Terbaru

Badiklat Kejaksaan RI Menuju Kawasan Bebas Korupsi & Bersih Melayani

Kabandiklat Kejaksaan RI, Setia Untung Arimuladi (kanan), memimpin apel kesiapan

KopiOnline Jakarta,– Badan Pendidikan dan Pelatihan (Badiklat) Kejaksaan RI menggelar apel kesiapan jajaran ini membangun Badiklat Kejaksaan RI sebagai wilayah bebas korupsi (WBK) dan wilayah birolrasi bersih melayano (WBBM).

Apel pencanangan Badiklat Kejaksaan RI sebagai kawasan WBK dan WBBM ini dipimpin langsung Kepala Badan Diklat (Kaban Diklat)Kejaksaan RI, Setia Untung Arimuladi, di lapangan apel Badiklat Kejaksaan RI di Ragunan, Jakarta Selatan, Kamis (11/10/2018).

Dalam sambutannya, Kaban Diklat Setia Untung Arimuladi mengapresiasi  jajarannya yang hadir pada acara penandatangan  ikrar pakta integritas yang ditandatangani bersama-sama seluruh pegawai Badiklat Kejaksaan RI.

“Saya selaku pimpinan mengucapkan terimakasih dan mengapresiasi kehadiran seluruh jajaran di apel pagi hari ini,” ucap Untung.

Untung menjelaskan, WBK dan WBBM itu konsep dari reformasi birokrasi yang harus memenuhi kategori 6 perubahan. Di antaranya, perubahan ketatalaksanaan, perubahan sumber daya manusia, perubahan penguatan akuntabilitas, termasuk pengawasan dan sebagainya.

“Tentunya dalam hal memenuhi kategori 6 Perubahan tersebut ada beberapa indikator yang harus dipenuhi oleh seluruh jajaran,” katanya.

Sebagaimana telah disampaikan oleh Deputi RB Kemenpan pada tanggal 17 September lalu yang dihadiri wakil Jaksa Agung Arminsyah untuk memenuhi kriteria satuan kerja yang memenuhi syarat yang pertama dan paling utama sumber daya manusia.

“Selain SDM adalah aktivitas budaya kerja untuk merubah pola pikir dan budaya kerja yang tentunya tidak hanya sebatas atasan langsung mengingatkan bawahan, tapi bagaimana kita menyadari bahwa, diri kita bertanggung jawab terhadap institusi ini,” bebernya.

Diketahui, prasyarat yang dilakukan satuan kerja yang telah ditunjuk untuk menjadi pilot project yang nantinya akan dinilai oleh Kemenpan dan juga tim independen.

“Berkomitmen bersama, berkomitmen untuk menumbuhkan konsistensi diri sendiri terhadap lembaga ini,” katanya.

Untung menambahkan, Deputi RB menyampaikan barangkali nanti dari hasil penilaian oleh tim ternyata Badan Diklat Kejaksaan memenuhi standar WBK dan WBBM akan diusulkan ke Kementerian Keuangan untuk dinaikkan tunjangan kinerja nya,

Sehingga ini adalah suatu karya bersama yang akan mendapatkan hasil meningkatkan tunjangan kinerja.

“Nah andaikata nanti setelah tunjangan kinerja ternyata dari 215 pegawai ada yang melakukan pelanggaran satu orang saja, saat itu juga akan diusulkan untuk diturunkan kembali tunjangan kinerjanya,” ungkap Untung.

Oleh karena itu Kaban Diklat bersama jajarannya untuk bersama-sama berkomitmen melakukan perubahan-perubahan. Jadilah Badan Diklat sebagai pelopor perubahan.

Mengapa demikian? Tanya Untung, karena Badiklat merupakan tempat kawah candradimuka bagi peningkatan sumber daya manusia di seluruh jajaran yang ada di Kejaksaan seluruh Indonesia.

Untuk mewujudkan semua itu Kaban Diklat mengajak seluruh jajarannya untuk sungguh-sungguh berkomitmen menuju perubahan. ”Mari bersama-sama berkomitmen untuk menuju perubahan Badan Diklat ke yang lebih baik,” pungkas Kaban Diklat Kejaksaan Setia Untung Arimuladi. syamsuri

 

Leave a comment