Terbaru

Polri Ingatkan Wartawan: Hukum Tidak Memandang Polisi atau Wartawan

KopiOnline Jakarta,– Kadiv Humas Polri Irjen Pol Drs Setyo Wasisto, memperingatkan wartawan untuk tidak menyebarkan berita bohong atau hoax, karena menurutnya penyebar hoax bisa dijerat dengan UU ITE sekalipun itu wartawan.

Hal itu disampaikan Kadiv Humas Polri dalam acara deklarasi Forum Wartawan Online (FWO) Indonesia, di Gedung Joang 45, Menteng Jakarta Pusat, Selasa (30/10/18).

Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Drs Setyo Wasisto, dalam kesempatan itu menyampaikan, dirinya hadir sebagai perwakilan menggantikan Kapolri H Tito Karnavian, yang berhalangan hadir.

Menurut Setyo, saat ini sangat mudah mendapatkan berbagai berita dari seluruh dunia, dulu ketika ingin mendapatkan berita harus menggunakan radio. Jika ingin membaca berulang-ulang harus dengan membaca koran atau tabloid, akan tetapi saat ini keberadaan zaman yang serba online ini, membuat semakin mudah.

“Keberadaan media online merupakan suatu kebutuhan bagi masyarakat saat ini, karena sekarang yang paling cepat diterima beritanya oleh masyarakat adalah media online. Dan media online ini merupakan pesaing-pesaing media televisi dan juga koran/tabloid,” ujarnya.

Namun yang sekarang menjadi masalah menurutnya adalah keberimbangan berita, terkadang kata dia, media online lebih berat kepada satu sisi saja. “Karena itu saya ingin menyampaikan kepada anggota FWO untuk mempedomani UU cyber dan prinsip-prinsip jurnalisme,” pinta Kadiv Humas Polri.

Dikatakan Setyo, yang harus dilakukan agar berita berimbang yaitu verifikasi, konfirmasi kepada pihak terkait. “Karena ini adalah hal penting seperti kasus Augie Fantinus, seorang artis melihat seorang Polisi memegang tiket, akan tetapi dia menilai seorang polisi tersebut calo tiket,” jelasnya.

Hal itu disebutnya berbahaya bagi wartawan, sehingga pentingnya konfirmasi, apalagi sangat mudah melacak jejak digital untuk era digital seperti saat ini. “Karena jejak digital itu tidak bisa dihapus, sekali pun sudah dihapus bisa diangkat kembali,” terangnya.

Setyo mengaku paham bahwa media online mengutamakan kecepatan berita. “Walaupun harus cepat, tidak boleh meniadakan keberimbangan tersebut. Saat ini ada 40 ribu media online, akan tetapi baru 2 ribu media online yang melakukan registrasi di Dewan Pers.”

“Karena negara ini adalah negara hukum dan tidak memandang dia polisi ataupun wartawan, hukum itu tidak memandang bulu bagi pelanggar hukum tersebut. Kami dari Divisi Humas Polri adalah pelayan bagi para wartawan,” pungkasnya.. kop

 

 

Leave a comment