Terbaru

Dua Holding Baru BUMN Dapat Memacu Pertumbuhan Ekonomi

Foto : D Budiharto

KopiOnline Jakarta,- Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tengah merealisasikan pembentukan dua Holding BUMN yaitu Holding Infrastruktur serta  Perumahan dan Pengembangan Kawasan.

Pembentukan kedua holding tersebut bertujuan memacu pertumbuhan ekonomi, dan ditargetkan selesai Desember 2018. Hal itu akan ditandai dengan penandatanganan akta inbreng atau pengalihan saham setelah Peraturan Pemerintah (PP) tentang holding tersebut ditandatangani Presiden.

Konferensi pers yang berlangsung di gedung Kementerian BUMN Synergy Lounge lantai 3, Jl. Medan Merdeka Selatan 13 Jakarta, Kamis (15/11/2018) sore dihadiri Aloysius Kiik Ro selaku Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN, Hambra Samal selaku Deputi Bidang Infrastruktur Bisnis Kementerian BUMN, Novel Arsyad selaku Direktur of Human Capital & Business Development PT Wijaya Karya Tbk dan Bintang Perbowo selaku Direktur Utama (Dirut) PT Hutama Karya Tbk.

Novel Arsyad selaku Direktur of Human Capital & Business Development PT Wijaya Karya Tbk. (Foto : D Budiharto).

Aloysius Kiik Ro Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN menjelaskan, proses holding perumahan dan pengembangan kawasan masih dibahas antar Kementerian/Lembaga. Sementara itu, untuk holding infrastruktur pembentukan saat ini dalam tahap harmonisasi.

Sedangkan holding BUMN Infrastruktur akan terdiri dari enam perusahaan dengan PT Hutama Karya (Persero) sebagai holding, dan didukung anggota holding yaitu PT Jasa Marga (Persero) Tbk, PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Yodya Karya (Persero) dan PT Indra Karya (Persero).

Sementara untuk Holding BUMN Perumahan dan Pengembangan Kawasan akan berisikan tujuh perusahaan dengan Perusahaan Umum Pembangunan Perumahan Nasional (Perum Perumnas) sebagai lead holding, dan didukung oleh anggota holding yang terdiri dari PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, PT Virama Karya (Persero), PT Amarta Karya (Persero), PT Indah Karya (Persero) dan PT Bina Karya (Persero).

“Road map target akhir 2018 adalah bisa terjadi legal konsolidasi, artinya akta inbreng bisa ke Hutama Karya, lalu untuk holding perumahan ke Perumnas,” ungkap Aloysius.

Holding dua sektor tersebut sedang menjadi fokus perhatian Menteri BUMN Rini Soemarno agar pendanaan proyek ke depannya bisa lebih ringan karena dipikul bersama. Dengan holding tersebut diharapkan ke depan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tak lagi menjadi pendanaan utama perusahaan infrastruktur dan perumahan.

“Dengan bersatu, pendanaan (dari APBN) tidak terlalu butuh jadi APBN bisa difokuskan untuk sosial. Namun kecuali untuk proyek penugasan,” tutur Aloysius.

Hambra Samal selaku Deputi Bidang Infrastruktur Bisnis Kementerian BUMN, juga menjelaskan pembentukan kedua holding tersebut akan memiliki empat tahapan ; Pertama, legalitas hukum berupa Peraturan Pemerintah sehubungan dengan penambahan penyertaan modal negara pada Hutama Karya dan Perumnas. Kedua, penetapan Keputusan Menteri Keuangan sehubungan dengan nilai 2 inbreng pada Hutama Karya dan Perumnas.

Ketiga, yakni penetapan akta inbreng. Ketiga tahap tersebut ditargetkan untuk dilakukan pada Desember 2018. Sedangkan tahap keempat yakni pengesahan melalui Rapat Umum Pemegang Saham anggota holding rencananya dilaksanakan paling lambat pada Mei 2019.

“Untuk proses holding kali ini diharapkan dapat berjalan lancar, sebab sudah tidak ada lagi masalah pada landasan hukum. Dimana dasar hukum pembentukan holding mengacu pada Peraturan Pemerintah No. 72 Tahun 2016. Di mana Negara dalam hal ini Pemerintah Indonesia tetap bertindak sebagai ultimate shareholder dengan memiliki 1 saham Seri A Dwiwarna (Golden Share),” ungkap Hambra.

Ditemui di tempat yang sama, Novel Arsyad selaku Direktur of Human Capital & Business Development PT Wijaya Karya Tbk, mengatakan, pihaknya akan mengupayakan harga rumah yang terjangkau bagi masyarakat, hal tersebut sudah merupakan tugas dari BUMN.

“Dengan harga yang ditetapkan nantinya. Kita harus lakukan yang terbaik di sisi desain, metode kerja, untuk bisa mencapai harga tadi. Itu akan kita kombinasi, dan kita jelas punya tugas untuk itu”, ungkap Novel.  ded

 

Foto : D. Budiharto

 

 

Leave a comment