Terbaru

Bareskrim Polri Bongkar Komplotan Penipu Modus Hack E-Mail

KopiOnline Jakarta,- Direktorat Siber Bareskrim Polri menangkap 3 anggota komplotan penipuan lewat e-mail. Mereka membajak e-mail lalu melakukan transaksi keuangan dengan pengusaha yang jadi korbannya.

“E-mail dari perusahaan dibajak oleh hacker lalu dipakai isi di dalamnya termasuk dokumen dan invoice yang sudah pernah dikirim melalui e-mail itu,” kata Kasubdit II Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes Pol Rickynaldo Chairul, Selasa (20/11/2018).

Para tersangka adalah seorang WNA asal Nigeria, Ndubuike Gilber Ukpogu, dan istrinya, Dina Febrianti (WNI). Seorang lagi adalah Puput Bambang, yang masih keluarga tersangka Dina.

Mereka ditangkap pada Senin (12/11/2018) lalu di sebuah hotel di Jakarta Utara. Dalam aksinya, mereka meminta pengalihan rekening pengiriman uang dalam transaksi dengan korban menggunakan rekening yang sudah dibajak tersangka.

Kasus ini dilaporkan salah seorang pengusaha di Ternate pada akhir 2017. Korban tertipu karena tersangka membajak e-mail rekan bisnis korban yang berada di Karanganyar. Mereka sudah menjalani bisnis baja ringan selama 10 tahun.

“Begitu sudah tiba saatnya pembayaran, korban dapat e-mail yang mirip dengan pihak yang selama ini mereka bekerja sama, isi e-mail mengalihkan rekening yang awalnya sudah disebut dalam kesepakatan. Begitu barang sudah sampai, dapat e-mail baru yang isinya minta dialihkan rekeningnya karena rekening yang lama ada masalah,” ujar Kombes Pol Rickynaldo.

Dalam aksinya, ketiga tersangka dibantu seorang hacker di Nigeria yang hingga kini masih dalam DPO. Komplotan ini sudah meraup uang Rp 75 miliar dari aksi penipuan mereka selama 3 tahun terakhir.

“Hasil analisis transaksi keuangan bahwa rekening tersangka ini sudah dianalisis hampir Rp 75 miliar, transaksinya ini sudah dipantau, uang bukan hanya dari dalam negeri, uang juga masuk dari luar negeri,” ungkap Kombes Pol Rickynaldo.

Polisi juga menyita barang bukti berupa 15 buku tabungan yang dibuat tersangka Dina menggunakan KTP palsu, 15 ponsel, dan 1 buah laptop. Para tersangka dijerat Pasal 263 dan 378 KUHP serta Pasal 30 UU ITE.

Penipuan menggunakan hacker email tersebut juga dialami redaksi Koran Pagi Online. Hampir tiga bulan diteror karena tidak kunjung tranfer uang yang diminta hampir 700 dolar US ke rekening Bitcoin. Ancaman itu secara pribadi untuk pengelola perusahaan media online ini. Berikut ancaman melalui email :

Hello!

I’m a member of an international hacker group.

As you could probably have guessed, your account redaksi@koranpagionline.com was hacked, because I sent message you from it.

Now I have access to you accounts!

For example, your password for redaksi@koranpagionline.com is evelynyang

Within a period from July 7, 2018 to September 23, 2018, you were infected by the virus we’ve created, through an adult website you’ve visited.

So far, we have access to your messages, social media accounts, and messengers.

Moreover, we’ve gotten full damps of these data.

We are aware of your little and big secrets…yeah, you do have them. We saw and recorded your doings on porn websites. Your tastes are so weird, you know..

But the key thing is that sometimes we recorded you with your webcam, syncing the recordings with what you watched!

I think you are not interested show this video to your friends, relatives, and your intimate one…

Transfer $700 to our Bitcoin wallet: 13DAd45ARMJW6th1cBuY1FwB9beVSzW77R

If you don’t know about Bitcoin please input in Google “buy BTC”. It’s really easy.

I guarantee that after that, we’ll erase all your “data” 🙂

A timer will start once you read this message. You have 48 hours to pay the above-mentioned amount.

Your data will be erased once the money are transferred.

If they are not, all your messages and videos recorded will be automatically sent to all your contacts found on your devices at the moment of infection.

You should always think about your security.

We hope this case will teach you to keep secrets.

Take care of yourself

Leave a comment