Terbaru

Kejati DKI & Kejari Konawe Raih Ranking I Penanganan Perkara Korupsi

Kajati DKI Jakarta, Tony Spontana. Foto : Ist

Kopionline Jakarta,– Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta meraih ranking I penilaian kinerja penanganan perkara tindak pidana khusus (korupsi) tahun 2018 yang digelar Kejaksaan Agung (Kejagung) terhadap seluruh kejaksaan tinggi se Indonesia.

Sedangkan Kejati Jawa Timur menyabet ranking II dan Kejati Gorontalo menduduki peringkat III.

Penilaian terhadap kinerja penanganan perkara tindak pidana korupsi itu berdasarkan surat Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Nomor:B-844/F/Fjp/05/2018 tanggal 4 Mei 2018 perihal tolok ukur penilaian kinerja penanganan perkara tindak pidana khusus bersama lampirannya.

Kejati DKI Jakarta juga menyabet ranking I kinerja bidang tindak pidana umum (Pidum), peringkat II Kejati Jawa Timur  dan ranking III Kejati Kepulauan Riau (Kepri).

Sedangkan untuk peringkat I tingkat Kejaksaan Negeri (Kejari) Tipe A adalah Kejari Pekan Baru, peringkat II Kejari Banjarmasin dan peringkat III Kejari Samarinda.

Sementara untuk Kejari Tipe B peringkat I diraih Kejari Konawe, peringkat II Kejari Lingga dan peringkat III Kejari Kapuas. Selanjutnya untuk tingkat Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari), peringkat I Cabjari Donggala, ranking II Cabjari Bangka dan ranking III diraih cabjari Tojo Una-una.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) DKI Jakarta, Tony Spontana, mengapresiasi seluruh jajarannya atas kinerja, dedikasi, loyalitas yang profesional dan integritas tinggi dapat membangun institusi kejaksaan yang lebih baik lagi.

“Buah dari kerja keras dan ikhlas, seraya membangun nilai-nilai dan budaya yang profesional, berdedikasi, loyal, dan integritas yang dapat diandalkan. Terima kasih kepada seluruh jajaran adhyaksa se DKI Jakarta yang hebat,” kata Tony.

Sementara itu Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Konawe, Sulawesi Tenggara,  Saiful Bahri Siregar, ketika dihubungi wartawam, Kamis (4/10), mengatakan, terpilihnya Kejari Konawe menjadi peringkat I se Indonesia atas penilaian kinerja penanganan perkara tindak pidana khusus periode 1 januari s/d 30 Juni 2018, akan lebih memotivasi jajarannya untuk meningkatkan kinerja di masa depan.

Semoga dengan hasil ini akan lebih meningkatkan kinerja di masa depan serta penyelesaian perkara yang ada semakin cepat selesai,” ujar Saiful.

adahal, tambah Saiful, jumlah jaksa di Kejari Konawe hanya 11 orang. “Meski sangat terasa kurang jaksa, kami tetap berusaha bekerja semaksimal mungkin,“ tandasnya. syamsuri

 

Leave a comment