Terbaru

Kejaksaan Agung Akan Kejar Terus Uang Pengganti Kasus Korupsi

KopiOnline Lampung,– Dalam penanganan kasus tindak pidana korupsi, aparat penegak hukum Kejaksaan RI tidak hanya menuntut dan mengeksekusi koruptor tetapi juga akan menuntaskan penanganan hingga mengejar uang pengganti.

“Sehingga tidak hanya menangkap buronan saja tetapi menyelesaikan uang pengganti dan denda. Kami akan tuntaskan eksekusi sampai mengejar hingga uang pengganti untuk pengembalian kerugian Negara, sehingga penanganan setiap kasus korupsi akan tuntas,” ujar Fadil Djumhana, Sekretaris Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Sesjampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung), kepada wartawan di Lampung, Senin (08/10/2018).

Fadhil Djumhana hadir di Lampung dalam acara pelatihan peningkatan kapasitas aparat penegak hukum dalam penanganan kasus tindak pidana korupsi yang digelar Komisi Pemberanrtasan Korupsi (KPK) mulai tanggal 8 hingga 12 Oktober 2018 di Hotel Novotel Bandar Lampung.

Mengenai aparat yang ditindak karena korupsi, Fadhil mengungkapkan, jumlah aparat sipil negara (ASN), khususnya di Lampung, yang diproses dan telah berkekuatan hukum tetap ada 172 ASN.

Sementara itu Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan, peningkatan kapasitas ini dipandang perlu karena modus korupsi yang terus berkembang.  Capain pelatihan ini adalah untuk peningkatan kapasitas dalam penanganan tindak pidana korupsi.

“Intinya sinergitas dalam penegakan hukum dan kegiatan ini merupakan yang ketiga dan dilakukan di setiap provinsi,” kata Basaria Panjaitan.

Sesuai dengan kewenangan, kata Basaria, KPK memerlukan kolaborasi dengan penegak hukum lain dalam penegakan hukum, terutama dalam pemberantasan korupsi, mulai dari penyelidikan, penyidikan dan penuntutan.

Para peserta berasal dari lembaga hukum yang terdiri dari kepolisian, kejaksaan, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Oditur Militer (Otmil), dan Penyidik Polisi Militer Tentara Nasional Indonesia (POM TNI) di Provinsi Lampung.

Ada beberapa materi yang disampaikan dalam pelatihan. Materi adalah tentang potensi tindak pidana korupsi pada sektor pertambangan, perdagangan internasional dan sektor kehutanan dan perkebunan, titik rawan tindak pidana korupsi dalam pengadaan barang dan jasa, filosofis keuangan negara, prinsip tata kelola keuangan negara dan keuangan daerah, pemahaman audit investigatif, audit forensik dan perhitungan kerugian negara, pencucian uang, strategi menghadapi praperadilan serta koordinasi peran supervisi KPK.

Turut hadir dalam pelatihan ini, yaitu Kabareskrim Polri Irjen (Pol) Arief Sulistiyanto, Sekretaris Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Fadil Zumhana, dan Direktur Pembinaan Penyidikan POM TNI, Kolonel CPM Bambang Sumarsono, Kajati Lampung Susilo SH MH. syamsuri

Leave a comment