Terbaru

Kapuspenkum, M Rum Dipromosikan Menjabat Kajati Sulawesi Tengah

KopiOnline Jakarta,– Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung RI, M Rum, mendapat promosi sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Tengah (Sulteng).

Jaksa Agung HM Prasetyo menunjuk M Mukri, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) Yogyakarta, sebagai pejabat baru Kapuspenkum Kejagung RI.

Selain itu, Jaksa Agung Prasetyo  juga melantik  Fachrudin Siregar sebagai Kajati Sumatera Utara, Happy Hadiastuti sebagai Kajati Banten, Mudim Arsito menjadi Kajati Sulawesi Tenggara, Irdam sebagai Kajati Nanggroe Aceh Darussalam, Baginda Lumban Gaol sebagai Kajati Kalimantan Barat dan Amandra Syah Arwan menjadi Kajati Bengkulu.

Dalam sambutannya Jaksa Agung Prasetyo mengingatkan para Kajati yang baru dilantik agar memberi perhatian sungguh-sungguh praktek penegakan hukum dan penanganan perkara di wilayah hukumnya masing-masing.

Pesan dan peringatan ini secara khusus patut disampaikan terutama berkenaan masih sering terdengarnya keluhan nyaring di tengah masyarakat tentang masih belum terpenuhinya harapan mereka untuk memperoleh keadilan.

“Untuk itu, segenap jajaran Kejaksaan hendaknya mampu menyelami, memperhatikan dan memenuhi tuntutan rasa keadilan yang hidup dan tumbuh di tengah masyarakat di tempat penugasannya. Mampu menentukan secara proporsional, adil dan seimbang, siapa yang harus menerima hukuman karena terbukti bersalah dan siapa yang layak dibela dan dilindungi karena benar,” kata Prasetyo dalam sambutannya saat melantik para Kajati di Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (12/10/2018).

Pada kesempatan itu Jaksa Agung Prasetyo memberikan pesan khusus kepada M Rum sebagai Kajati Sulawesi Tengah yang di wilayahnya sedang dan baru saja menghadapi musibah bencana alam gempa bumi dan tsunami.

Prasetyo berpesan kepada M Rum agar memberikan perhatian dan kontribusi penuh terutama di saat dilaksanakannya pemulihan, rehabilitasi dan restorasi pasca bencana. Kucuran, pemanfaatan dan penyaluran dana dari pemerintah dan bantuan lain yang terhimpun, semuanya harus tepat guna dan tepat sasaran.

Jajaran Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah mendapat beban tugas lain yang harus dilaksanakan untuk memaksimalkan pengawalan, pengawasan dan tidak mustahil harus memproses hukum penindakan dengan tegas, terhadap kemungkinan terjadinya penyimpangan.

“Kehadiran kita dalam situasi dan kondisi seperti itu harus dapat memastikan agar seluruh daya dan dana yang ada dan tersedia benar-benar dikelola, dipergunakan dan dimanfaatkan sepenuhnya sesuai peruntukannya,” tutur Prasetyo. syamsuri

Leave a comment