Terbaru

Ketum PBNU: Yang Dibakar Bendera HTI, Milik Organisasi Terlarang

KopiOnline Jakarta,- Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj menegaskan bendera bertuliskan tauhid yang dibakar di Garut, Jawa Barat, adalah bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Kepastian itu berdasarkan warna bendera hitam dan tulisan kata tauhid berwarna putih.

“Syiria dan Irak juga seperti itu bendera HTI yang dimiliki. Bukan hijau putih, itu milik Saudi Arabia. Kita contohkan saja, lagi perang di Yaman, bendera Arab Saudi dirobek-robek dan bakar, tapi tidak ada yang bilang menghina tauhid,” tegas Said Aqil Siradj ditemui di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, hari ini.

Menurut dia, sebaiknya isu bendera yang terbakar jangan dipermasalahkan dan diperpanjang lagi. Pasalnya, HTI telah dibubarkan pemerintah sehingga tak boleh lagi ada di Tanah Air.

“Yang jelas itu bendera HTI, organisasi yang terlarang. Kami berterima kasih kepada Polres Garut yang telah melepas Banser (Barisan Ansor Serbaguna) yang ditangkap kemarin,” ungkap dia.

Dia menilai kasus ini memberikan pelajaran penting agar sesama umat terus bergandeng tangan. Dia meminta agar tidak ada lagi tokoh atau kelompok yang berusaha memecah belah umat Islam di Indonesia.

“Kejadian kemarin mari kita ambil hikmahnya untuk jadi pelajaran yang sangat mahal. Ternyata kita belum dewasa, belum berbangsa dan bernegara. Mari kita bergandeng tangan untuk menjaga kesatuan dan mencegah permusuhan. Mari kita utamakan dahulu keselamatan bangsa,” jelas dia.

Said Aqil menekankan jika negeri ini kompak menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, tak akan ada lagi yang bisa memecah belah. “Yang sudah terjadi, oke itu pelajaran paling pahit, tapi berharga. Ke depan mudah-mudahan tidak terulang lagi,” pungkas dia.

Siapa Pemasang Spanduk HTI Di Kota Serang?

Sementara itu, beberapa spanduk Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) bertebaran di Kota Serang. Spanduk tersebut tertulis “Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Mengecam Pembakaran Bendera”.

Selain itu di bawah spanduk terdapat tulisan dengan hastag, #SaveHTI, #SaveBenderaHTI, #GantiRezim dan #GantiSistem.

Pantauan  Kantor Berita RMOL Banten, spanduk- spanduk tersebut terpasang di sekitaran kota Serang di Kebon Jahe dan beberapa perempatan lampu merah. Pemasangan spanduk nampak terlihat dipaksakan, tali rapia yang menjadi pengikatpun terlihat seasalnya saja.

Salah satu penarik becak yang sering mangkal di Kebon Jahe, yang enggan disebutkan namanya mengatakan dirinya tidak mengetahui sejak kapan spanduk tersebut ada dan dipasang oleh siapa.

“Kurang tau pak, saya mangkal sudah ada itu spanduk. Mungkin pagi dini hari di pasangnya,” katanya, Sabtu (03/11/2018).

Sementara itu Kapolres Serang Kota AKBP Komarudin menerangkan bahwa perihal spanduk bisa langsung ditanyakan langsung ke Satpol PP.

“Terkait spanduk pastinya ranah Satpol PP dulu bro, nanti kita kaji,” singkatnya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Serang, Maman Lutfi mengaku baru tau dari wartawan bahwa ada spanduk HTI yang bertebaran di Kota Serang.

“Itu posisi spanduk dimana, Terima kasih infonya kita tindak sekarang. Anggota Sudah Bergerak,” tuturnya. kop/mol

Leave a comment