Terbaru

BNN, LSM Kibar & Disparbud DKI Bersinergi Masuk THM Berantas Narkoba

LSM Kibar, BNN, Disparbud bersama tim memberikan penyuluhan bahaya natkoba di tempat hiburan malam.

KopiOnline Jakarta,- Indonesia kini menjadi negara dengan katagori darurat narkoba dan bukan lagi sebagai transit jaringan melainkan sudah menjadi negara produksen narkoba. Mirisnya lagi, pengguna narkoba atau salahguna narkoba dan angka kematian akibat narkoba meningkat pesat.

Bahaya salahguna narkoba saat ini sangat mengkhawatirkan dan membahayakan kelangsungan generasi bangsa utamanya generasi milenial. Bisa dibayangkan, setiap hari sedikitnya 40 hingga 50 orang meninggal karena narkoba. Oleh karena itu, semua komponen masyarakat harus peduli kalau tidak ingin generasi bangsa ini hancur karena mengkonsumsi narkoba.

Dik Dik Kusnado menyenyi sambil memberikanm pencerahan bahaya narkoba di Moray Bar.

Guna mensikapi derasnya “serbuan” narkoba di kalangan generasi milenial tersebut, LSM Koalisi Bersama Rakyat (KIBAR) bersinergi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Pemprov DKI dalam hal ini Dinas Pariwisata, mengadakan penyuluhan sekitar bahaya narkotika di kalangan generasi muda.

Kolaborasi antara LSM Kibar, BNN dan Dinas Pariwisata juga menyertakan pemerhati tempat hiburan malam (THM), S. Tete Marthadilaga, dalam langkah awalnya menyisir ke tempat hiburan malam seperti Bar, Kafe dan Diskotik. Ternyata dengan cara pendekatan ini disambut antusias para clubber di Moray Soju Bar & Kitchen dan Hugo Soju Bar di kawasan Pantai Indah Kapuk Jakarta Utara, kemarin malam.

Kasubdit Media Non Elektronik, Direktorat Diseminasi Informasi,  Deputi Bidang Pencegahan Badan Nasional Narkotika (BNN), Dik Dik Kusnadi,Bc.IP, S.Sos, MM bersama Ketua Umum LSM Kibar, DR Indra Fahrizal dan Endang dari Dinas Pariwisaata DKI Jakarta, bersama tim masing-masing memulai persiapan di Hugo Soju Bar.

Tiga serangkai ini membagikan sticker Stup Narkoba

Di Hugo Bar yang malam itu sarat pengunjung, para “pendekar” pencegahan dan pemberantasan narkoba ini mulai menempelkan sticker bertuliskan stop narkoba. Tak satupun pengunjung terusik dengan kehadiran tim kolaborasi sosialisasi pencegahan bahaya penggunaan narkoba ini.

Dik Dik Kusnadi memang piawai di bidangnya. Ia tak canggung membaur dengan pengunjung di Moray Soju Bar yang mayoritas kalangan anak muda dan pebisnis muda. Di lantai I musik hidup dan di lantai II diskotik.

Maka tibalah saatnya sang MC nan kocak bertopi ala koboy membidik Dik Dik untuk menyumbangkan suara emasnya. Tak disangka dan tak dinyana, ternyata pria paruh baya yang lama berkutat di BNN ini cukup bertalenta di dunia taraik urat leher. Suara serasi mengikuti jenis lagu yang dibawakannya. Powernya tak diragukan lagi ketika membawakan lagu yang sedang digandrungi anak muda.

Seusai olah raga tarik urat leher, Dik Dik langsung di “todong” untuk memberikan pencerahan seputar bahaya penggunaan narkoba. Bagi pengunjung yang belum mengetahui kehadiraan petugas BNN tentu sempat sejenak terkaget-kaget.

Dik Dik menyarakan bagi generasi milenia yang belum tahu narkoba lebih baik jangan mengenalnya, sedang yang sudah mengenalnya agar menjahuinya. Sementara bagi mereka yang sudah terlalu akrab dengan narkoba, BNN siap mengobatinya dengan cara rehabilitasi secara gratis.

“Silahkan datang temui saya di kantor BNN. Jangan takut tidak akan kami tahan, sebaliknya kami akan mengobatinya. Gratis, dan direhabilitasi bagi yang sudah ketergantungan narkoba,” ujar Dik Dik di Moray Soju Bar kawasan PIK, Sabtu (03/11/2018) malam.

Tunjukkan telapak tangan tanda stop narkoba

Sementara itu, Ketua Umum LSM Kibar, DR Indra Fahrizal mengatakan kepada koranpagionline.com, oraganisasi yang dikomandoinya merasa  prihatin melihat banyaknya korban narkoba yang “berjatuhan” setiap harinya. Sungguh sangat mengerikan bila data faktual saja menyebutkan bahwa setiap harinya ada 40 orang lebih tewas akibat mengkomsumsi narkoba.

“Untuk menghentikan peredaran dan pemakaian narkoba tidaklah mudah dan tak gampang. Peran serta berbagai elemen masyarakat sangat dibutuhkan. Mari sama-sama memerangi narkoba di Indonesia,” tandas Indra yang didampingi tim-nya.

Dalam kesempatan yang sama, pelaku bisnis sektor wisata jenis hiburan malam, Guntur Thamrin menyambut baik Tim Sosiaalisasi Pencegahan Narkotika Kalangan Generasi Milenial. Ia pun ingin usahanya langgeng tanpa narkoba.

Pengunjung Moray Bar antusias menyambut kehadiran tim penyuluhan bahaya narkoba

“Kami ingin menyuguhkan hiburan yang benar-benar menghibur dan sehat. Happy tapi tidak sehat tentu berdampak tidak berumur panjang bagi pengunjung maupun usaha hiburan kami,” harap Guntur owner Hugo Bar dan Moray Bar.

Pemerhati THM, S.Tete Marthadilaga yang ikut diundang dalam acara tersebut, mengapresiasi cukup tinggi yang digagas LSM Kibar maupun BNN dan Dinas Pariwisata yang langsung bersinergi dalam sebuah tim.

Apa yang dikerjakan ini tentu sangat mendukung program pemerintah dalam rangka Penguatan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika (P4GN) Tahun 2018-2019 yang pada 28 Agustus 2018 Presiden Joko Widodo telah menandatangani Intruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2018 dalam Rencana Aksi Nasional P4GN Tahun 2018-2019.

“Saya sangat mengapresiasi dan dua jempol untuk LSM Kibar, BNN dan Dinas Pariwisata. Untuk ke depannya alangkah baiknya apabila disertakan pula aparat kepolisian, Satpol PP maupun Kejaksaan,“ ujar Mastete. Inez/kop

Leave a comment