diungkapkan dalam pemberitaan.

Yang pasti, ujar Maria, hubungan mereka sempat berhenti sejak Maria menikah dengan seorang anggota TNI Angkatan Laut. Sedangkan  Freddy sudah menikah dengan Rini Dewarusi Nebore.

Maria juga mengaku bahwa dirinya sempat membantu Freddy saat ikut Pemilihan Bupati (Pilbup) pada periode sebelumnya. Tapi saat itu Freddy kalah,  dan ketika ikut lagi Pilbub periode yang sekarang, Freddy memenangkan Pilbup. Saat proses Pilbup itu, Maria mengaku, dirinya menjalin lagi hubungan asmara dengan Freddy.

Namun, setelah Freddy jadi Bupati, perselingkuhan mereka terkuak,  dan menyebar melalui media sosial (medos). Akhirnya, rumah tangga Maria pun goncang,  sehingga Maria bercerai dengan suaminya dan kini menjanda.

Kini, dirinya bersedia membagi cerita ke media, karena merasa terpojok oleh sikap Bupati Freddy, yang tidak memperdulikan nasibnya. Padahal dirinya dan Bupati Freddy telah membuat perjanjian tertulis di atas materai yang ditandatangani mereka berdua. Dalam surat perjanjian itu, Freddy disebut sebagai pihak pertama dan Maria sebagai pihak kedua.

Pada intinya, dalam surat perjanjian yang ditandatangani di atas materai senilai Rp 6000, tertanggal 25 Oktober 2016 tersebut,  Freddy selaku bupati menyatakan siap untuk menafkahi dirinya.

“Saya  minta janji Bupati Freddy kepada saya yang tertuang dalam surat perjanjian tersebut ditepati, ” ujarnya.

Seperti diketahui, Bupati Freddy beberapa waktu lalu, yaitu sekitar bulan Oktober dan November 2016, gencar diberitakan di medsos diduga berselingkuh dengan seorang wanita bernama Maria G. Levitar. Maria disebut-sebut adalah isteri seorang Anggota TNI di Merauke yang sebelumnya telah memiliki seorang anak.

Buah hati Fredy dan Maria Gabriella Levitar itu, disebut dalam perbincangan di medsos tersebut, adalah seorang bayi perempuan yang diberi nama Mizoura.

Menurut seorang sumber di Merauke, diduga Mizoura lahir pada awal atau pertengahan tahun 2016.

Bupati Freddy seperti diketahui dilantik sebagai Bupati, di Jayapura tanggal 17 Februari 2016 lalu. Menurut sumber tadi,  Maria G Levitar yang saat itu dalam keadaan hamil tua ikut bersama rombongan ke Jayapura.

Atas isu tersebut, Tokoh Intelektual Merauke Benny Kaize, beberapa waktu lalu sempat menggelar konferensi pers dan meminta Bupati segera mengklarifikasi isu perselingkuhannya.

Dan Bupati Merauke Frederikus Gebze sendiri, sebetulnya pernah membantah pemberitaan di Media Sosial yang menyebutkan dirinya berselingkuh dengan Maria Levitar dan memiliki anak haram.

Bantahan Bupati Fredy Gebze terungkap dalam konferensi pers yang digelar pada hari Senin, 5 Desember 2016 lalu, bertempat di Restoran KFC Jl Raya Mandala Merauke.

“Berita di Medsos yang menyebutkan saya selingkuh dengan Maria Levitar dan miliki anak haram bernama Mizo itu tidak benar,” ungkap Fredy.

Ia juga menegaskan, siap melakukan pemeriksaan DNA untuk membuktikan Mizo itu anak siapa.

“Ya saya siap periksa DNA supaya jelas Mizo itu anak siapa dan isu perselingkuhan ini tidak menjadi bola liar,” kata Fredy.

Tapi dengan pengakuan Maria G Levitar ini,  belum diketahui bagaimana sikap Bupati Merauke Frederikus Gebze.

Kuasa Hukum Bupati : Ada Indikasi MGL Mau Memeras

Sementara itu di tempat berbeda, tim kuasa hukum Bupati Merauke Muhamad Irham Nur SH MH menanggapi isu perselingkuhan yang kian rame jadi perbincangan di kalangan masyarakat Merauke. Bahwasanya, pengakuan wanita bernama Maria Gabriella Levitar (MGL) yang mengaku dirinya telah berselingkuh (menjalin hubungan asmara)  dengan  Bupati Merauke Frederikus Gebze, adalah tidak benar. Begitu pula seperti berita yang dimuat wartamerdeka.info beberapa hari lalu.

“Saya telah berkomunikasi dengan bupati Freddy dan bupati Freddy  secara tegas mengatakan apa yang disampaikan oleh si perempuan berinisial MGL itu tidak benar,” ungkap Muhamad Irham Nur SH MH seperti dikutip Koran Harian Papua Selatan Pos terbitan Kamis (22/11/2018).

Menurutnya, Bupati Freddy sebenarnya sejak dipercaya menjadi bupati oleh masyarakat sudah siap menerima kritikan. Hanya saja, sambung Irham, yang terjadi bukan kritikan tetapi lebih pada upaya menjatuhkan reputasi pribadi, melecehkan harkat dan martabat Bupati Freddy selaku orang Marind serta juga merusak tatanan rumah tangga bupati yang berujung pada membentuk opini, orang Marind tidak layak menjabat sebagai pemimpin di daerahnya.

“Kami sudah tahu si perempuan berinisial MGL ini telah mendatangi kantor Dewan Pengurus Pusat (DPP) Nasdem, kantor Kementerian Dalam Negeri dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Inilah bukti upaya menjatuhkan reputasi bupati Freddy secara pribadi sebagai orang Marind begitu nyata dilakukan MGL dan sudah sangat keterlaluan,”  tuturnya.

Upaya yang dilakukan oleh si oknum perempuan ini, aku Irham, sudah di cross check oleh tim hukum bupati Freddy ke KPK, DPP Nasdem dan  Kemendagri.

Tapi, menurut Irham, pihak-pihak tersebut tidak menanggapi apa yang dilakukan MGL sebab kasus seperti ini harus ada pembuktian yang nyata.

Selaku kuasa hukum, Irham mengatakan mewakili bupati Freddy, pihaknya  menegaskan hubungan bupati bersama MGL hanya sebatas tim sukses.

“Apa yang disampaikan MGL sebagai upaya untuk merusak pandangan masyarakat tentang moral bupati. Saya selaku tim hukum  bupati menyatakan cerita MGL tidak benar,” tegasnya.

Untuk sementara ini lanjut Irham, tim hukum bupati lagi mengumpulkan bukti-bukti dan sudah hampir rampung tinggal menunggu waktu melaporkan ke pihak kepolisian.

“Kalo kasus semacam begini biarlah proses hukum yang akan menguak semua.  Kami akan segera melaporkan kasus ini ke kepolisian,” ujar Irham sembari menduga ada indikasi pemerasan yang ingin dilakukan MGL. kop/red

Sumber : wartamerdeka.info

Leave a comment