Terbaru

Staf Ahli Jaksa Agung, Sudung Harapkan Penegak Hukum Terapkan CIA

Staf Ahli Jaksa Agung, Sodung Situmorang.

KopiOnline Jakarta,– Staf Ahli Jaksa Agung Bidang Tindak Pidana Khusus, Sudung Situmorang, mengharapkan semua institusi penegak hokum menerapkan pencegahan perkara pidana khusus (pidsus) melalui Corruption Impact Asessment (CIA).

“Sebaiknya seluruh penegak hukum mau menerapkan program CIA, karena sangat efektif. Apalagi program tersebut sudah diterapkan dunia internasional,” ujar Sudung di Jakarta belum lama ini.

Sudung menilai implentasi program Corruption Impact Asessment (CIA) terbukti mampu meminimalkan perkara pidana khusus. Program CIA bahkan mampu mereduksi terulangnya kasus serupa di kemudian hari.

Sudung menuturkan, saat berkunjung  ke Kejati Riau dan Kejati Kepri, dia memerintahkana Kajati untuk berkoordinasi dengan kepala daerah setempat agar perkara pidsus yang ditangani Kejaksaan setempat tidak terulang kembali.

“Dua Kejati itu sudah melaksanakan pencegahan perkara pidsus dengan metode CIA, baik kasus yang masih berproses maupun yang sudah berkekuatan hukum tetap”, kata Sudung.

Menindaklanjuti arahan Sudung, dua Kejati sudah menyurati semua pejabat setempat untuk menggali akar masalah terjadinya kasus pidana khusus.

Dari hasil analisa berbagai kasus di lapangan, diketahui kelompok Kerja (Pokja) kerap diintervensi oleh oknum pejabat daerah setempat.

Sejumlah kasus yang ditangani Kejati Riau, antara lain, kasus pengadaan komputer di Dinas Komunikasi dan Statistik di Provinsi Riau, pengadaan pekerjaan RTH pada eks kantor Riau, kasus pembangunan drainase oleh Cipta Karya, Tata Ruang dan Sumber Daya Air Provinsi Riau.

Sementara Kejati Kepri telah menangani kasus asuransi di Pemda Batam, dana hibah di Natuna, aset Pemda Kabupaten Anambas, dan dana hibah Universitas Terbuka Kabupaten Natuna.

Sejak ditunjuk Jaksa Agung HM Prasetyo menjadi staff ahli bidang Pidana Khusus, Sudung Situmorang langsung bergerak cepat menyambangi seluruh Kejaksaan di Indonesia untuk mensosialisasikan program Jaksa Cerdas yang mengutamakan upaya pencegahan melalui metode CIA.

Hasilnya pun terbilang memuaskan. Kejaksaan berhasil menyelamatkan aset negara dan keuangan negara dari ulah para koruptor.

Sejumlah kasus penguasaan lahan negara yang dikuasai pihak swasta telah kembali menjadi milik Pemda. Antara lain gedung Gelora Pancasila di Surabaya, aset Pemkab Kotawaringin Timur, Kalimantan Selatan, dan yang terbaru kasus Tahura.  Syamsuri

Staf Ahli Jaksa Agung Bidang Tindak Pidana Korupsi, Sudung Situmorang.

 

 

Leave a comment