Terbaru

Jaksa Agung, HM Prastyo Kunjungan Kerja ke Lokasi Bencana Gempa di Sulteng

KopiOnline Jakarta,– Jaksa Agung HM Prasetyo didampingi Jaksa Agung Muda Intelijen (JAM Intel) Kejaksaan Agung (Kejagung), Jan S Maringka, dan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (JAM Pidum) Kejagung sekaligus Ketua Persatuan Jaksa Indonesia (PJI), Noor Rochmad, melakukan kunjungan kerja ke Sulawesi Tengah, Senin (22/10/2018).

Kedatangan Jaksa Agung HM Prasetyo disambut langsung Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Tengah, M Rum. Dalam kesempatan tersebut, Jaksa Agung meninjau penyaluran bantuan kemanusiaan korban bencana alam Palu-Donggala oleh Kejaksaan melalui Posko Kejaksaan RI Peduli.

“Dengan semangat kebersamaan kami berupaya berbuat maksimal membantu menanggulangi dan mengurangi dampak bencana yang ada, agar tidak menimbulkan banyak korban, kerugian, dan penderitaan yang berkepanjangan bagi yang sedang mengalaminya,” kata Jaksa Agung.

Para pimpinan Korps Adhyaksa tersebut tiba di Palu sekitar pukul 07.00 WITA. Didampingi Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola, rombongan langsung meninjau lokasi terdampak di Palu-Donggala dari udara dengan menggunakan helikopter.

Dalam kunjungan kerjanya, Jaksa Agung Prasetyo juga direncanakan akan menyerahkan secara simbolis bantuan kemanusiaan kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. Bantuan tersebut berupa tiga kontainer yang terdiri dari pakaian, makanan, kebutuhan balita, serta bahan kebutuhan pokok lainnya.

“Kami berupaya membantu agar Palu dan Donggala dapat segera bangkit kembali,” ujar Jaksa Agung.

Sehari setelah gempa berkekuatan sekitar 7,4 skala richter memporak porandakan Palu dan Donggala, Kejaksaan sendiri langsung mendirikan Posko Kejaksaan RI Peduli.

Gerak cepat insan Adhyaksa dalam menolong para korban ini mendapat apresiasi dari banyak pihak, termasuk Kepala Badan Nasional Penangulangan Bencana (BNPB) Willem Rampalingei.

Posko bantuan medis yang disediakan Kejaksaan sangat membantu para korban bencana sehingga mendapatkan perawatan yang optimal. “Kami berterima kasih dan merasa sangat terbantu karena Kejaksaan sudah turun tangan membantu sejak hari pertama gempa,” Kata Willem.

Melalui Posko Kejaksaan RI Peduli, bantuan kemanusiaan dari warga Adhyaksa pun disalurkan. Sampai dengan berakhirnya masa tanggap darurat bencana pertama tanggal 11 Oktober 2018, Posko Kejaksaan RI Peduli telah menyalurkan bantuan kepada 11.161 kepala keluarga serta mendistribusikan bantuan di titik-titik pengungsian yang tersebar di tiga wilayah, yaitu Palu, Sigi, dan Donggala.

Berdasarkan data terkini, bencana alam gempa dan tsunami mengakibatkan Korban meninggal sebanyak 2.095 orang serta 680 orang masih dinyatakan hilang dan titik lokasi pengungsian sejumlah 74 (tujuh puluh empat) titik yang tersebar tersebar di 8 (delapan) Kecamatan di Kota Palu. syamsuri

Leave a comment