Terbaru

KPK Diminta Ambil Alih Penanganan Kasus Korupsi Bank BRI Agroniaga

KopiOnline Jakarta,– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta mengambilalih tindaklanjut penanganan dugaan kasus korupsi di Bank BRI Agro Niaga di Medan, Sumatera Utara, karena diduga ada praktik mafia hukum dan tebang pilih dalam penanganan kasus tersebut.

“Kalau memang tidak mengambilalih, setidaknya KPK melakukan supervisi mengingat banyak pihak yang terlibat, sebagaimana disebutkan dalam putusan pengadilan, tapi tidak ditindaklanjuti penyidik di Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara,” ujar Erdi Surbakti, kuasa hukum Sri Mulyani, kepada wartawan di Jakarta, Senin (01/10/2018).

Sri Mulyani merupakan salah satu terpidana kasus korupsi di Bank BRI Agro Niaga Medan, Sumatera Utara, yang sudah dijatuhi hukuman 4 tahun penjara oleh hakim di Pengadilan Negeri (PN) Medan.

Erdi Surbakti mengungkapkan bahwa dalam pertimbangan hakim PN Medan jelas-jelas menyebutkan masih ada pihak-pihak lain yang terlibat dalam perkara ini yakni Zuhri Anwar Dkk.

“Ironisnya, pihak-pihak yang disebutkan oleh hakim PN Medan sampai kini masih bebas berkeliaran,” imbuh Erdi.

Menurut Erdi, tanpa peranan pihak-pihak yang disebutkan dalam pertimbangan hakim, maka kredit macet ini tidak akan bisa dicairkan. Utamanya dapat dilihat dari peranan Zuhri Anwar, Direktur Bisnis Bank BRI Agro Niaga, yang membuat dan menandatangani Perjanjian Kerjasama Kredit antara Bank BRI Agro Niaga dan Kopkar Pertamina cabang Medan.

Selain itu, tambah Erdi, penetapan pola kredit channeling oleh Zuhri Anwar dkk yang sebelumnya diusulkan kepala cabang pembantu dengan pola kredit eksekuting.

Lalu pemberian surat kuasa untuk pencairan kredit kepada pengurus Kopkar Pertamina oleh Direksi, sehingga peranan bank mengenal nasabah menjadi terabaikan dan bertentangan dengan ketentuan perbankan.

Selanjutnya proses pencairan kredit take over ke Bank ICB Bumi Putera sebesar Rp 10,6 miliar dari Bank BRI Agro Niaga dengan data atau dokumen menyusul oleh Zuhri Anwar.

“Masih banyak lagi kejanggalan lainnya. Ironisnya, Zuhri Anwar tidak diperiksa dalam proses persidangan di pengadilan, termasuk ahli perbankan juga tidak dimintai keterangan di persidangan,” tandas Erdi.

Berdasarkan hal itu Erdi menilai telah terjadi tebang pilih dalam penanganan kasus korupsi di Bank BRI Agro Niaga, Medan, Sumatera Utara. “Kami mohon keadilan agar Zuhri Anwar Dkk segera diproses hukum,” pintanya. samsuri

 

Leave a comment